PROLOG

238 49 0
                                        

Kringg..kringg

Suara bel masuk sekolah berbunyi, pertanda pelajaran akan segera di mulai. Seluruh murid SMA Krantina berlarian memasuki kelasnya masing-masing.

Leley sudah duduk manis di kursinya,dia duduk sendiri karena tidak ada yang mau berteman dengan dirinya. Leley duduk dipojok belakang yang dimana tempat tersebut dekat dengan alat kebersihan kelas. Meja dan kursi yang dipakai Leley bisa dibilang kurang pantas, karna meja yang penuh coretan hasil karya anak kelas 11 IPA 1 dan kursi yang sudah hampir rapuh. Iya, Leley menduduki kelas 11 IPA 1.

"Woi duduk woi duduk ada Bu Kely!" Kata Aldo, sang ketua kelas. Semua murid 11 IPA 1 langsung berlarian hingga mendorong satu sama lain agar bisa cepat duduk di kursinya masing-masing dan jangan lupa suara ricuhnya.

Bu Kely memasuki kelas 11 IPA 1 sambil membawa beberapa buku yang nanti akan dipelajari dan alat tulis. Suasana kelas sungguh hening tak ada satupun yang mengeluarkan suaranya. Karena Bu Kely ini termasuk guru terkiler di SMA Krantina. Bu Kely berjalan menuju meja guru dan meletakan beberapa buku yang di bawanya serta alat tulis di atas meja.

"Siap berdiri," perintah Aldo dan seluruh murid 11 IPA 1 berdiri. "Memberi salam!" lanjut Aldo.

"Selamat pagiii bu." Salam dari murid 11 IPA 1.

"Pagi, baik semuanya kembali duduk!" Perintah Bu Kely, Leley dan yang lainnya kembali duduk di bangku nya masing-masing. Bu Kely berjalan ke tempat duduk guru.

"Keluarkan buku Matematika nya dan buka halaman 169. Minggu lalu sudah saya terangkan kan? Langsung dikerjakan! Kalau mau bekerjasama dengan teman sebangkunya." Kata Bu Kely.

Semuanya langsung membuka buku Matematika dan langsung bekerjasama untuk mengerjakan soal yang di berikan oleh Bu Kely.

Walaupun Leley duduk sendiri dia tidak pernah meminta bantuan ke yang lain, karna Leley cukup sadar diri. Leley mengerjakan tugas Matematika tanpa adanya rasa sulit. Teman-temannya pada kerjasama, Leley sendiri tidak.

10 menit kemudian..

'Tok tok tok' suara ketukan pintu kelas menandakan ada yang datang. Pintu kelas terbuka dan menampakan kepala sekolah SMA Krantina, yaitu Pak Joko.

"Pagi Bu Kely," salam Pak Joko dengan senyum ramahnya. Bu Kely berdiri dari tempat duduknya dan menjawab salam dari Pak Joko dengan senyuman ramahnya,"Pagi Pak Joko."

Pak Joko masuk ke kelas 11 IPA 1 dengan di belakangnya ada murid laki-laki yang berpakaian berbeda dari semuanya. "Bu Kely, ini ada murid baru saya titip ke Bu Kely ya terimakasih Bu Kely, saya tinggal dulu soalnya ada urusan," kata Pak Joko. Bu Kely mengangguk dan bersenyum ramah,"Baik pak sama-sama." Pak Joko pergi meninggalkan kelas 11 IPA 1.

"Baik, anak-anak ada murid baru kalian diam dulu. Silahkan perkenalkan diri kamu!" Kata Bu Kely. Murid laki-laki itu mengangguk dan menghadapkan pandangannya ke depan. Semua murid perempuannya berteriak histeris saat melihat ketampanan dari murid baru tersebut.

"Ehem.. gua Ben Aarav Carlos, pindahan dari SMA Langit." kata Aarav. Bu Kely mengangguk dan bertanya sama anak kelas 11 IPA 1, "ada yang mau ditanyakan? Maksimal 3, karna saya tidak mau pelajaran ini terhambat."

"Udah punya pacar belom?" Tanya Shila, cewek ter-menor dikelas 11 IPA 1. Aarav menggelengkan kepalanya, Shila dan perempuan yang lain bersorak gembira.

"Nama panggilan lu apa?"

"Aarav."

"Waktu emak lu lagi ngehamilin lu, ngidam apa si? Bisa seganteng ini." Tanya Alin, temannya Shila. Aarav mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.

"Ok sudah, sudah tiga pertanyaan. Baik Aarav kamu duduk disebelahnya Leley." Aarav menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan menuju kursi belakang, tepatnya di sebelah Leley. Murid perempuannya pada iri sama Leley, kenapa harus cewek itu yang duduk bareng sama Aarav. Ada yang menatap tajam Leley, ada yang bisik-bisik. Dan semua itu tidak di hiraukan oleh Leley.

"Gua duduk sini ya?" Tanya Aarav kepada Leley. Leley bingung, kenapa harus izin dulu ke dirinya? Duduk tinggal duduk. Leley menganggukan kepalanya saja.

"Kembali ke tugasnya!" Perintah Bu Kely dan semuanya kembali tugas yang di berikan Bu Kely.

"Nama lu unik." Kata Aarav ke Leley sambil terkekeh. Leley terkejut hingga pipinya merona tapi dia berusaha untuk tenang agar tidak terlihat wajah terkejut serta pipinya yang merona.

💧☔💧

Haii semuanya, maaf ya kalau ada typo maklum soalnya author baru belajar buat cerita hehe..

Mampir juga yuk ke cerita satunya author, judulnya

HELP ME TO REMEMBER YOU

Jangan lupa vote, coment dan share ke teman-teman kalian ya. Terimakasih semuanya:)

LELEYStories to obsess over. Discover now