🎀Chapter satu🎀

288 73 40
                                        

"Good morning pah" ucap Pitaloka seraya mencium pipi kiri sang papa dan duduk dibangku untuk sarapan bersama papa nya.

"Morning sayang" jawab papa nya-Damar

"Hari ini papa nganterin Pita kan?"

"Iyaa dong sayang" Pitaloka tersenyum lalu mulai menyendokkan nasi goreng dan dimasukkan nya ke dalam mulut.

Pitaloka Alyssa Yasbel adalah anak satu satu nya dari pasangan Damar dan Andini. Tapi mama nya sudah meninggal saat Pitaloka berusia 10 tahun, sekarang dia hanya tinggal bersama papa nya.

Pitaloka adalah anak yang pintar, ceria dan manja apalagi kalau sudah sama papa nya, selain dia anak perempuan dia juga anak satu satu nya. Jadi kasih sayang papa nya tidak terbagi dan apa pun yang ia inginkan pasti akan dikabulkan, gak heran kalau dia menjadi seorang gadis manja.

Ia memiliki trauma, dan ketika sesuatu membuatnya kembali merasakan trauma itu bayangan itu kembali muncul, bayangan yang begitu menyakitkan, bayangan yang selalu menghantui nya ketika melihat darah.

Pitaloka trauma dengan darah.

Suatu cairan yang menggambarkan kesakitan, penderitaan dan luka. Bayangan ketika mama nya dirawat dirumah sakit karena kecelakaan dan dia melihat begitu banyak darah yang keluar dari kepala beliau kembali menyerang ingatan nya dan rasa bersalah seketika muncul kembali.

Flashback on

Pitaloka dan mama nya sedang bersiap siap untuk pergi ke taman, setelah siap Pitaloka menghampiri mama nya yang berada dikamar.

"Mama ayo Pita udah siap" ucap Pitaloka penuh semangat

Tak lama pintu terbuka melihatkan mama nya yang juga sudah siap dengan pakaian nya, senyum Pitaloka merekah.

"Gak sabar nya anak mama" ucap mama nya sambil mencubit pelan hidung Pitaloka

"Ayo mahh buruan" ucap Pitaloka seraya menarik tangan mama nya

Kedua nya berjalan ke arah taman yang berada dikomplek perumahan nya, tak membutuhkan waktu lama kedua nya pun sampai. Pitaloka berlari menuju tempat ayunan berada.

"Hati-hati Pita nanti kamu jatoh" ucap mama nya

"Mah, ayunin Pita" teriak Pitaloka

Mama nya berjalan ke arah Pitaloka, lalu mulai mengayunkan ayunan nya. Setelah merasa cukup, Pitaloka mengambil bola yang ada ditaman tersebut, ia melemparkan nya kepada sang mama begitu pun sebaliknya.

Tapi saat mama nya melempar bola tersebut ternyata lemparan nya terlalu kencang alhasil bola nya melambung melewati Pitaloka.

"Biar Pita ajh yang ambil" ucap Pitaloka seraya berjalan mencari bola nya, mata nya tertuju pada bola yang berada di... Tengah jalan? Tanpa ba-bi-bu Pitaloka langsung berjalan ke arah bola itu, tapi terlihat dari arah kanan sebuah mobil melaju dengan cepat.

Mama nya melotot dan langsung meneriaki nama Pitaloka.

"Pita" teriak nya seraya berlari ke arah Pitaloka

Jarak mobil itu sudah sangat dekat dengan Pitaloka, dua meter lagi mobil itu akan menabrak Pitaloka dan..

Brukk

Pitaloka terpental ke pinggir jalan, bukan, bukan ia yang tertabrak melainkan mama nya. Pitaloka menangis karena sikuk nya berdarah, tapi saat ia melihat ke depan begitu terkejut dirinya saat melihat mama nya terbaring ditanah dengan kepala yang dipenuhi oleh banyak sekali darah. Pitaloka menangis sejadi jadi nya, ia berlari ke arah mama nya.

PITALOKA [HIATUS]Where stories live. Discover now