Prisilla Magdalena Roselline seorang gadis dingin, pintar, dan mengharapkan semua yang ia lakukan berjalan sempurna. ia biasa di panggil Lena oleh orang-orang sekitarnya. Rasa sakit yang sudah tertanam sejak kecil mampu merubah sosok Lena yang awaln...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi itu Prisilla Magdalena Roselline atau biasa di panggil Lena tengah menyiapkan sepotong roti di meja makannya, Ya ini kegiatan yang biasa ia lakukan,di rumah mewah dan sebesar ini ia hanya di rumah sendiri. Kemana kedua orang tuanya? Ya mereka sudah pagi-pagi sekali berangkat bekerja, berangkat sebelum Lena terbangun dari tidurnya dan pulang sesudah Lena tertidur. Sebenarnya ada seorang pembantu rumah tangga yang biasa ia panggil bik atih, tetapi bik atih sedang izin pulang ke kampung karena anaknya sakit.
"Sendiri lagi, kapan sih aku engga sendiri? Aku juga ingin makan bersama keluargaku, mencium tangan mereka sebelum pergi ke sekolah, dan menikmati waktu bersama meski hanya menonton televisi saja" batin Lena sambil mengolesi selai pada rotinya.
Sambil membaca bukunya Lena memakan roti yang sudah dia siapkan sebelumnya. Ya, Lena merupakan siswi yang pandai di sekolahnya, sering memenangkan olimpiade ataupun lomba-lomba lainnya. Itu semua di lakukan untuk menarik perhatian orang tuanya. Namun sayang, semua itu nihil adanya. Sesudah ia selesai memakan makanannya Lena segera beranjak dari meja makan dan segera mengambil kunci mobilnya untuk berangkat ke sekolah.
Setelah sekitar 15 menit akhirnya ia sampai di depan gerbang sekolahnya. Ya SMA Pelita Bangsa nama sekolahnya. Segera ia memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah itu.
Dari kejauhan.... "Heiii Lenaaa"ucap seorang gadis
Lena hanya menatap sekilas gadis itu lalu beranjak pergi meninggalkan parkirannya
"Kamu itu kok tega x sih,aku capek tau lari-lari ngejar kamu.udah sama sahabat sendiri juga selalu dingin, engga bosen apa? Kapan sih kamu mau berubah Len. Aku tau kamu dulu engga kayak gini" ucap Ditha teman sekaligus sahabat Lena sejak bangku SD
"Hmm, terserah aku lah" ucap Lena dingin, dan langsung meninggalkan Ditha
"Tu cewek kapan berubah sih" batin dita dalam hati dan memilih tidak lagi mengejar Lena
Lena berjalan melewati koridor sekolahnya dengan banyak laki-laki yang menatapnya kagum
"Eh cantik juga tuh cewek"
"Udah punya pacar belum dek"
"Aduh bidadari"
"Cantik yaa, meski dingin tapi dia tetap cantik"
Begitulah mungkin perkataan yang terdengar di sepanjang koridor menuju kelas Lena. Lena malas mendengar perkataan lelaki-lelaki itu dan terus saja berjalan sembari mengambil earphonenya dan memasangnya ke telinganya karena ia merasa bosan mendengar perkataan-perkataan itu setiap harinya.
Sesampainya di dalam kelas Lena langsung duduk di bangkunya sambil membaca buku novel dan tentu saja masih setia dengan earphone yang menempel di telinganya. Tidak butuh waktu lama bel masukpun berbunyi dan KBM di kelasnya berjalan seperti biasa.
Beberapa jam kemudian Tringgggggg........
Bel istritahat berbunyi
"Eh len, kantin kuyyyy"ucap Ditha sambil menepuk bahu Lena
"Duluan aja Dit"ucap Lena dingin
" kamu engga laper apa? Masak iya berjam-jam lihatin guru kiler begituan engga habis tenaga kamu? " ucap ditha panjang lebar
"Ngk"ucap Lena dingin
"Ya udah deh gue duluan byee"ucap ditha sebal
Lena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari membereskan bukunya di atas meja. Setelah selesai Lena berjalan keluar kelas dan hendak menuju ke perpustakaan.
Sesampainya di perpustakaan mata Lena memandang binar buku-buku yang tertata rapi di depannya
"Surga dunia" batin Lena sambil menghembuskan nafas lega
Lena memang murid yang pintar jadi tidak heran jika dia senang melihat buku-buku di perpustakaan yang bagai charge baginya untuk mengisi kembali semangatnya.
Dia berjalan menuju rak buku bagian tengah yang di rasa cukup sepi dan mulai mencari buku yang dia cari. Setelah menemukan buku yang dia cari yang ternyata berada di rak paling atas dan jauh dari jangkauannya ia berjinjit-jinjit untuk meraih buku yang ia inginkan, tanpa sadar ada tangan lain yang mendahului tangannya, di lihatlah sosok cowok tinggi, tegap, rambut hitam lurus dan hazel yang nampak kecoklatan tengah mengambil buku yang ia inginkan tadi.
"Eh lo mau ambil buku ini? "Ucap cowok tadi
"I-iya"jawab Lena gugup
"Ya udah ni ambil"ucap cowok tadi
"Hmm"ucap Lena dingin
Lalu Lena berlalu meninggalkan cowok yang membantunya tadi dan duduk di tempat yang sudah di sedikan oleh sekolah di perpustakaan.
"Gue gabung yaa" ucap cowok yang tadi membantunya tadi
"ya" balas Lena
"Btw nama lo sapa, anak kelas berapa? " tanya cowok tadi
Lena tidak membalas pertanyaan yang di lontarkan cowok tadi dan hanya membolak balikan lembar demi lembar buku yang ia baca
"Ehh, lo dengar kan? " tanya cowok itu lagi
"Ini perpustakaan, jadi jangan ribut, permisi"balas Lena lalu pergi meninggalkan cowok tadi dan keluar dari perpustakaan.
"Ehhh" reflek cowok tadi
"Genta! ngapa lo melamun mulu, lihat apa lo dari tadi gue cariin dan ternyata lo di sini, tumben-tumbennya lo ke perpustakaan" ucap Dito teman sekaligus sahabat Genta.
Yaa cowok yang membantu Lena mengambil buku tadi bernama Genta, tepatnya Mikhael Genta Merdeka.
"Emm engga papa. Ada buku yang gue cari tadi, dan lo tau? Gue ketemu cewek tadi. Gue bantuin dia ambil buku tapi dia dingin, cuek, engga kayak cewek-cewek lainnya yang biasanya sok kecentilan sama gue" tanya Genta
"Ehh ada cewek yang nolak lo ta?? Tumben-tumbennya, cewek nolak lo yang ketua tim Basket SMA kita? Wakil ketua osis dan salah satu mos wanted di SMA Pelita ini?? Ngacok lo" ucap Dito
"Beneran, dia manis, cantik, tinggi, dan terlihat dingin, engga ada senyum di raut mukanya" balas Genta
"Emmm bentar-bentar. Jangan-jangan lo tadi bantuin cewek yang namanya Lena?" tanya Dito
" Ya mana gue tau, orang gue aja nanya lo" balas Genta
"Masak lo engga tau sih, itu lo Prisilla Magdalena Roselline, dia biasa di panggil Lena, anak kelas XI IPA 1 dan orangnya pinter banget ta. Tapi sayang dia orangnya dingin, sampai-sampai mungkin dia engga pernah bicara lebih dari 10 kata" jelas Dito panjang lebar
"Kok lo bisa tau sih?"tanya Genta
"Siapa sih yang di engga kenal Lena, dia itu lumayan popoler tau, lo aja yang kudet" balas Dito
"Hmmm, namanya Lena, Gue jadi penasaran siapa sih sebenernya Lena itu" batin Genta
Hallo gayss Emmm maaf yaa mungkin kurang menarik karena ini cerita pertama aku Tapi aku akan berusaha buat cerita ini banyak di minati dan di baca oleh banyak orang Mohon dukungannya:-D Nantikan chapter² selanjutnya yaa
Follow IG Vinka_Indriyanaputri
Dan ingat #Dirumahaja bantu memutus penularan virus COVID-19 teman-teman