Happy Readings! ♥
Tinggalkan jejak saat baca,
Vote dan komen ya;)
'Sesuatu yang baru, akan membuahkan hasil yang baru'
—
Aletta Fransisca, gadis cantik belasteran Pakistan-Indonesia. Ia mempunyai rambut bewarna hitam lebat, bola mata hitam pekat, serta tubuh yang terbilang cukup ideal membuat para kaum ada yang melihatnya terpesona.
Aletta lahir di Jakarta, sang ayah yang bernama Hekmal Frans Iskandar dan ibu bernama Santi Dhia Asisca, serta seorang kakak semata wayangnya bernama Adavin Dhiokandar. Aletta tergolong dari keluarga yang cukup mampu, Hekmal yang bekerja sebagai bos di perusahaan ternama di Jakarta dan Santi yang mempunyai butik dengan beberapa cabang yang menyebar di berbagai daerah, khususnya Jakarta.
Lima tahun yang lalu, Aletta dan keluarga pindah ke London karena ada urusan bisnis orang tuanya. Tetapi, sekarang ia sudah berada di Jakarta dari seminggu yang lalu.
Hari ini adalah hari pertamanya ia menjadi anak baru di sekolah 'SMA Nusa Bangsa', yaitu sekolah terfavorit di Jakarta.
***
Pagi pagi buta Aletta sudah siap dengan seragam sekolahnya. Dilihat jam masih pukul enam pagi itu berarti masih ada waktu untuk membereskan kamarnya. Ia menyetel lagu dengan musik box bluetooth kesayangannya. Sesekali Aletta ikut melantunkan lirik lagu tersebut.
🎶Laskar Pelangi
Takkan Terikat Waktu
Bebaskan Mimpimu Diangkasa
Warnai Bintang Dijiwa
Menarilah dan Terus Tertawa
Walau Dunia Tak Seindah Surga
Bersyukurlah Pada Yang Kuasa
Cinta Kita Didunia
Selamanya...
Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamarnya, tetapi Aletta kalau sudah berkonser seperti orang bolot. Davin -kakaknya- sudah jengah dengan kelakuan adiknya, ia memutuskan untuk menelponnya, padahal saat ini Davin sedang berada di depan kamar Aletta.
Saat lagu berhenti, saat itu juga ponsel Aletta berbunyi. Ia mengerutkan dahinya, siapa yang menelponnya pagi pagi buta seperti ini. Ia berjanji kalau yang dibicarakan tidak penting, ia akan memarahinya. Aletta pun menghampiri ponselnya yang sedang di charger diatas meja.
Nama 'Kak Davin' terpampang jelas di layar ponselnya.
"Apaansi lo kak, satu rumah gini pake telpon, kebanyakan pulsa lo," ucap Aletta.
"Buka Pintu" ucap Davin disebrang sana.
Alettapun dengan reflek membuka pintunya, dilihatnya kakaknya yang sepertinya sedang kesal dengan muka kucel, rambut acak acakkan, seperti khas orang bangun tidur.
"Kenapa lo? tuh muka pagi pagi udah kayak pemuda jalanan" ucap Aletta dengan santainya.
"EMANG DIKIRA INI RUMAH LO DOANG? NYETEL MUSIK PAGI PAGI BUTA KAYAK GINI. MATIIN MUSIK BOX LO, ATAU GUE BUANG TUH MUSIK!". Davin pun langsung pergi meninggalkan Aletta.
"Yee tuh bocah udah ngomel aja pagi pagi, cepet tua aja baru tau rasa" omel Aletta didepan kamarnya.
"ALETAAAAA MATIIN MUSIK BOX LO!" teriak Davin dari kamarnya, Aletta yang mendengar teriakkan Davin pun langsung masuk kekamarnya dan mematikan musik box kesayangannya.
YOU ARE READING
Argaletta
Teen FictionArga dan Aletta - Arga Dirga Prawilliam, cowok tampan bersifat dingin yang tak sangka mempunyai banyak masalah yang ia sembunyikan dari orang lain. Ia bertemu dengan seorang gadis yang menjadi anak baru disekolahnya mampu membuat hati nya bangkit la...
