Prolog

104 11 1
                                        

Aku berusaha mencair dan menerima,tapi kamu menghancurkan semuanya. Ketika aku membuka ruang dihatiku dan membiarkannya kamu ada disana, kamu justru hanya bermain main disana. Kamu mengacau balaukan semuanya. Semuanya yang sudah tertata rapih.

Ku kira kamu akan menjadi mentari yang akan terus mencairkan dingin yang ada padaku. Ternyata tidak! Kamu hanya menjadi mentari sementara yang berubah menjadi bulan mati meninggalkan aku sendiri lagi dan kembali pada dingin, sampai akhirnya menjadi semakin membeku.

-Naftali Aurellie Wijaya

Coretan LukaWhere stories live. Discover now