"Sayang kamu udah nungguin dari tadi ya? Maaf ya?" Fahri melongo melihat seorang gadis memakai blus biru malam, flat shoes warna putih, dan rambut yang digerai indah. datang tak diundang seperti jelangkung. Main nyosor ajah, ditambah lagi nyelipin tangannya yang selembut sutra itu di keteknya.
Sayang.. what sayang? Udah mabok kali ya nih cewek? Bukannya terpesona dengan kecantikan dan keanggunan gadis itu, Fahri malah melirik jijik, pikirannya melayang memikirkan siapa cewek aneh yang datang tiba tiba ini.
Bola matanya membelalak ketika ia baru sadar kalo ia kesini mau ketemuan sama Diana-tunangannya. Ia mencoba melepas kekepan nih bocah atu. Perasaannya mulai was was ketika sebuah konflik dalam pertunangannya mungkin akan terjadi sebentar lagi, dan kali ini pasti ia akan dituduh telah berseling..
"FAHRI!!"
-kuh. tuh kan.
Spontan pandangan setiap mata orang orang di restoran ini mengarah pada mereka. Ada yang langsung berbisik bisik ada juga yang langsung sibuk dengan dunianya lagi. Fahri mencoba menelan rasa malunya.
Fahri melihat Diana menghampiri nya dengan tangan mengepal, dan tatapan seperti ingin membunuh. Huh psikopat girl. Istigfar Ri calon bini lo itu. Seperti induk ayam yang tak rela anak nya diambil majikan buat jadi gadoan, Diana menghempaskan tangan gadis disampingnya dengan kasar lalu menatap Fahri tajam. Lalu ke gadis itu lagi.
Gadis itu menatapnya datar, ia melihat kesekeliling restoran lalu membuang nafas lega. Enggak tau ajah dia abis ini masalah baru dan hangat siap menantinya. Lalu dengan santainya dia angkat tangan dan kabur gitu ajah. Ck cewek sinting.
"Di, aku gak kenal dia, aku bisa jelasin" potong Fahri sebelum Diana memulai pembicaraan dengan suaranya yang kayak Toa masjid.
"Jelasin apa? Pacar baru lo? Tunggu Ri? Lo ngajak gue Dinner cuma buat pamer calon pengganti gue? Iya kan?"
Fahri menatap Diana yang keliatan ngos ngosan. Dengan lembut Fahri memegang bahu Diana, mencoba memberikan ketenangan. Diana menepis nya kasar.
"Enggak di. Aku gak kenal dia beneran!" Fahri mencoba meyakin kan.
"Alasan klise!! Kalo gak kenal mana mungkin tuh cewek Gatel bisa nemplok ama lo? Pake acara mesra mesraan segala! Alay bat sih lo!" Balas Diana dengan kata kata menusuk. "Kalo lo udah gak sreg ama nih pertunangan kita selesain dari awal Ri! GAK USAH JADI BAJINGAN PENGECUT LO BRENGSEK!"
"Di! Kamu harus tenang dulu! Aku bilang aku bakal jelasin semuanya!"
Sudut bibir Diana terangkat, menampilkan senyuman sinis yang mengerikan. "Gak perlu! Karena gue pastiin mulai detik ini kita gak ada hubungan apa apa lagi!"
"Maksud kamu di?"
Diana menarik cincin berplatina berlian kecil itu dari jari manis tangan kirinya. Menarik tangan Fahri dan menaruh cincin itu ditelapakan tangan laki laki itu.
"Mulai sekarang kita... PUTUS!!"
Sepasang mata coklat Almond memperhatikan tingkah laku pasangan yang terkena problem itu lalu tersenyum kecut. "Sorry"
————
Gimana KAWAN2?? 🙃 Maaf ya kalo banyak typo. Maklum masih pemula hehe. Oh ya jan lupa ⭐️ dan komen cnya ditunggu🙏
Ninafr
YOU ARE READING
Cinta? No way!
RomanceNamanya delisa. Kalo ditanya jomblo apa kagak pasti jawabannya iya. Karena bagi seorang delisa pacaran itu gak guna. Kata delisa "mendingan gue yang gak pacaran anti baperan, daripada orang pacaran ngomongin perasaan tapi kok punya simpenan" Huaaaa...
