Annyeong all....
Ini cerita pertama aku,semoga kalian suka,kalau gasuka yaudah lah gapapa.
Jangan lupa follow akun author ya,jangan lupa juga buat vote dan comennya...itu berarti banget buat author🤗
👋👋👋👋👋
●●●●○
Udara pagi ini membuat Olive cewek cantik berambut panjang ini malas beranjak dari tempat tidurnya,rambut panjangnya terurai menutupi wajah Cantiknya.
Olive Anastya atau sering disapa dengan Olive, dia adalah gadis Cantik kesayangan Ayahnya, Bundanya telah meninggal dunia sejak dirinya kecil. Dia gadis yang periang siapa saja akan Senang jika dengan dia namun disekolah ia memilih untuk tidak bergaul dengan siapa siapa dia hanya bergaul dengan sahabat Cowoknya yang sudah sangat lama dia kenal.
Tok tok tok
Suara ketokan pintu kamar Olive,siapa lagi kalau bukan Bi Inah, alarm setia Olive. Olive tidak akan bangun jika Bi Inah tidak membangunkannya. Pernah sekali Bi Inah sedang sakit beberapa hari ijin pulang kampung setiap hari Olive bangun terlambat dan disekolah kena Hukum karena terlambat berangkat Sekolah.
"Non Olive?" Suara Bi Ina dari balik pintu kamar Olive.
Olive masih dengan posisinya terenaknya. Dan dirasa tidak ada jawaban dari balik pintu Bi Ina kembali memanggil Olive dan mengetuk pintu hingga berulang kali.
Tak butuh waktu lama Bi Inah mengetuk pintu akhirnya Olive mengerjapkan matanya beberapa kali sambil mengusap matanya berkali-kali khas orang bangun tidur sembari menguap.
"Iya bi aku udah bangun kok." Jawab Olive lalu turun dari ranjang dan membuka pintu.
"Makasih Bi Inah, udah bangunin." Ucap Olive ketika melihat Bi Inah dibalik pintu kamarnya. Olive sudah menganggap Bi Inah seperti Orang tuanya sendiri karena sejak kecil Bi Inah lah yg merawat dirinya hingga tumbuh dewasa seperti sekarang.
"Sama-sama Non Olive." Balas Bi Inah tak lupa dengan senyumnya.
"Nanti habis mandi siap-siap turun sarapan ya Non." Ucap Bi Inah mengingatkan Olive pasalnya Olive selalu lupa untuk sarapan.
Olive menutup kembali pintu kamarnya ketika Bi Inah sudah turun. Ia bergegas mengambil handuk dan segera untuk mandi, karena ia harus melakukan rutinitasnya yaitu sekolah.
Selang Beberapa waktu Olive sudah tampil cantik, Rambutnya ia biarkan teruai dan memakai jepit pita berwarna pink di samping kiri rambutnya. Ia akhirnya turun kebawah. Olive tersenyum ketika melihat Seorang Laki-Laki paruh baya tengah duduk di meja makan sendirian, Beliau seorang yang selalu menyapa Olive dan menyambutnya dengan senyuman manis, siapa lagi jika bukan Harun, Ayah Olive.
Olive sangat bersyukur mempunyai Ayah seperti Harun, Ayahnya selalu memberikan kenyamanan dan kasih sayang yang lebih kepada Olive.
"Pagi Cantiknya Ayah." Sapa Harun ketika melihat putrinya turun dari tangga.
"Pagi juga Ayah gantengnya Olive." Sapa Olive tidak mau kalah memuji Ayahnya.
Harun terkekeh ketika anaknya memuji dirinya ganteng, putrinya ini sangat mirip dengan Bundanya cantik dan juga manis.
Harun mengambilkan makanan untuk Olive, dia mengambil Roti Tawar serta selai coklat kesukaan Olive, dan menyodorkan kepada putrinya.
"Ini untuk putri Ayah tercinta, Roti dengan selai kesukaan."
"Makasih banyak Ayah." Olive menerimanya dengan senang hati, lalu menggigit Roti tersebut. "Roti selai racikan Ayah emang nggak ada lawan."
Ayahnya terkekeh dengan kelakuan Putrinya itu, Bukankah semua roti sama saja rasanya, Bisa sekali menggoda Ayahnya.
ESTÁS LEYENDO
when I love my best friend
Novela Juvenil"Aku akan selalu jadi bintang, walaupun nggak selalu terliat,namun selalu ada untukmu."-Olive ___________________
