Salam olah.. eh salam kenal

17 1 0
                                        

Bagaikan hujan di pagi-pagi, di hari senin ya tidur lagi..
Salah satu lirik lagu yang bersua, berasal dari radio rumah kediaman keluarga Gibran. Ya, cuaca pagi hari ini memang hujan. Tapi haruskah si penyiar radio juga mengubah lirik lagu dari lagu aslinya??  Mari kita abaikan..

Bagi seorang Gibran Gabriel, si anak kedua setelah si anak pertama muncul yaitu Gibran Gatra, hari ini bukanlah keberuntungannya.

Ia terlambat bangun, dan berakhir dengan berdiri ditengah lapangan selama satu jam pelajaran, bersama kedua sahabatnya, Victoria Zen dan Jemin Putri. Sedangkan satu pelajaran itu sama dengan 3 jam, jadi mereka harus berdiri selama 3 jam.

Yah.. itu sudah menjadi makanan setiap hari senin bagi mereka.

Jika perlu sesuatu untuk disalahkan, maka salahkan saja Gabriel, karena Zen dan Jemin terlambat pun karena menunggu Gabriel bangun. Katanya susah senang dipikul bersama teman.

Tidak ada seorangpun yang tidak kenal mereka. Mereka tumbuh bersama, di komplek perumahan yang sama dan di keluarga yang berbeda. Ya karena orang tua mereka berbeda.
Mereka sama-sama masuk di kelas F, dan penduduk kelas F biasa menyapa Gabriel dengan Gege, Zen dengan Zeze, dan Jemin dengan Jeje. Itu permintaan dari ketiganya, saat perkenalan hari pertama di kelas 12.

Cuaca sangat menguntungkan bagi mereka, karena tidak terlalu panas saat setelah hujan tadi pagi.

Kalau bukan karena uminya, mungkin Gege benar-benar melewatkan hari senin nya dengan tidur.
Beberapa kali, Gege menguap dan itu membuktikan bahwa ia masih membawa rasa kantuknya sampai sekarang. Dan dengan lancangnya, Zeze memasukan roti tak beserta bungkusnya kedalam mulut Gege akan tetapi Jeje lebih dulu mengambil alih dan berakhir roti berselai cokelat itu mendarat sempurna dimulut Jeje.

"Hoamm.... mmm. Anju! mulut gue gak usah dibekep juga kali Je." Gege

"Hehehe.. sorry Ge, reflek gue soalnya." Jeje

"Roti mana cukup. Gue masih laper, gak afdol kalau gak ke kantin. Kantin yuk." Jeje

"Gak boleh! Gue udah ketinggalan pelajaran pertama, gara-gara Si Babi,!!." Zeze

"Ya gak usah ngegas Nyet!!" Gege

Hampir saja Jeje akan menodai mulutnya dengan perkataan kasar, untuk ikut menyahut perkataan kedua temannya, terhenti saat bunyi bel pergantian pelajaran terdengar. Dan itu menandakan hukuman mereka telah usai, dan berlanjut ke pelajaran kedua.

Karena kelas mereka kelas F, mereka harus melewati koridor kelas 12 yang panjangnya dari kelas A sampai kelas terakhir kelas F. Karena waktunya pergantian pelajaran, jadi banyak siswa siswi yang keluar kelas untuk beberapa keperluan.

Mereka bertiga lagi-lagi jadi bahan gunjingan, karena keterlambatan mereka dan karena mereka kelas F. Berbanggalah kalian yang masuk di kelas 12 selain kelas 12F, karena bagi mereka yang masuk ke kelas 12F sudah dicap bodoh oleh seluruh penduduk sekolah.

"Sudah bodoh, kenapa harus manambah buruk diri sendiri dengan terlambat sih."

"Jauhi mereka! Mereka dari kelas bodoh."

"Ini hari senin, kenapa mereka harus terlambat?.."

"Apa mereka tidak memiliki rasa malu."

"Beruntung aku tidak masuk di kelas F."

Itu beberapa gunjingan yang mereka dapatkan setelah melewati koridor depan kelas A, kelas orang jenius katanya.

Ber3 tapi Ber1Where stories live. Discover now