Sesuatu yang paling dipercayai seorang Tamara ya hanya satu, tidak mungkin seseorang hidup tanpa senyuman. Karena menurut Tamara senyuman itu menjadi alasan seseorang dapat bahagia.
Jadi serasa mustahil jika seorang cowok setajir Raka tidak pernah tersenyum. Hampir seminggu Tamara sekolah di sekolah barunya. Dan hampir setiap hari melihat Raka _ya jelas, lha wong satu kelas_ tapi tidak pernah Tamara melihat senyuman di wajah datar itu.
Cowok itu sempurna, iya Tamara memang mengagumi Raka atau apakah dapat ia sebut menyukainya?. Raka itu ganteng, otaknya juga cling, kaya? o ya jelas, tapi coba dipikir lagi mana ada orang betah menahan senyum selama itu.
☘☘☘
Raka itu hanya malas saja berurusan dengan cewek semacam Tamara. Seorang yang selalu ceria dan tidak pernah melunturkan senyuman dari bibirnya. Siapa yang tau isi hatinya? Dasar cewek aneh.
Baru beberapa hari Raka satu kelas dengan Tamara, tunggu satu meja malah. Duduk dengan cewek tidak bisa diam seperti Tamara itu sangat menyebalkan. Bagaimana bibir itu tidak perna berhenti mengoceh, dan kelakuan unfaedahnya yang selalu membuat Raka ingin mengundurkan diri dari kelas.
Tapi kenapa hanya Tamara saja yang berani bicara padanya. Kadang Tamara mengingatkan Raka pada seseorang yang dulu pernah mengembangkan senyumnya, serta seseorang yang sampai saat ini ingin Raka lupakan.
haloooooo.
Dimaklumi ya pengalaman nulis pertama di sini soalnya.
Semoga suka, yha walau mungkin rada tijel.
Terus jangan lupa pencet yang pojok kiri bawah itu❣❣❣❣❣
CITEȘTI
Khayal
Ficțiune adolescențiKetika memilikimu hanyalah sebuah khayal ku. Tentang cinta bertepuk sebelah tangan, tapi bukan terjebak friend zone ya. Bagaimana mau jadi friend kalau yang di pilih seorang yang sekerabat dengan es batu. Tamara menyukainya , Raka Janu Buniasa akan...
