Prolog

19 1 0
                                        

"Haish! Dikit lagi itu ih!" Gerutu Mala ketika boneka yang ingin ia dapatkan kembali terlepas dari pencapit.

Lagi-lagi ia gagal mendapatkan boneka beruang kutub di dalam claw machine itu. Ia menatap koin yang berada di genggaman tangan kirinya. Tersisa 2 dari 10 yang ia beli.

"2 kesempatan terakhir harus dapat!"

Mala kembali memasukan 1 koin, dan mulai mengarahkan pencapit itu. Setelah merasa pas di atas boneka itu, Mala menekan tombol lalu menatap boneka itu penuh harap.

Pencapit itu berhasil mencengkram boneka. Tetapi, bukan claw machine namanya kalo tidak menyebalkan dan melepas boneka yang jelas-jelas sudah dicengkram.

Argh!

Mala sudah sangat geram, sampai beberapa pengunjung menatapnya heran. Termasuk salah seorang pegawai yang tak jauh dari Mala. Tetapi Mala tidak peduli. Ia menatap 1 koin terakhirnya dengan kesal. Ia sudah tidak mood untuk mendapatkan boneka itu. Ia meninggalkan koin terakhir itu di claw machine. Lalu berniat membeli es krim dan pulang ke rumahnya.

Pegawai yang memperhatikan Mala menghampiri claw machine itu. Ia mengambil koin terakhir Mala dan mencoba mengambil boneka beruang kutub itu.

Selamat anda berhasil!

Pegawai itu mengambil boneka yang berhasil ia dapatkan. Sembari tersenyum geli, ia berjalan kembali ke tempatnya dan menyimpan boneka itu di dalam tasnya. Ia melepaskan topinya lalu bersiap untuk pulang. Sekarang tepat pukul 7 malam, shift jaganya sudah selesai.

Sebelum meninggalkan area bermain, ia berpamitan dengan teman kerja serta managernya. Lalu ia berjalan menuju basement dan menghampiri motor vespa kesayangannya. Setelah mengenakan helm dan menyalakan mesin motornya, ia melajukan motornya meninggalkan pusat perbelanjaan itu dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.

.
.
.
.
.

Halo teman-teman pembaca!
Welcome to Cakramala!
Btw,
Ini cerita pertama setelah sekian lama mencoba menulis cerita 😌
Semoga suka dan bisa add Cakramala ke perpustakaan kalian!

Jangan lupa voment💕!

Cakramalaحيث تعيش القصص. اكتشف الآن