-Between Us-

24 10 0
                                        

Pagi pagi sekali gadis imut lucu yang terkenal seperti anak anak itu sudah
duduk mencuat di teras rumahnya.
Dengan seragam yang lengkap, ia menanti seseorang yang sudah seminggu lalu diangkatnya sendiri sebagai pacar.

Sudah lima belas menit lebih ia menunggu sosok ojek nya yang tak kunjung menampakkan diri. Ia sudah bosan. Saking bosannya dirinya sampai menghitung kendaraan yang lewat, pedagang gerobak serta orang yang lalu lalang. Kalau soal menunggu Tara lah yang paling terdepan yang tak pernah melafazkan kata bosan untuk seorang pacar angkatnya Antariksa.

Tak heran juga orang orang sering mengatakan dirinya aneh. Pelupa, kalau saja tidak ada ojek dari pacar angkat mungkin dirinya tak kan pernah sampai ke sekolah. Tersesat? Iyalah, sampai sampai dirinya sempat
mampir di warung untuk makan dan berakhir di pohon besar dalam keadaan tak sadar. Dulu sewaktu dirinya belum bertemu Antariksa. Ia bertanya kenapa dirinya disini? Kenapa ia pakai uniform? Bukannya sekarang minggu? Kumat deh. Mending tidur dulu mana tau langsung sampai rumah. Ucapnya bermonolog sendiri.

Nyaris saja semalaman diriku menghuni pohon besar itu. Jikalau seorang Antariksa Melviano tidak melewati jalanan sepi itu.

Singkat cerita ia ditawari untuk menumpang sekalian diantar pulang.
Lelaki itu juga iba menatap Tara dengan raut polosnya. Sedangkan si empu tak peduli sedikitpun dengan dirinya sendiri.

Ia berceloteh panjang lebar dan nggak jelas kepada lelaki itu. Ia dibuat bingung, padahal dirinya menanyai perihal alamat gadis itu, tetapi jawabannya hanya dirinya yang mewek mewek karna jokiy nya keserempet motor.

Jokiy? Tupai yang diajaknya berbicara ketika di pohon besar tadi. Yang katanya seperti keluarga sendiri.
Hadeuhh. Cowok itu hanya mengusap usap kupingnya yang panas karna celotehan gadis itu.

Lelaki itu menghentikan motornya di sebuah kedai mie tiauw pedagang kaki lima. Anta berpikir mungkin karna kelaparan gadis yang ditumpanginya ini ngelantur nggak jelas.

"Ok. Terakhir kali gue tanya, dimana alamat rumah lho?". Tanya Anta mencoba bersabar dengan Tara.

Gadis itu mengetuk ngetukkan telunjuknya di kepala nya seolah berpikir.

"Dimana ya? Gue aja lupa". Jawab Tara dengan kelewat santai.

"Uhukkk uhukkk apa???!". Kejut lelaki itu. Tara ngasal mengambil minuman di depannya dan langsung menyodorkannya pada Anta.

"Kenapa-". Ujarnya kelewat polos pula meletakkan gelas itu kembali di tempatnya. Mata lelaki itu membelotot saat menyadari minuman yang diminumnya barusan.

Pppbbbruuuuu

Ia menyemburkan minumannya kembali tepat di muka Tara.

"Apa apaan ini, pokoknya lho harus tanggung jawab!". Ujar Tara nyolot.

"Sorry sorry gue nggak-". Ucapan Anta terpotong.

"Nggak lunas cuman karna maaf lho, gue mau panggil pak KUA kesini". Ucapnya kesal. Anta yang mendengar gadis itu kembali ngelantur tertawa kelepasan.

"Pfft...huahahahahaha anjirr perut gue nggak nahan buat ketawa". Celetuk lelaki itu tertawa sepuasnya.

Brakkkk

Tara menggebrak meja tak terima dipermainkan.

"Ok kalau lho nggak mau. Gue Attara MeiRania detik ini juga ngangkat lho sebagai pacar dan tukang ojek gue". Ucapnya spontan tanpa berdosa.

"Nggak bisa! Gue Antariksa Melviano sudah punya pacar". Tolak lelaki itu tak terima.

"Terserah kalau lho udah nggak mau liat tuh cewek hidup". Ancamnya.
"Sekarang antar gue pulang!". Pintah nya tanpa bisa dibantah. Anta mengusap kembali wajahnya gusar.

Ia membayar makanan tersebut.

"Pacar mas lucu ya, cantik lagi".ujar penjual itu sambil cekikikan. Lagi lagi Anta menghela nafas kelewat pasrah. kemudian pergi dan menarik pergelangan Tara.

"Sekali lagi gue tanya, dimana alamat rumah lho". Tanya lelaki itu dengan ekspresi datar.

"Budeg ya lho, daritadi gue bilang nggak tau". Balas gadis itu kembali nyolot. Lagi dan lagi Anta menghela nafas mencoba bersabar. Ia tak ingin membentak atau pun main kekerasan dengan perempuan.

Dengan ragu ragu ia mengerjai gadis itu menjalankan motornya dan pergi meninggalkan gadis itu. Baru beberapa meter, Anta kembali dan melihat gadis itu sudah kesandung batu. Terduduk manis dijalanan. Sambil seseanggukan. Kedua lututnya sudah memerah.

"Hiks hiks pacar kok ja...hatt sih". Ujarnya seseanggukan.

Ya allah hari apa ni, kalau mimpi tampar aja hamba ya allah pasrah hamba gumam Anta benar benar pasrah.

Ia berjalan dan menggendong Tara menaiki motornya.

"Pinjam ponselnya baby". Ujarnya ngasal. Pasalnya ia benar benar tak mengerti menghadapi sang pacar angkat. Tara merogoh sakunya dan memberikan benda pipih itu kepada
Anta. Akhirnya ia pu bisa mengantarkan gadis ini.

     anggap aja pc Tara lagi bosen😉

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

     anggap aja pc Tara lagi bosen😉

     anggap aja pc Tara lagi bosen😉

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

🌷🌷🌷🌷🌷

Dor dor dor author back with new story😄😄 jom join lagi bosen, ini beneran isi pemikiran author sendiri. Judulnya pun itu masih ngasal. Kalau this story nanti benar benar tamat barula author revisi.

Onlymine? Masih proses pemikiran. Semoga saja semuanya suka amin ya rabbal alamin. tak suka pun tak pe.

Jangan lupa selau tebarkan bintang nya yang paling bawah sebelah kiri, kalau para readers lupa hehe😁😁
Mohon bantuan saran manteman plen dan all saya benar benar bahagia kalau ada yg mau ngasih saran.
Dadahhhh

Between usWhere stories live. Discover now