part-one awal

298 14 7
                                        


Pagi yang cerah di awal tahun pelajaran ini. Gadis bernama Rara Alika Zahra sedang bersiap untuk ke sekolah. Ini adalah tahun pertama ia masuk SMA. Dia cukup senang karena akan bertemu dengan orang-orang baru.


Setelah dirasa rapi ia segera turun ke bawah untuk sarapan dengan keluarganya.

"Pagi mah pah" seraya mencium pipi mama papa nya.
"Pagi sayang" ucap mereka bersamaan

"Udah SMA aja nih anak papa" ucap papa dengan tatapan jailnya.
"Ya donggg" balas rara songong. "Btw mah aku dah rapi belom?" Sambung rara ke mama

"Udah dong sayang, cantik pula"
"Ah mama bisa ae" balas rara malu malu.

Setelah selesai acara sarapan bersama, gadis itu berpamitan kepada papa mamanya. Dia akan berangkat menggunakan angkot.

"Ma, pa rara berangkat dulu ya"
"Ga mau bareng papa sayang?" Tanya papa
"Ga usah lah, rara naik angkot aja. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap mama papa berbarengan

Setelah turun dari angkot ia bergegas berjalan menuju sekolah dan langsung ke area mading untuk mencari dimana kelasnya berada.

Saat sedang asik melihat denah yang susah untuk dimengerti itu. Tiba tiba ada seorang lelaki yang dengan sengaja mendorongnya sehingga hampir saja membuat dia terjatuh.

" Ehh Apa apaan coba?!"
"**"
" Bisu ya lo?! Udah salah ga minta maaf!"
"Bodo"
"Dih dah salah ga minta maap songong lagi!" Tunjuk gadis itu

Hanya di balas dengusan dan dengan santainya sicowo itupun berlalu tanpa kata.

"Ya Allah ini hari pertama jangan buat hambaMu ini berbuat dosa" ujarnya memohon pada Tuhan.

Dengan masih merasa kesal akhirnya dia mencari kelasnya. Ternyata dikelas sudah cukup ramai. Rara melihat ada satu bangku yang masih kosong di sana.

Rara memilih duduk sendiri, bukan karna ia sombong tapi rara termasuk gadis yang susah untuk mengajak berkenalan terlebih dahulu.

Sesaat mata rara berkeliling melihat teman-temannya. Siapa sangka di bangku sebelah kanannya ada si cowo menyebalkan.

"Heh lo kelas sini juga?" Ujar rara yang hanya di balas lirikan.
"Sianjir songong banget"ujar rara lirih

"Btw lo belum minta maaf ya ke gue" dan lagi hanya di balas lirikan dan dengusan oleh si cowo itu

Rara yang merasa dikacangi pun hanya bisa mendengus malu.
"Dih bener bener ya ni cowo songong banget, ganteng ganteng gamau minta maap si kata gue najis ya" gumam rara dalam hati.

Setelah beberapa menit berlalu bel pun berbunyi tanda kegiatan mpls akan segera dimulai. Rara yang saat itu sedang menyiapkan peralatan yang akan di pakai pun dibuat terkejut dengan orang yang tiba tiba duduk disampingnya.
Bagaimana tidak terkejut jika yang duduk disampingnya adalah cowo menyebalkan yang tidak mau meminta maap.

Cowo dingin menyebalkan yang sayangnya ganteng ini pun hanya diam tanpa sepatah katapun setelah membuat seorang rara terkejut dengan kelakuan anehnya.


"Heh ngapain anjir lo pindah sini? Bener bener ya lo! pindah sana heh!" Ujar rara dengan pelan karna didepan kelas sudah ada osis yang bertugas memberi materi

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: May 26, 2022 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

BerjalanHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora