Ini sajak-sajakku kala dunia tersa tak berpihak.
Aku tanpamu serapuh perahu kertas, yang apabila tersapu ombak kecil langsung tersentuh. Aku tanpamu selunglai mawar, yang apabila tiada hujan langsung layu. Tapi hasratku untukmu sekuat badai kala hat...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Bila anganmu jauh, peluk aku. Karena aku adalah sebuah khayal yang kau lupakan. Bila takhtamu hancur, kecup aku dalam ilusi yang usang. Betapa engkau kudamba, dan betapa aku kau lupa. Datang saja bila ingat, aku masih di sini bersama diksi ini."