Aku tidak tau harus memulainya darimana, jujur saja aku adalah wanita yang benar benar tidak tau malu, ceroboh, lemot dalam segala hal, cengeng, penakut ah entah apa lagi bahkan terkadang aku merasa jengkel dengan diriku sendiri
Tapi ya sudahlah lupakan itu dan mari kita menikmati hidup ini, hidup yang penuh akan permainan, eksperimen gila para penggila harta dan ilmu.
Yang naasnya aku terlibat dalam uji coba super gila dalam kehidupan nyataku saat ini, aku mual..... kalian tidak percaya?
"Ayolah Moon habiskan aku ingin tau seberapa ampuh kulit jeruk ini untuk mereda gatal di tubuhku, ayo habiskan"
Rose mengomando penuh semangat padaku sedari tadi wanita itu mencubit bahkan tidak segan segan menendang kakiku hanya untuk membunuhku dengan kulit jeruk di depanku.
"Kk...kau Ros apa ingin mencekik leherku dengan kulit orrange ini?"
aku melenguh menghirup nafas sebanyak mungkin karna sekarang dadaku serasa terhimpit tertindih berton ton beton.
"Tentu saja tidak mana mungkin aku melenyapkanmu, kau separuh nyawaku Moon"Rose mencebik aku geli melihat bibirnya yang aduhaii tebal dengan mata berair yang tidak tau sejak kapan dia meneteskan obat mata andalannya itu, Rose rese.
"Jadi cepatlah telan lagi kulit jeruk itu siapa tau dengan dimakan tubuh kita tidak akan digigit oleh nyamuk nyamuk nakal itu"
Mati matian aku menelan potongan kulit jeruk mengunyahnya memaksa tenggorokanku untuk mempersilahkan si lembut kulit jeruk lewat sampai kontrakan lambung.
"Cukup, ini sudah separuhnya bukan?, sudah cukup" ucapku tersengal dadaku sesak beneran.
Aku menyambar gelas di depan Rose menengguknya beberapa detik menikmati sensasi sejuk menyeruak di lorong tenggorokanku.
Rose dia membuatku menjadi wanita gila hari ini, membangunkanku tengah malam merengek mengeluh tidurnya terusik oleh nyamuk kecil yang nakal.
Sampai mengganggu sarapan pagiku dengan menelfon dan mengirim pesan, dan saat ini dia membuatku menelan seperempat kulit jeruk dari satu kilo kulit jeruk yang dia bawa dari rumah.
"Apa apaan, itu belum setengah kamu baru makan satu plastik kulit jeruk, masih ada tiga plastik Moon" Ucap Rose penuh penekanan sembari menjejaliku kulit jeruk lagi
Bola mataku hampir keluar menatap Rose emosi, dia..... tidak waras
"Hei! Kau pikir aku ini apa hah penggilingan, apa kau ingin melihatku terbujur kaku di rumah sakit lalu masuk berita...... Pemirsa sungguh konyol seorang gadis belia kehilangan nyawanya karna memakan satu kilo kulit jeruk. Iya itu yang kamu inginkan heh!"
Nafasku memburu ini batas normal aku merasakan emosi pada Rose, dia apa aku dikira tidak tau kalau didalam satu kantong kresek hitam yang dia bawa bersama kulit jeruk itu adalah kelopak mawar.
Emangnya aku ini apa di jajanin kaya gitu.....
"Loh kok kamu emosi sih Moon aku tidak ada maksud apapun apalagi mencelakaimu, lagian emang bener kulit jeruk bisa membunuh orang ya?" Rose memutar mata melihat ke atas menimang nimang ucapanku.
"MASA BODO!!"
"Yah udahlah lagian aku kan tidak memaksamu Moon untuk memakan banyak banyak kulit jeruk, soalnya aku juga bawa kelopak mawar buat kamu siapa tau tubuh kamu harum iya nggak?" Rose menaruh kantong kresek hitam dan membukanya
"Kamu mau?"
Rose dia membuatku.....
"Aku pulang!"ucapku setengah berteriak pada Rose yang bergeming dengan senyuman manisnya.
"Ya udah buat nyekar ajah deh" Ucap Rose bermonolog sendiri sambil cekikikan penuh kemenangan.
Dia berhasil membuat Moon marah dalam waktu kurang dari satu hari, itu sungguh LUAR BIASAAAA.
🌲MOON NUR LAIL
🌲ROSELIA YAHYA
🌲LANGIT BIRU
🌲BINTANG BIANTARA
YOU ARE READING
0,1% {Nol Koma Satu Persen}
Teen FictionYang aku tau dia selalu tersenyum dan menawarkan malam indah penuh cinta,dia yang selalu menampakkan diri dengan keajaibannya, yang membuat debaran jantungku melemah karna kehadirannya yang tiba tiba🏵 Dia yang menjadi nyata........
