Hepi Reading ol
(sori abis di repisi💃)
Hujan turun mengguyur permukaan tanah Ibu kota pada sore hari ini. Gue yang biasanya pulang selalu tepat waktu sampai rumah, kali ini harus bersabar hati karena terjebak derasnya air hujan.
Awalnya gue kira hanya gerimis biasa, gue terus berjalan sambil mencari angkutan umum lewat. Tapi belum sampai jalan besar hujan turun semakin deras. Hingga akhirnya gue berteduh di halte yang tak jauh dari tempat gue berjalan tadi.
Gue melihat sekeliling hanya ada gue seorang diri yang duduk di halte dan tak jauh dari halte tersebut ada dua orang yang sedang menikmati hangatnya kopi di pos satpam komplek.
Memang akhir-akhir ini Jakarta sering diguyur hujan terutama pada waktu sore tiba. Biasanya gue engga pernah sampai kehujanan seperti ini, karena gue selalu di antar jemput ke kampus oleh abang gue. Tapi tadi dia mengirim pesan, katanya dia tidak bisa menjemput karena ada keperluan yang mendadak jadi gue disuruh memesan ojek online aja kalo udah pulang.
Karena Abang gue engga bisa jemput akhirnya gue nyempetin kumpul terlebih dulu dengan kedua sahabat gue Sofi dan Bella di kantin karena WiFi nya lumayan lancar. Sambil download film India di laptop buat tontonan gue kalo malam hari, biasalah sayang kouta kalo menonton secara online.
Sambil menunggu download-an film, kita bercerita tentang banyak hal mulai dari kucingnya Sofi mati karena habis di perkosa kucing liar sampai berita yang sedang viral pun kita gibahin. Sampai akhirnya Sofi dijemput oleh pacarnya untuk pulang. Maklum di antara kita bertiga cuma Sofi doang yang sudah sold out.
Dan sekarang tinggal lah Bella, gue dan beberapa mahasiswa yang masih ada di kantin ini. Tak lama kemudian Bella mendapat telepon dari ayahnya yang katanya sudah menunggu didepan kampus padahal tadi kita berniat untuk pulang di pas download-an film gue udah selesai. Tapi apalah daya ayah Bella sudah menunggu didepan kampus dan akhirnya Bella pulang duluan, walaupun tadi Bella sempat ngajak gue buat pulang bareng dengan ayahnya karena dia ngerasa tidak enak ninggalin gue. Tapi gue tolak karena merasa tidak enak juga jika harus diantar sampai rumah karena di persimpangan jalan untuk ke rumah gue musti belok ke arah kanan sedangkan rumah Bella belok ke kiri, Bella pun mengangguk mengerti penolakan gue.
Padahal itu sama sekali bukan alasan yang sebenarnya, gue tidak mau ikut diantar pulang ke rumah dengan Bella karena download-an film gue belum selesai, ada 5 judul film lagi yang masih di pertengahan jalan . hehehe.
Setelah udah terdownload semua judul film yang gue pengen, gue ambil ponsel yang ada di tas dan langsung gue tekan tombol power. Jam sudah menunjukkan hampir setengah enam sore. Gue harus segera pulang.
Tapi sepertinya pangeran keberuntungan sedang tidak berpihak kepada gue, ponsel gue mati dan emang harusnya udah di Lembiru alias lempar beli yang baru. Mau di charger juga percuma gue ga bawa charger-an, mau minjem hp buat mesen ojek online ke orang-orang yang ada di kantin juga males. Karena yang ada disini hampir cowok semua. OMG... gue baru sadar ternyata tinggal gue yang cewek disini.
Gue bergegas ninggalin kantin dan akhirnya gue putusin buat pulang naek kendaraan umum yang lewat.
Dan disinilah gue sekarang duduk di kursi halte sambil menunggu keajaiban dan berandai jika ada pangeran baik hati yang datang buat menjemput gue pulang ke kayangan.
Hujan bukannya mereda malah tambah deras ditambah halilintar yang menggelegar, langit semakin gelap halilintar terus bersaut-sautan. Jujur sebenarnya gue takut dengan keadaan yang seperti ini sangat mencengkeram apalagi gue sendirian di halte ini.
Gue peluk diri gue rapat-rapat sambil menutup mata dan berdoa dalam hati agar hujan cepat berhenti. Tak lama kemudian Mercedez Benz C Class hitam berhenti tepat depan halte, lalu keluar seseorang dari dalam mobil dengan membawa payung dan berjalan kearah gue.
"Loh bapak?" ujar gue kaget.
"Iya saya, kamu belum pulang Ai?"
"Iya pak, saya lagi nunggu angkutan umum lewat, ponsel saya mati tadi pas mau pesan ojol," jelas gue.
"Ooohh tapi ini kan udah mau hampir Maghrib loh, kalau gitu saya saja yang antar ke rumah kamu."
"Emangnya bapak gak keberatan, kalo saya nebeng sama bapak?"
"Ya enggaklah, lagian juga ga baik kalo perempuan duduk di halte sendiri apalagi ini udah hampir malam kan?"
"Iya si pak, tapi bener gapapa kan?" tanya gue memastikan.
Dia terkekeh. " Iya gak apa-apa, kamu ini kaya sama siapa aja."
"Loh bapak kan dosen saya engga enak aja pak kalo misal ada mahasiswa yang liat kalo saya pulang sama bapak," ucap gue bimbang soalnya dia kan dosen yang- udah lah kalian pasti tau kalo udah baca chapter selanjutnya.
"Aina Aina," ucapnya sambil geleng-geleng "Inikan kita Cuma berdua doang disini, gak akan ada juga mahasiswa yang akan liat. Yaudah ayo! nanti keburu magrib." Lanjutnya.
"Eh. iya juga si pak," ucap gue sambil menimbang-nimbang keputusan yang bakal gue ambil.
"Mau engga? Kalo kamu gak mau juga saya gapapa. Kalo gitu saya duluan," ucap dia sambil membalikkan badannya.
"Ehhhh tunggu dulu pak! saya ikut bapak deh."
Dia pun berbalik, "Dari tadi dong." Gue cuma nyengir menampakkan deretan gigi yang rapih.
Dia berjalan kearah gue dan mengikis jarak diantara kita berdua. Kalian tau kan tujuan nya buat apa? Yap betul buat lindungi gue dari air hujan ya kali gue disuruh terobos air hujan biar bisa masuk ke dalem mobil nya.
Kita pun berjalan berdampingan menuju pintu mobil sebelah kiri, dan dia terlebih dahulu membukakan pintu buat gue, lantas gue pun langsung masuk kedalam mobil dan dia pun langsung menutup pintu mobil. Di dalam mobil gue membersihkan cipratan air hujan yang mengenai baju gue pakai.
Setelah itu gue melihat ke arah depan memperhatikan setiap pergerakan yang dia lakukan mulai dari berjalan menuju pintu setir mobilnya lalu masuk kedalam mobil lalu menutup payung yang dikenakan tadi lalu melemparnya ke kursi penumpang belakang lalu dia menutup pintu mobil.
Mata gue masih tertuju kepadanya, dia masih membersihkan pakaiannya yang terkena cipratan air hujan sama seperti yang gue lakukan tadi setelah itu dia menengok ke arah gue. Mata kita bertemu satu sama lain beberapa saat. Setelah itu, "Jadi gimana? udah tertarik?," tanya nya.
"Hah. Maksudnya?" Mata gue berkedip, gue kelagepan dan langsung buang muka gue menghadap ke depan jalan. Apa maksud dia nanya kaya gitu ke gue?
Gak lama dia menyalakan mesin mobil nya lalu menjalankan mobil tersebut dan menjauh dari halte tempat gue berteduh tadi.
🔹🔷💠🔷🔹
Assalamualaikum gais cerita pertama nihh jadi harap maklum yaa. Minta saran nya juga ni kalo masih banyak kesalahan.
Setelah sekian lama baca wattpad nah baru kali ini berani nulis cerita.
Kurang kegiatan aja sih dirumah dari pada buang-buang kouta internet buat maen sosmed, mending ada yg ngechat. Hahaha
Banyak sih pesan masuk ke WA tapi cuma dari grup. Mulai dari grup kelas, grup mapel online yang membernya itu-itu juga, grup lambe yang sama juga membernya itu-itu juga.
Semoga bisa lancar yaa
Haduh dagdigdugser.
Salam gula,
Dinoy
YOU ARE READING
Mas Adam
General FictionYuk, langsung baca Prolog! Siapa tau kamu jodoh sama mas Adam nya Etshhh mas Adam cuma buat Author, eh Aina maksudnya . . . Happy Reading ;) Cover by :@yuliasnrt_ Mulai ditulis oleh @dinoyuhuuu pada tanggal : 15 April 2020 (Gabutan corone)
