Apa ini bercanda?

954 67 6
                                        

~Let's happy read~





"Apa mama perlu ikut dan tinggal disana?" Bae Joohyun yang memiliki nama panggilan Irene anak semata wayang keluarga Bae terpaksa di ijinkan orang tuanya karena keinginan putri mereka.

Ibunya sangat khawatir dengan putrinya yang akan tinggal sendiri di asrama tanpa orang tua ataupun sanak keluarga. Ia tahu persis putrinya tidak bisa jauh dan selalu berada di zona aman kapanpun dan manapun.

Namun melihat tekad kuat putrinya, baik ayah juga ibunya akhirnya terpaksa mengijinkan dengan syarat teman yang di kenal baik oleh mereka ikut. Beruntung putri keluarga Kim sahabat putrinya juga akan mengenyam pendidikan di universitas ternama di Seoul.

Walau tidak bisa dipungkiri mereka tetap merasa was-was dengan sahabatnya tersebut, setidaknya putrinya tidak sendirian disana.

"Mama mau ikut sekolah juga?" Tanya Irene setengah bercanda membuat si ibu mendelik kesal.

"Anak ini, lihat kelakuan putrimu Tuan Bae. Kepalaku sakit." Irene terkikik geli melihat tingkah ibunya. Ayahnya hanya menggeleng tidak percaya.

"Sayang, putri kita masih satu kota dengan kita. Dia hanya akan sekolah dan tidur di asrama bukan untuk pindah rumah." Irene tersenyum mengangguk setuju, rasa khawatirnya terkalahkan oleh keinginannya untuk belajar hidup mandiri.

"Kita bisa melihatnya setiap hari, sore atau malam agar tahu kondisi putri kita." Mereka berdua yang mendengar memberi reaksi berbeda.

"Papa!!! Sayang!!!" Irene ingin menangis sedangkan istrinya memberikan binar penuh terimakasih.

"Sudah diputuskan. Sekarang cepat tidur, agar besok tidak kesiangan Irene." Ayahnya beranjak dari sofa ruang keluarga. Irene menatap harap pada ayahnya..

"Pa..." Namun tidak di gubrisnya. Ibunya mengusap rambut putrinya sayang.

"Ayo tidur. Mama tidak sabar besok ingin lihat bagaimana asramanya."

Irene menangis dalam hati T^T

🐻🐻🐻


Seoul, University.

Irene menghirup udara segar pagi. Matanya terpejam dengan kedua tangannya di rentangkan, disampingnya Yerim tersenyum lebar dengan kedua tangannya di pinggang.

"Segar sekali rasanya." Irene mengangguk masih tersenyum manis.

"Ok, mari kita masuk." Seru Yerim menggandeng tangan kanannya. Mereka berdua baru selangkah berjalan dan angin dingin tiba-tiba berhembus ke arah mereka.

"Kalian tidak lupa kami ikut kan?" Keduanya berhenti dan menoleh. Kim Yerim langsung menunduk dalam.

"Saya minta maaf." Diapun berlari dan mengambil koper di samping Tuan Bae. Setelah mengambilnya, ia kembali menghampiri Irene. Yerim memang semobil dengan Irene agar mudah. Mereka kembali akan berjalan sebelum...

"Hei anak nuda, bukankah ingin belajar hidup mandiri." Irene berdecak kesal dan mengambil koper di samping ibunya.

"Maaf dan terimakasih." Yerim diam-diam terkikik geli masih melihat ke depan tidak menoleh ke belakang.

Cool & Pretty! [SeulRene]Stories to obsess over. Discover now