1

33 1 0
                                        



Happy reading
.
.
.







Oh sehun, laki-laki yang selama ini sosoknya selalu hadir di sisiku, menemaniku, menguatkanku. Ia sungguh pria yang sangat baik dan bertanggung jawab, kami mulai mengenal di saat kami masih duduk di bangku sekolah dasar, aku masih ingat saat itu bagaimana ia memperkenalkan dirinya kepada ku dengan tampang super juteknya, dan itu sangat lucu.

Kami tumbuh menjadi remaja bersama sama, ibunya — bibi carol adalah bibi yang sudah bekerja bersama keluarga ku selama 20 tahun, dan ayahnya — paman johnny juga sudah menjadi supir pribadi keluarga ku sejak lama, sehun sedari kecil selalu ikut bersama orang tuanya untuk pergi ke rumahku dan berakhir dengan dia yang bermain bersama ku, aku sangat bersyukur tuhan mempertemukan ku dengannya, dengan seorang oh sehun yang sangat pemberani dan juga penyayang.

Orang tua ku tidak pernah melarangku untuk bersamanya, tidak seperti kisah yang aku baca di novel dimana pemeran utama wanita yang tidak boleh berteman dengan anak pembantunya sendiri, tidak mama dan papa ku tidak seperti itu, justru mereka senang kami berdua menjadi teman akrab dan tumbuh bersama. Dia tidak pernah marah kepadaku walaupun aku selalu bersikap manja kepadanya, aku merasa sangat disayang olehnya.

Aku mempunyai kakak bernama jungwoo, dia kakak ku satu satunya, aku dan sehun juga sering menghabiskan waktu bersama dengan kak jungwoo, kak jungwoo selalu mengajak kami pergi jalan jalan saat ia sedang tidak sibuk, tetapi saat ini ia berada di US untuk melanjutkan pendidikannya, aku rindu kepada nya namun dia tetap harus melanjutkan pendidikannya bukan? lagi pula sehun masih selalu berada disisiku.

Saat ini sehun dan aku sudah duduk di bangku kelas 11 SMA semester akhir, aku berada di kelas yang tepat berada di samping kelasnya, itu memudahkan kami untuk terus bersama sama, maupun pulang pergi sekolah atau jajan ke kantin, sebenarnya di sekolah selain kami berdua kami juga mempunyai teman yang biasanya kita selalu bersama sama saat akan ke kantin, teman sehun jackson dan teman ku eunsoo, kami berempat merupakan teman yang akrab.

Kehidupanku bukan lah kehidupan yang sempurna, orang orang yang tidak mengenalku dengan baik mungkin berpikir bahwa aku adalah wanita yang beruntung, hidup dalam kemewahan, di kelilingi oleh orang orang yang sangat sayang kepadaku, dan juga kecantikan dan kecerdasan yang melekat pada diriku. Namun, mereka tidak tahu di dalam kesempurnaan itu pasti ada celah, bahkan celah ini yang paling berpengaruh kepada hidupku, celah yang sewaktu waktu dapat merubah seluruh rencana ku di masa depan, aku berusaha kuat dan tetap tegar tetapi—






ada kalanya orang berada di tahap 'menyerah' dari sebuah cobaan bukan?






.
.
.

Hari ini sehun seperti biasa pagi pagi sudah ada di rumahku untuk mengajak ku pergi ke sekolah bersama, aku dengan cekatan mengambil tasku dan turun kebawah untuk menemuinya, aku mencari nya ke ruang tamu tetapi ia tidak ada, kemana pergi nya sehun?

Aku mencari carinya ke dapur bahkan ke kebun belakang, dan ternyata ia sedang membantu ibunya menyiram tanaman di kebun samping.

"Kau sudah siap sa?." Tanya sehun setelah menyadari bahwa aku telah berada tepat di belakangnya.

"Pagi salsa." Bibi carol menyapa ku dengan senyuman hangatnya.

"Pagi bibi." Aku membalas perkataan bibi carol dan lebih memilih mengabaikan pertanyaan sehun.

"Ayo kita berangkat sehun nanti telat." Ucapku dan di tanggapi dengan kekehan sehun

"Oke, ayo!."

.
.

Saat ini aku dan sehun sedang berada di perjalanan menuju ke sekolah menggunakan mobil milik ku, aku berceloteh ria menceritakan apa saja yang berada di isi kepalaku, untung nya sehun tidak protes ia malah mendengarkan ku dengan baik dan sesekali terkekeh mendengar guyonanku, aku selalu merasa nyaman di dekatnya.

Selama 12 tahun aku mengenalnya ia tidak pernah memarahi ku bahkan sekalipun, jika aku melakukan kesalahan ia lebih memilih berbicara dengan ku dengan perlahan, dan memberi ku nasehat dengan lembut, selama itu juga aku selalu menurut kepadanya jika ia sudah menceramahi ku, karna jika tidak ia akan terus terus an berceramah dan tidak tahu waktu, bahkan dulu aku sempat tidak mau mengalah dan berakhir dengan dia yang menasehatiku selama 3 jam.

"Sasa nanti tungguin aku di kelas pas jam istirahat oke? Kita ke kantin bareng."

"Okay hunnie."

Hunnie adalah panggilan kesayangan ku kepada nya, dan panggilan sayang ia kepada ku adalah sasa, sedang kan teman teman di sekolah ku memanggilku dengan salsa.

Setelah sampai di parkiran, kami berdua pergi ke kelas ber sama sama, hampir saja aku tersandung batu jika sehun tidak dengan sigap menarik pinggangku kesebelahnya, aku memang ceroboh.

"Sasa jalan nya pelan pelan." Nah kan dia mulai.

"Iya iya."

Saat sampai di depan kelasku, dia mengusap pucuk kepala ku pelan dan tersenyum manis.

"Jangan terlalu deket sama mark ya? Aku ga suka." Ia menatapku dengan tatapan yang serius, dan perkataan nya membuat ku terkekeh sekaligus malu.

Aku hanya mengangguk an kepalaku, dan setelahnya sehun menyuruhku masuk ke dalam kelas, saat ia sudah memastikan aku duduk di tempat duduk ku, ia pergi ke kelasnya.








Tuhan, izinkan aku untuk terus bisa merasakan hal hal kecil yang membuat ku bahagia seperti ini..

.
.
.
.
.




To be continued

____________________________________

Yang penasaran sama kelanjutannya vote ya hehehe, thank u yang udah baca!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 24, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

struggle ; oshStories to obsess over. Discover now