1

27 3 0
                                        

Jeon Jungkook

kesibukan ini membuatku tenang, tak ada yang menarik pada hidup ini, ketenangan membuatku berdamai dalam keadaanku yang sekarang, diumur yang ke 25 ini membuatku tau betapa beratnya menghadapi dunia ini. Menghadapi berkas berkas, client, dan rapat merupakan rutinitasku setiap hari dan sudah menjadi kebiasaanku, selama tak ada yang memulai untuk bermusuh semua akan baik baik saja, banyak wanita yang ingin bersamaku, kau tau aku tampan, kaya dan tubuhku bisa kau liat sendiri banyak fotoku yang beredar di internet entah siapa yang menyebarkan.

Devil itulah julukanku sifat yang dingin dan kejam membuatku mempunyai julukan itu, aku tak keberatan dengan julukan itu, dan hal ini bisa disimpulkan bahwa aku tak peduli dengan apa yang dilakukan orang lain. Jeon Jungkook itulah namaku.

yahhh. Jungkook aaa, setelah ini akan ada interview untuk karyawan baru, jadi cepatlah bersiap teriak sekretaris sekaligus sahabat yang kupunya Park Jimin.

harus dengan berteriakkah ? ucapku jengah selalu mendengar suara teriakannya yang melengking

hehehe kutunggu diruanganku 10 menit lagi harus sudah siap, awas kau ucapnya membuatku menatapnya tajam, berani sekali dia memerintahku

yaaa tak usah menatapku seperti itu, bisakah kau menurutiku sekali ini saja ? ucapnya sembari menutup pintu dengan kencang, sambil bergumam pelan seperti mengomel.

pendek ucapku padanya sedikit berbisik

YAAAA KAU KIRA AKU TAK MENDENGAR, SEKALI LAGI KAU BILANG HABIS KAU DI TANGANKU!!!! teriaknya dari luar yang membuatku pusing, jimin merupakan teman mulai dari aku duduk di bangku sekolah dasar, dia merupakan seorang yang pandai kedua dikelas setelah aku, hal itu membuatku nyaman untuk berteman dengannya, setidaknya dia tak nakal seperti anak lain dan bisa mengerti bagaimana sifatku, karena aku dekat dengannya ayahku membiayainya sekolah sampai lulus sekolah menengah atas bersamaku Hal itu tentunya membuatnya sangat berterimakasih kepada ayahku. Jimin juga bekerja bersama di perusahaan yang ku buat sendiri mulai dari sekolah menengah atas dulu.

Yah, banyak yang tidak tahu bahwa aku sudah merancang perusahaan ini sejak sekolah menengah atas, bahkan jimin terkejut saat aku merekrutnya untuk menjadi sekretarisku, keluarganya merupakan golongan menegah kebawah, dengan kecerdasan dan usaha kerasnya, dia bisa menjunjung tinggi derajat keluarganya. Dan aku mempunyai sahabat lagi dia temanku semasa sekolah menengah pertama , keluarganya termasuk dari golongan sederhana, cerdas dan bekerja keras. Jung hoseok.

Jung Eunha

Inilah hari ku, sehari hari bekerja dibeberapa tempat untuk mencukupi kebutuhanku dan uuntuk mengisi hari - hariku, aku mempunyai rumah yang kecil tapi aku membuatnya menjadi nyaman karena aku merawatnya dan merapikannya. Dibeberapa hari ini, aku mendapatkan nasib sial karena banyak teman teman kerjaku yang memfitnahku melakukan kesalahan yang mereka lakukan, seperti memecahkan gelas mengantarkan makanan yang tak layak makan, merusak dapur dan lain sebagainya. Yah, aku bekerja di beberapa kafe, hanya itulah keahlian yang ku bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupku walau ada keahlian lain yang bisa menjunjung namaku, bekerja sehari hari diluar rumah membuat hariku makin indah.

Sampai hari ini hanya sisa beberapa won saja yang ada di tabungan kerjaku, jadi aku harus cepat cepat cari pekerjaan. Aku keluar rumah dengan menggunakan dress, satu fakta yang kalian harus tau aku lebih suka memakai rok atau dress dari pada menggunakan celana ntah lah kenapa aku pun juga tak tahu.

jaaa eunha ya semangat!!! aku pun berjalan dengan penuh semangat yah, hari ini harus dapat pekerjaan apapun itu asal sesuai dengan keahlianku.

apa ini ?, OB ? diperusahaan? Apa aku harus kesana? Baiklah akan ku coba, eunha ya semangat !! ucapku sambil berjalan mencari perusahaan yang sedang mencari karyawan OB ini, Perusahaan Jeon, sepertinya nama yang tak asing ditelingaku.

BEGINStories to obsess over. Discover now