Hooaamm.. apa ini?

121 8 2
                                        

Na..na..na...nada not.(music alarm di hp ku berbunyi).
Ku lihat hpku dengan sebelah mata, "ah masih jam 5,".
Dengan sendirinya mata ini terpejam lagi..

Sebuah sinar layaknya meteor sebesar apel, muncul dari langit.
Namun itu hanya berupa cahaya, silaunya seperti ada matahari di kamar ku.

Secepat kilat benda itu melesat ke arahku,
Aku pun langsung terperanjat, kedua tangan ku menahan silaunya.

"Aaaawwww... Mama.. apa ini..??

"Slebb.."

Benda itu menembus kaca jendela,
Namun tak memecahkan kaca nya.
Dan masuk ke dadaku, sontak saja selepas aku berteriak langsung tak sadarkan diri di atas kasur.

Na...na..na..

Hpku kembali berbunyi,

Kedua kalinya aku buka mata,
Ku lihat layarnya menunjukkan 07:07
Dan hari nya menunjukkan hari Minggu.

"Oh.. tidak... kenapa aku bangun terlalu pagi?.
"Hhmm... Eh tunggu dulu tadi itu apa ya? Apa itu hanya mimpi?
Tapi seperti nyata"

Kulihat kaca di jendela,
"Tapi ini tak pecah?"
"Ah Felicia sadarlah tadi itu hanya mimpi" cecar ku dalam hati.

Beberapa saat kemudian,
Dadaku terasa panas, sesak untuk bernafas.
"Heuu.. hahh..hah.hah.''
Ku tepuk tepuk dada ini.

Seperti ada yang mencekik leher ku.
Nafasku pun terengah engah,
"Heu.. hah..hah..to..to. long"

Badan terasa berat, lemas sekali.
Aku terus mengejang dengan mengalirkan keringat di sekujur badan.

Nampak dadaku yang sebelumnya putih halus, kini membusung memerah permukaannya nampak jelas dengan keringat yang mengucur.

Lama kelamaan buah dadaku yang membusung indah di balik tank top putih bersinar memancar menerangi kamar ku.
Muncullah sesosok entah itu jin atau bidadari yang sangat cantik.
Yang mengenakan pakaian dalam dari emas.

Bibirnya tipis mungil, bola matanya  biru besar kayak pakai softlens.
Alisnya kayak wonder woman.
Rambut pirang panjang, bermahkota kan emas. Tubuh nya selalu bercahaya.
Dan dia membawa tongkat dari kristal.

Dia memegang tanganku, sekejap mata di bawanya aku berteleportasi. Ke sebuah taman yang luas, hanya di tumbuhi rumput hijau nya saja.

Di situ aku tak merasakan sakit dan sesak lagi. Terasa amat lega.

"Selamat datang tuan Putri"
Dia berkata padaku.

"Tuan Putri? Siapa yang tuan putri?"

Aku masih belum mengerti apa yang terjadi.

"Andalah Putri penyelamat yang terpilih"

Dalam hati ku bergumam.
"Perasaan tak pernah ikut lotre"

...........

Lanjut ke bagian 2..

Aku Bukanlah Bidadarimu LagiOnde histórias criam vida. Descubra agora