Ketika melihat bayangannya dalam cermin, rasa tidak percaya kembali dirasakannya. Kelopak matanya yang terhiasi eyeliner hitam mengerjap lucu, sedang bibirnya yang terlihat bersinar akibat lipstik cherry yang dipoleskan bergetar menahan senyum.
"Aku.. Akan menikah? Sungguh?"
Irish brown nya bergetar disusul air mata yang membendung merasakan suasana hatinya yang terasa diterpa beribu-ribu kebahagiaan.
"Chaeyoung-ah kau sudah selesai? Mempelai pria sudah menunggu."
Dilihatnya pantulan tubuh seseorang yang baru saja masuk kedalam kamarnya tanpa permisi terlebih dahulu. Sosok kakaknya adalah tersangka utama, membuat rasa itu semakin membuncah ketika ia menatap kakaknya yang kini tersenyum haru.
Berbalik cepat ia segera merengkuh tubuh kakaknya yang kini terkejut dan juga waspada.
"U-unnie?!"
"Yak! Kau hampir menekan perutku kecebong!"
Tak dihiraukan olehnya ia kembali menangis haru, "Unnie aku.. aku.. huhu"
Alice Park menahan air matanya ketika adik kecilnya menangis, tak bisa di pungkiri kini ia juga masih tak percaya bahwa kecebongnya kini akan menempuh hidup baru bersama pria yang di cintainya. Tanpa mengatakan apapun ia mengusap pungguh adiknya itu berusaha menenangkan.
"Unnie.. Bisakah?.. Bisakah aku menjadi istri yang baik untuk suamiku?"
Meskipun ia ingin tertawa mendengar kekhawatiran adiknya itu ia menjawabnya dengan bijak, "Jika kau membuat kesalahan sekecil apapun nanti, kau masih mempunyai kesempatan untuk belajar Rosie, janganlah terlalu menakuti dirimu sendiri karena hal itu bisa berakibat pada keadaanmu nanti, Jalanilah dengan perlahan-lahan."
Mendengar hal itu mau tak mau membuat ia perlahan menghentikan tangisnya lalu menatap sang kakak yang kini terlihat berisi karena kehamilannya.
"Kau benar Unnie.. Tak seharusnya aku terlalu berlebihan."
Alice terkekeh lalu mengambil tissue di dompet kecilnya dan mengusap pipi Rosé yang dibanjiri air mata.
"Sudah jangan menangis! Kau merusak riasanmu kan? Bisa-bisa Jungkook kabur saat melihatmu seperti ini"
Mata sipit Rosé membulat lalu dengan pelan menepuk tangan kakaknya yang kini tersenyum jahil.
"Sudah cukup! Bukan waktunya bermelow-melow sekarang, cepat duduk biar aku perbaiki riasanmu"
Tak lama kemudian pintu terketuk lalu munculah ke tiga keluarganya yang lain, Kim Jisoo, Kim Jennie juga Lalisa Manoban yang kini menatapnya penuh kebahagiaan.
"Yak! Chaeyoung-ah?!"
Ketiganya menghampirinya dan juga memeluknya erat membuat matanya kembali berkaca-kaca.
"Unniedeul, Lisa-ya aku sungguh gugup sekarang."
Ungkapnya jujur membuat ketiganya tertawa.
"Tenangkan dirimu Chaeyoung-ah.. tarik! Lalu hembuskan.. "
Intruksi Jennie, kini keadaan terbalik dulu Rosé yang selalu mengatakan itu ketika dirinya merasa goyah diatas panggung dan sekarang ia lah yang kini harus berada di posisi dimana Rosé sebagai obat penenangnya dikala gugup juga sesak mengganggunya.
"Nde,Jennie unnie benar, tarik nafasmu lalu hembuskan"
Timpal Lisa yang kini tersenyum menyemangati. Dan hal itu dibalas kekehan kecil olehnya, "Huff ... Haaah~"
"Ne Chaeyoung-ah.. Kenapa kau begitu cepat tumbuh menjadi dewasa? Bahkan rasanya dibandingkan denganku kaulah yang paling berpikiran dewasa. Bahkan kini kaupun melangkahiku dengan menikah duluan, huh kau membuatku merasa sedih."
YOU ARE READING
My Time✔
Fanfiction[COMPLETE] [Jeon Jungkook ♡ Roseanne Park] "Aku Jeon Jungkook memintamu Park Chaeyoung, puteri bungsu dari keluarga Park untuk hidup bersamaku, membina bahtera rumah tangga denganku, bahagia dan sedih bersamaku, menjadi istri idamanku, jadi ibu dari...
