part 1

39 3 1
                                        

Pagi ini seorang gadis perempuan dari sebuah keluarga yang harmonis akan masuk ke sekolah jenjang lebih tinggi dari sebelumnya
Tentunya ke jenjang SMA

"Kakakkk ayo bangun nanti terlambat loh kesekolah"ujar seorang wanita dengan nada lembut sambil membuka sedikit selimut yg menyelimuti putrinya.

"Aduhh bunnnn bisa bentar lagi ngak banguninnyaa ,Sonya masih ngantuk banget Bun"sambil mengucek pelan matanya.

"Ngak bisa sayangg ini kan hari pertama kamu masuk sekolah masa kamu mau terlambat di hari pertama masuk sekolah"dengan memberi tatapan penjelasan dan masih mempertahankan nada lembutnya

"Hmmmm tapi Sonya masih sangattt ngantuk Bun"ujarnya dengan tatapan merayu agar di beri waktu tambahan untuk membiarkan matanya terpejam lagi.

Bundanya tidak merespon kalimat putrinya itu malah bundanya membantunya untuk berdiri dan menuntunnya ke kamar mandi

Dan  Sonya hanya bisa pasrah ketika bundanya menariknya keluar dari zona nyamannya(kelembutan selimut  tebal beserta kan kasur yang amat nyaman)

karena awal masuk sekolah baru dan belum mendapatkan seragam sekolah yang resmi maka Sonya memakai seragam smp nya dan turun dari tangga rumahnya menuju ruang makan dan sarapan bersama kedua orang tuanya beserta adik laki2nya yang berumur 10 tahun

"Hati hati ya sayangg semoga hari mu menyenangkan'' memberikan sebotol air minum kepadanya sambil  menutup pintu mobil  menyertakan lambaian tangan yang juga di balas lambaian tangan Sonya.


*****

"Pritttttttt"bunyi peluit yang sengaja di tiup oleh Kaka panitia MPLS
"Di harapkan Adik adik peserta didik baru agar berbaris sesuai jurusannya yaa" sambil menatap lapangan berharap semuanya mendengarkan dan segera berbaris.

Karena Sonya mengambil jurusan IPA maka ia mengikuti teman temannya yang sejurusan dengannya

"Ayo kita baris"ujar gresya sahabat Sonya sambil menarik paksa tangannya.

"Gresss jangannn tarik tarikk juga napa"sambil sedikit memelankan jalannya

"Aduhhh soyy Lo gimana sih kita harus baris paling depan biar lebih mudah lihat kakak pembinanya"jawabnya santai

"Bilang aja loh mau lihat abg kelas lebih jelas"gerutunya dan tetap masih mengikuti tarikan temannya itu.

Kaka kakak panitia MPLS memberikan arahan kepada semua peserta didik SMAN 17 Harapan Bangsa.

Dan tidak lupa juga memperkenalkan nama mereka masing2.
Semuanya menyaksikan dengan sangat seksama apalagi kalau semua panitia MPLS nya yang cwok ganteng2 bangetttttt.

Apalagi ketua MPLS nyaaaa
Super duperr keren abissss
Membuat semua mata tertuju kepadanya saat salah satu panitia MPLS memberika mikrofon kepadanya agar memperkenalkan dirinya

"Ekhmm (mencoba mengetes mikrofon yg di pegangnya)
Baiklah adik adik semua perkenalkan nama saya Aril zeen Adimas Diningrat"

Sontak semua menatap heran dirinya yg tadinya takjub sekarang jadi banyak tanyaa.

'oooo orang jowo toh' kalimat itu terdengar dari semua peserta didik yg lansung konek ketika mendengar nama belakang dari ketua MPLS itu

"Wahhh soyy abg itu orang Jawa yaaa
Tapi ngak nampak perawakan jawanya kan"Tampa menoleh kebelakang karena masih sangat serius mendengarkan penjelasan ketua MPLS  yg sedang memperkenalkan dirinya lebih lanjut.

Tapi Sonya pura2 tidak dengar dia merasa sangat bosan karena sudah lama berdiri  membuat kakinya sangat pegal di tambah baris paling depan yg membuatnya sangat risih.

"Brukkkkkkkk'
Tampa sadar botol air minum yg di berikan bunda sebelum berangkat tadi terjatuh dari tangannya karena sedari tadi dirinya hanya melamun akibat rasa bosan,,  lalu dia dengan cepat menunduk dan segra mengambil botolnya

"Aduhhh Untung ngak pecah, coba kalau pecah pasti bunda bakal marah nantii" sambil mengelap botolnya yg terkena debu lapangan.

Setelah selesai dengan botolnya ia kembali mengangkat dagunya yg tadi sempat menunduk karena ingin mengecek botol air minumnya yg sempat terjatuh

Ia begitu sangat kaget yg tadinya semua menatap kagum kepada ketua MPLS
Sekarang menatap sinis dirinya karena membuat kebisingan

Apalgi ketua MPLS itu yg tadinya sedang menjawab semua pertanyaan
Peserta didik baru dengan sedikit ramah walau masih mempertahankan sifat kewibawaannya malah menatap Sonya dengan tatapan dingin

"Aduhh mati gueeee" ujar Sonya dalam hati sambil  sedikit menutup muka dengan tangannya.

Hayooo gaisss gimana nih menurut kalian tentang part pertama aku
Lumayan panjang ngak sihh?:(
Soalnya aku antusias banget nulisnya biar kalian juga semangat bacanya:))

Semoga kalian ngak bosan yaaa:*
Yuk ikuti terus ceritanya sampai Sonya di pertemukan dengan ......*

Hahaha pada nungguin kann
Makanya kuyy pantengin terus
"Keluarga Diningrat"

See you the next  part selanjutnya gaiss<3
Maap kalau ada typo ya gais:(
Jangan lupa vote and comen yaa
Biar aku makin semangat buat part selanjutnya<3<3

Keluarga DiningratStories to obsess over. Discover now