"Terima kasih telah menghantarkanku pulang." Maria tersenyum pada David.
"Sama-sama, mulai hari ini kita berteman," ucap David menampakkan gigi putihnya.
Maria mengangkat alisnya dan tersenyum manis.
"Dia orang yang sangat asik," batin Maria.
"Aku tahu aku tampan Maria, sudahlah sana," ucap David percaya diri.
"Kau terlalu percaya diri, bagiku kau sangat jelek," ledek Maria tertawa kecil.
"Aku memang tampan," ucapnya lagi.
"Aku masuk."
"Dia sangat cantik dan lucu," batin David.
David tersenyum mengingat bagaimana Maria mengocehnya dan menuduhnya. Ia menuduh dirinyalah yang telah membuat bajunya kotor.
"Kau sangat lucu Maria."
***
"Kakak, ibu, aku pulang."
Jeesin dan Lusie langsung menghampiri Maria khawatir.
"Mengapa kau lama? Ada sesuatu yang terjadi?" tanya Lusie pada Putrinya.
Maria menggeleng, ia tidak mau menceritakan kejadian sebenarnya. Maria tidak ingin menjadi beban keluarganya, cukup ia yang mendengar ejekan yang dilontarkan Crystal tadi.
"Maria, ada apa? Ada sesuatu, katakan pada kami." Kini Jeesin yang berbicara melihat adiknya yang terus diam.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit lelah. Aku mandi dulu," ucap Maria tersenyum sebaik mungkin dan pergi meninggalkan Jeesin dan Lusie.
"Ada apa dengan adikmu?" tanya Lusie heran.
"Aku tidak tahu ibu. Sepertinya ia sedang dalam masalah. Tapi, biasanya Maria akan bercerita padaku," ucap Jeesin yang juga bingung.
"Dia pasti akan menceritakan pada kita suatu hari nanti."
***
Bunyi musik terus terdengar dengan nyaringnya. Setiap orang terus meliukkan tubuhnya dengan setiap alunannya, terkecuali Daniel, laki-laki yang merupakan putra dari Denardo Mananta Barents.
Daniel memiliki wajah yang tampan, hidungnya yang mancung, matanya yang sangat indah. Semua orang akan mengira ia seperti manusia yang diciptakan tanpa ada kecacatan.
Laki-laki ini juga memiliki paras Asia dari segi neneknya, ibu dari ayahnya.
Setiap kaum hawa akan terpesona dengan dirinya, mengingat ia bukan berasal dari keluarga sembarangan.
Namun, laki-laki itu tidak pernah gonta-ganti pasangan, Daniel hanya mencintai seseorang yang sekarang masih tersimpan di hatinya.
Ketampanannya telah tersebar di negara ini, bahkan di negara tetangga lainnya.
Karena siapa yang tidak mengenal Denardo, laki-laki yang merupakan penerus Mananta Barents.
"Satu lagi!"
"Tuan, kau sudah banyak ini bahkan minuman yang ke-11 kalinya," jelas seorang bartender.
Bukannya takut jika pelanggannya tak membayar, namun, Daniel sudah minum melebihi dosisnya. Ia bahkan mengenali laki-laki yang kini terus minum di depannya.
"Aku tidak perduli! Aku benci Dee ... siapakah Dee itu, dia telah menyakiti ibuku! Aku benci wanita itu dan ayahku," ucapnya tegas.
Walaupun sudah mabuk sepenuhnya namun, Daniel masih bisa mengucapkan kata dengan jelas.
"Kau tidak akan pernah mengganti posisinya di hatiku Crystal!"
"Mengapa kau selalu memikirkannya!"
"Karena aku hanya mencintai dia, Dee."
"Dia telah mengkhianatimu, kau mempunyai Putra, Daniel!"
"Dia ... dia adalah selingkuhan ayahku."
Terdengar tawanya seperti orang gila.
"Tuan Arthur." Kini bartender itu memanggil teman dari Daniel, Arthur Gelradra.
"Daniel. Dia selalu membuat masalah, sudah kukatakan padanya jangan terlalu banyak minum mengapa ia sangat keras kepala," ucap Arthur. Arthur memang sering minum namun, tak sebanyak Daniel.
YOU ARE READING
Put Your Blood
Romance"Aku akan menghancurkan hidup kalian! Aku bersumpah." "Kalian telah menghancurkan hidupku, telah membunuh putriku dan adikku." "Aku benci kalian semua! Aku benci!" "Putriku, Ishikara ...." Sebuah kisah masa lalunya membuatnya kembali dengan orang ya...
