Nyaris satu tahun rindu tak kunjung mencapai titik temu.
Selama itu pula, hari hari kulewati tanpa pernah melewatkan sedikitpun tentangmu, walau mungkin hanya namamu.
Harapan pernah terbesit, untuk segera mencapai titik itu. Ya, titik dimana aku dan kamu akan saling menatap dengan senyum. Pada hari yang baik, dan pastinya akan menjadi hari yang mengesankan di dalam memoriku.
Hingga sebuah kebetulan kembali diciptakan Allah, sehingga kita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mencapai temu.
Namun, hari itu pun aku tersadar, bahwa tak seharusnya aku berandai lebih terhadap kamu yang belum halal bagiku.
Kita tak bertemu, namun Allah memberikanku ruang untuk lebih mengenal daerah tempat tinggal yang bisa saja kelak akan sering aku kunjungi bersamamu.
-Arfan Ghifari Adiwangsa
YOU ARE READING
Principle
Teen FictionDitengah kebisuan malam, siluet wajahmu terpampang jelas. Menggambarkan setiap inchi lekuk wajahmu yang selalu kurindukan. Bukan seutuhnya karena wajah tegas itu ku berani menjatuhkan hati padamu, namun karakter spesial yang kau miliki menjadi alasa...
