01

83 10 2
                                        

"Kau ini, niat bekerja atau tidak?! melakukan hal sepele seperti itu  saja tidak bisa!" Teriakan seorang pria menggema diruangan itu.

"Maaf pak, saya benar-benar tidak sengaja" Kata seorang gadis dengan ketakutan yang menyelimuti dirinya.

"Gaji kamu saya potong!"

"Tapi pak.."

"Tidak ada tapi tapi an, sekarang kamu keluar dari ruangan saya dan lanjutkan pekerjaan mu" Pria itu memotong ucapannya sambil menunjuk kearah pintu yang sedikit terbuka.

Gadis itu menundukkan kepalanya dan segera berlalu dari ruangan itu.

"Bagaimana,Ta?" Tanya salah satu karyawan yang ada disana dengan nada khawatirnya.

ALLETA PUTRI DIANA, ya gadis tadi bernama Aletta. Gadis malang yang hidupnya tidak selurus orang normal lainnya. Hidupnya yang selalu penuh dengan kejutan membuatnya putus asa dan ingin mengakhiri semuanya. Namun, dia hanya bisa pasrah dengan takdir yang membawanya ke dalam masalah.

"Gak pa-pa, Sa. Aku cuman dipotong gaji," Senyuman merekah dibibirnya untuk meyakinkan sahabat satu satunya yang ia punya.

ANATASHA KAMELIA, Leta biasa memanggilnya Sasa. Anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya saat dia memasuki SMP. Orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat saat pulang dari pekerjaan Ayah-nya diluar negri. Sasa tinggal bersama neneknya di kompleks dekat pekerjaannya.

"Alhamdulillah," Ujarnya lalu memeluk sang sahabat.

"Lain kali kalau lagi kerja jangan melamun, Ta!" ujar Sasa setelah melepaskan pelukannya.

Mereka berdua berjalan kearah dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

Leta dan Sasa, dipertemukan di salah satu cafe ternama di Yogyakarta. Sasa bekerja disana sejak ia lulus SMA. Dia bekerja untuk membiayai kuliahnya yang tertunda. Sasa bertemu Leta, saat Leta melamar kerja disana.

Leta itu anak kostan. Dia bekerja untuk membiayai hidup dan sekolahnya. Bulan depan Leta lulus sekolah SMA-nya. Dia hidup sendiri. Tanpa adanya kasih sayang orang tua.

"Kamu mau langsung pulang,Ta?" Tanya Sasa.

kini keduanya sedang berkemas untuk pulang kerumah masing-masing.

"Iya, Sa. Dia udah nunggu daritadi di kostan." Sasa menjawab dengan anggukan.

"Yaudah,Ta, aku pulang duluan yaa. Dadah leta!"

Leta memandangi punggung sahabatnya yang semakin lama menghilang di balik pintu masuk cafe.

Alleta sangat bersyukur telah dipertemukan dengan sahabat yang mau menerima apa adanya.

Leta segera mengambil slingbag nya, menyampirkannya dibahu kanan dan beranjak dari sana menuju kostan dimana ia tinggal.

"Kamu ini lama banget, Kakak udah nunggu setengah jam lho!" Ujar seorang laki-laki tinggi saat melihat Leta memasuki area kostan nya.

"Hehe, maaf Kak Raka tadi aku mampir ke minimarket bentar."

RAKA PUTRA ADIJAYA, Kakak kandung dari Alleta. Raka anak kedua dari keluarga Adijaya. Keluarga kaya yang memiliki saham terbesar di Yogyakarta. Raka adalah satu-satunya orang yang menyayangi Alleta di keluarganya. Raka selalu membela sang Adik jika masalah menimpanya.

Raka merasakan apa yang Adiknya rasakan. Tidak pernah dianggap dalam keluarganya. Anak yang tidak pernah ditrima dalam keluarganya. Anak yang selalu di abaikan. Anak yang kurang kasih sayang. Raka bertekad akan membahagiakan adiknya itu bagaimanapun caranya. Raka berjanji akan melindungi adik tersayang nya itu.

Alleta sengaja mengganti namanya semenjak Ia tidak tinggal bersama keluarganya. Dia ingin menutupi statusnya agar keluarganya tidak malu karena memiliki anak sepertinya.

ALLETA PUTRI ADIJAYA, nama sesungguhnya. Alleta mengganti nama Adijaya menjadi Diana. Nama Diana sendiri diambilnya dari nama gabungan mamahnya dan adiknya. Awalnya Raka tidak menyetujui itu. Tapi karena bujukan Alleta, akhirnya Raka menyetujuinya.

Alleta menggiring Kakaknya untuk masuk kedalam kostan yang minimalis itu. Raka duduk disofa yang ada di sana sedangkan Alleta, ia menuju kearah dapur untuk menaruh bahan makanan yang ia beli di minimarket tadi.

Setelah selesai dengan dapur Alleta segera masuk kedalam kamar mandi guna membersihkan diri.

Alleta keluar dengan wajah yang fresh. Ia menghampiri Raka yang sedang memainkan handphone nya. Alleta duduk disebelah Raka dan langsung berhambur ke pelukkan hangat sang Kakak.

Raka yang mendapatkan tindakan seperti itu terlonjak kaget. Ia terkekeh, menaruh handphonenya di atas meja yang ada didepannya. Raka membalas pelukan sangat adik dengan penuh kasih sayang. Raka mengelus rambut belakang Alleta.

"Kamu apa kabar, hmm?" Tanya Raka masih dengan posisi yang sama.

"Allhamdulilah baik, Kak. Kakak sendiri apa kabar?" Alleta menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang Kakak, mencari kehangatan dan kenyamanan disana.

"Baik juga."

"Aku rindu, Kakak," Alleta mulai meneteskan air matanya.

"Kakak juga rindu kamu, Dek," Raka membiarkan Alleta menangis didadanya, mengecup puncak  kepalanya, mengusap punggung mungilnya dengan sayang.

Raka akan datang mengunjungi Alleta seminggu sekali. Dia datang untuk melihat keadaan Alleta. Dia rela membagi uang jajannya untuk Alleta. Meski Alleta menolaknya karena dia sudah mempunyai penghasilan sendiri dari bekerja sebagai pelayanan cafe.

Setelah di rasa Alleta tenang, Raka melepaskan pelukan Alleta. Raka mengelus pipi adiknya yang selalu menjadi korban tamparan ibunya. Mencium kedua pipinya lalu memeluknya erat seakan tidak ingin kehilangannya. Alleta kembali menangis, mengingat semua kejadian disaat dirinya masih tinggal di rumahnya dulu.

Ahh dia sangat merindukan keluarganya meskipun dia tau mereka tidak akan pernah merindukannya.

ALLETAWhere stories live. Discover now