satu

68 7 1
                                        

Hari yang cerah,sinar matahari mencuri celah masuk ke kamar ku.Kaylin charllote itulah namaku.

Ini adalah hari pertama ku masuk sekolah,aku pun bergegas mandi dan sarapan.Bisa kulihat ayah,bunda,dan kak Bagas tersenyum melihatku turun ke dapur mengenakan seragam putih abu abu.

"Wahh anak bunda udah besar yah,makin cantik aja"kata bunda tersenyum ramah padaku

"Kakak seneng deh liat kamu gini,udah gak gembul kayak dulu lagi"sambung kak Bagas

"Yeuu dasar kakak,gak percaya sih dari awal kalo aku tuh bisa nurunin berat badan sampe 20kg"kataku yang mulai melahap sarapan masakan bunda

"Cepat selesaikan makan mu nak,kamu gak mau telat di hari pertama kan?"ayah mulai berdiri mengambil kunci mobil dari gantungannya

"Baiklah ayah,ayuk berangkat"aku pun langsung berdiri mengambil tas dan salim kepada ibu dan kakakku

Kak Bagas sedang demam,jadinya dia tidak bisa mengikuti kuliahnya di hari pertama,untung saja ayah selalu stay disaat dibutuhkan

Tak butuh waktu lama bagi ku dan ayah untuk sampai di depan gerbang sekolahku,aku pun segera salim kepada ayah lalu turun dari mobil dan berjalan ke sekolah.Jarak antara gerbang dan sekolah ada sekitar 156 kaki.

Aku pun berjalan santai karena masih ada waktu 20 menit sebelum masuk kelas.Di perjalanan,ada yang menepuk pundak ku,sontak aku kaget dan membalikkan badan.

"Eh,elo kaylin kan?"tanya nya

"Wait,elo itu kan"aku berusaha mengingat sekuat tenaga

"Gue Zoe,kay"katanya memelukku erat

"Owh iya,Zoe Sharleny kan? temen SD gue itu kan?"aku pun dapat mengingat kembali kenangan ku bersamanya

Dimana aku yang dulu gembul dan merasa jelek sangat taat pada perintah gadis cantik blasteran amrik ini,oh sungguh ingin rasanya aku membuang semua kenangan itu jauh jauh tetapi melihatnya kembali hadir dihadapanku,aku pun jadi merasa sejelek dulu lagi.

Aku tak ingin merasa seperti ini,aku memutuskan untuk pergi ke kelas mencari teman baru yang cantiknya sepadan denganku,menurutku Zoe itu terlalu cantik untuk bergaul denganku.

Sesampainya di kelas,aku duduk di bangku ketiga paling kiri di dekat jendela,ku lihat didepanku seorang perempuan yang rambutnya dikuncir dua tengah duduk sendirian,aku pun mencoba berkomunikasi dengannya,siapa tau kami bisa jadi teman.

"Hai,boleh kenalan?"tanyaku dengan nada dan senyum ramah

Sesuai dugaan ku,dia berpaling kebelakang dan tersenyum melihatku

"Boleh kok,kenalin nama ku Rahel Anastasya"katanya

"O-oh g-gitu,na-namaku kaylin Charllote"kataku gugup

Bagaimana tidak gugup,gadis yang terlihat culun itu ternyata adalah siswi yang kecantikannya setara dengan Zoe,bahkan kabarnya dia adalah mantan dari anak walikota dikotaku yang hampir bunuh diri karena diputusi olehnya.

"Sepertinya kita bisa berteman"senyumnya Rahel kembali merekah menatapku yang gugup

"B-boleh k-ok"padahal aku merasa minder saat itu,tapi aku memutuskan untuk tetap bersikap ramah dan baik

Pelajaran dimulai,kelas terasa sangat nyaman dan hening hingga tak terasa kalau waktu istirahat pun telah tiba,aku memutuskan untuk berbaur dengan teman teman yang sepadan denganku.Tetapi nihil,Rahel langsung menarik ku ke kantin,aku hanya bisa pasrah ditarik oleh gadis itu.Sepanjang jalan,aku hanya diam mengikuti langkah Rahel dari belakang,aku menunduk karena merasa menjadi sorotan semua orang terutama para pria.

Sesampainya di kantin,kami menduduki bangku paling pojok.Aku yang memintanya duduk dipojok karena aku tak mau menjadi sorotan banyak orang walaupun aku tau yang disorot itu Rahel bukannya aku.

Aku menawarkan untuk memesankan makanan kami berdua tapi Rahel tak mau memesan apa apa padahal dia yang mengajakku ke kantin tapi entahlah aku juga tidak tau,ketika aku sedang mengantri,Zoe menghampiri ku dan meminta untuk bergabung denganku.Aku tak mungkin menolaknya,jadi ku izinkan dia bergabung.

Saat aku ingin berjalan ke meja tempat Rahel menunggu,kudapati Rahel dan Zoe sudah akrab,mungkin karena sama sama cantik.Aku minder untuk bergabung dengan keduanya sehingga ku putuskan untuk duduk sendiri.Namun,tiba tiba ada yang meminta bergabung dengan ku.Karena aku sedang asik makan aku hanya mengangguk,ketika dia duduk aku baru memperhatikan.Sontak aku kaget,dia sangat cantik dan manis,sama seperti Zoe dan Rahel.
"Kenapa wajah lo keliatan kaget gitu?"katanya membuka percakapan dengan ekspresi sedikit kebingungan

"Gue heran aja,kok lo yang cantik gini mau gabung sama gue"

"Ahahaha ga usah merendah gitu,lo juga cantik kok"katanya tersenyum, senyumnya membuatnya terlihat semakin manis

Saat aku ingin memakan kembali mi ayam milikku,Zoe dan Rahel datang.
"Kaylin...kok kita ditinggal sih?"kata Zoe dengan wajah yang dibuat seakan akan kesal

"Oh iya,ini siapa kay?"tanya Rahel sambil menunjuk gadis cantik yang duduk di sebelahku

"Hai semua,kenalin nama gue Echa glovesya"katanya memperkenalkan diri

"Gue Zoe,kalau ini Rahel,dan yang paling imut duduk di sebelah lo itu kaylin"kata Zoe memperkenalkan kami bergantian

"Oke oke,gue boleh gabung sama kalian nggak?"kata Echa

Demi Tuhan aku ingin langsung menolak,aku tidak mau menjadi salah satu diantara orang orang cantik itu karena diriku sendiri tidaklah secantik mereka.Tapi apa boleh buat,aku pasrah saja.

Sekeluarnya kami dari kantin semua mata langsung tertuju pada kami,mungkin mereka yang melihat kami tidak memperdulikan kehadiranku disini tapi melihat tiga perempuan cantik di sampingku,aku langsung merasa bukan apa apa,sehingga ku putuskan untuk menunduk.

♡°♡°♡

Waktu istirahat terasa sangat lama,mungkin karena aku yang merasa kurang nyaman berada di antara teman teman cantik ku.Akhirnya jam istirahat pun berakhir,Zoe dan Echa kembali ke kelas masing masing,sedangkan aku dan Rahel pun masuk ke kelas kami.

Sama seperti sebelumnya,waktu pelajaran tak terasa sama sekali,dan ternyata sudah waktunya pulang.Aku meminta supirku menjemput ku,tak lama kemudian supirku itu datang dan melihatku sedang mengobrol dengan Zoe karena Rahel dan Echa sudah dijemput duluan.Pak supir memanggilku dan menyuruhku untuk mengajak Zoe ikut denganku,dan ternyata sebelum ku suruh pun Zoe langsung meminta izin pada pak supirku untuk bermain main ke rumahku,kebetulan pak supir masih kenal dengan Zoe jadi diizinkannya Zoe ikut dengan kami.Di mobil terjadi banyak perbincangan tanya jawab antara pak supir dan Zoe.Lambat laun pun mobil kami akhirnya sampai di depan rumah,bisa kudapati kak Bagas yang tetap semangat melayani para pelanggan di toko roti keluarga kami.Dan aku perhatikan,Zoe perlahan tersenyum melihat hal itu.

"Zoe,masih ingat kak Bagas kan?"tanyaku memastikan

"Masih kok,kenapa?"balasnya

"Itu dia,yang sedang menghitung uang pelanggan di kasir"ucapku sambil menunjuk ke arah kak Bagas

"HAH?ITU KAK BAGAS?!!"

She's a goddess,not an angelStories to obsess over. Discover now