Seorang gadis sma berseragam putih dan rok coklat kotak-kotak sibuk setengah panik menggoyangkan tubuh teman yang berada dibelakang mejanya.
Seakan menuli dan mati rasa, Reina loventa menutup matanya rapat-rapat dan melipat kedua tangan lentiknya didepan dan mengurung kepalanya disana. Ia sedang bermimpi indah sekarang.
"Re!! Pak muhadii udah masukk!" bisik gita menggoyangkan lebih kencang tubuh reina.
Tidak habis fikir keadaan reina saat ketiduran memang benar-benar mengesalkan, siapapun tidak bisa membangunkan putri tidur dari mimpinya.
"Mmm" reina menggeliat lalu memalingkan wajahnya kearah lain.
"Reinaa! cepetan bangunn pak muhadi udah dikelass!!"
Gita benar-benar habis kesabaran saat ini, ia menggertakan giginya kesal, menatap mayat hidup didepannya.
"Bersiapp!" perintah sang ketua kelas memenuhi seluruh penjuru kelas. Gita segera berbalik dan duduk dengan rapih dimejanya, ia sudah menerawang apa yang akan terjadi dengan reina.
"Pstt!reina bersiap!" bisik sang ketua kelas yang berada tidak jauh dari meja reina. Matanya menatap kesal teman kelas yang lagi-lagi tertidur diwaktu yang tidak tepat.
"Reina bangun!"
"stt!rei sadar! gue gamau dihukum lagi gara-gara lo doang"
"reina bangun tolol"
beberapa bisikan yang terdengar cukup keras menarik perhatian guru yang sedang duduk dengan tubuh menegang didepan sana. Ia mengangkat sebelah alisnya, dan berdiri.
Satu kelas terkejut, lalu mulai merapikan posisi duduknya, dan membisu. Perhatian pak muhadi kini beralih ke reina, anak kelas yang tidak pernah merubah kelakukanya selama ia menjabag menjadi wali kelas di 11-IPS B.
Dengan cepat pak muhadi berjalan kearah reina dengan sebuah penggaris kayu ditanganya, tidak butuh waktu lama, pak muhadi berhadapan dengan murid yang sedang pulas-pulasnya terlelap, Reina loventa.
"Mati lo re" bisik gita tanpa menoleh kebelakang.
'Takkk!'
Bunyi sebuah pecutan benda yang mendarat kasar dipermukaan tangan mulus dan kurus milik reina. Sontak gadis muda itu terbangkit dari duduknya dan matanya yang terpejam kini membulat yang berhadapan langsung dengan satu pasang mata yang menatapnya tajam.
Reina tergidik, manik coklatnya menatap pak muhadi yang menatapnya tak kalah tajam. Reina menarik kedua sudut bibirnya yang tersenyum masam. Satu kelas geregetan sekarang , tingkah reina yang seperti ini sudah tidak lagi tabu dikelas 11- IPS B.
"Hallo p-pak" ucap reina terbata. Dengan raut wajah yang masih mempertahankan senyum masam nan ramah miliknya.
"Semuanya berdiri! saat nya berolahraga pagi.. Siapkan tubuh kalian sekarang, lari 25 kali lapangan utama tidak terkecuali wanita atau lelaki!"
Dek!
Puluhan pasang mata menatap reina seakan ingin mencabik-cabik nya sekarang.
Reina loventa, anak kelas 11-IPS B yang terkenal dengan sebutan tukan molor di SMA SWASTA HB ( Harapan bangsa) Jangan dibalik ya wkwk. Gadis bertubuh ramping pas untuk anak seusianya, rambut ikal panjang sebahu dan kulit putih bak berlian miliknya ditambah manik coklat pekat khas pribumi cukup menggambarkan kecantikan reina, iya cantik, tapi engga dengan kelakukannya. Reina literlly anak yang malas, hobbynya rebahan dan bermalas-malasan.
Reina nggak pernah mandang tempat untuk rebahan, dimanapun dan kapanpun dia akan melakukan hal yang tidak penting tapi penting menurutnya. Bahkan jika sekolah memberikan libur selama sebulan, Reina akan terus rebahan selama satu bulan penuh dan menolak semua ajakan hangout atau haking atau belanja yang temannya berikan.
Tapi gimana ya jadinya kalo hobby rebahan reina ternyata membawa berkat dan mendapatkan seorang laki-laki tampan yang akan ikut rebahan bersama reina? Eh
Ralat, maksudnya tapi gimana ya jadinya kalo seorang reina yang hobbynya rebahan dan males-malesan 24 jam berubah menjadi gadis yang rajin dan berhenti melakukan hal-hal gak berguna hanya karena sebuah kejadian perkara?
YOU ARE READING
Reina si Sleepy Beauty
Teen FictionNamanya Reina loventa, anak kelas 11-IPS 2. Hobbynya rebahan. Tapi gimana ya jadinya kalo hobby rebahan reina ternyata membawa berkat dan mendapatkan seorang laki-laki tampan yang akan ikut rebahan bersama reina? Eh Ralat, maksudnya tapi gimana ya j...
