Part 1.

85 11 2
                                        

Seorang gadis tengah sibuk memakai kerudung sekolahnya didepan cermin. Dia memiliki garis keturunan dari Arab,bulu matanya panjang dan lentik. Kulitnya putih, hidung mancung.
Di pagi hari saat mentari baru saja menampakkan diri, gadis sudah siap untuk berangkat sekolah. Dia sangat bersemangat dan gembira untuk berangkat ke sekolah barunya.
Tepat jam 06.00 WIB dia berangkat sekolah bersama kakaknya, dia terkagum melihat sekolahnya yang begitu indah, bangunan berwarna putih yang memiliki pintu masuk seperti istana.
Ketika sedang berjalan menuju kelasnya, dia tidak sengaja menabrak seorang cowok.

"Eh!, kalau jalan tuh hati-hati. Hampir aja Lu jatuhin semua buku-buku gw." Cowok itu menggerutu dengan nada kesal.

"Iya maaf, tadi nggak sengaja." Jawabnya dengan tunduk.

"He!, Lu ngomong sama siapa sih?. Gw didepan Lu, bukan dilantai!." Bentak cowok itu.

"Iya." Jawab gadis itu singkat karena dia tidak ingin memperpanjang masalah.

"Oke, gw maafin. Btw, Lu mau kemana? Lu murid baru kan?." Tanya cowok itu.

"Kelas X IPA 1, iya Gw murid baru." Jawabnya cepat.

"Wah, Lu sekelas sama Gw!." Jawab cowok itu.

"Ngomong-ngomong, kita belum kenalan kan ya? kenalin nama Gw Bara Athareza. Panggil aja Bara." Jawabnya melanjutkan.

"Nama Gw Arasya Kiran Agnita. Bebas Lu mau panggil apa aja." Jawab Kiran.

"Baiklah, Ayo masuk kelas!." Ajak cowok itu.

Kiran hanya mengangguk mengerti.

Sepanjang perjalanan menuju kelas, murid-murid lain terus mengawasi. Yang cowok menatap Kiran sedangkan yang cewek menatap cowok sebelahnya, yang kayaknya memang sudah keren dari lahir. Kiran grogi menjadi pusat perhatian. Padahal mereka kan anak baru disini...

Sesampainya mereka di kelas barunya...

Kelas tiba-tiba sepi,senyap ketika Kiran dan Bara melangkah kedepan. Tak ada suara sedikitpun bahkan suara nafas hampir tak terdengar.

Nothing (Ketika Cerita Tidak Ada Ujung)Bağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin