05:00
Ayam bahkan belum berkokok. Matahari juga belum nampak dari arah terbitnya. Tapi azan subuh sudah berkumandang dengan lantangnya. Membangunkan manusia dari terlelap nya tidur.
Gadis yang dengan mukenah berwarna putih nampak sangat khusyuk dalam sholatnya. Memanjatkan doa yang begitu ikhlas untuk ia sebutkan.
Ia bangkit merapikan alat sholatnya lalu berdiri didepan meja rias miliknya.
Ceklek
"Sayang udah bangun" sapa ramah wanita paruh baya berusia 35 tahun.
Gadis itu tersenyum "iya mah,papa udah bangun?" Tanyanya.
Renita tersenyum mendengarnya "usah sayang papa lagi sholat"
Gadis itu kembali tersenyum.
"Yaudah kamu siap-siap abis itu turun buat sarapan yah" Renita mengucapkan itu setelahnya ia keluar dari kamar putrinya itu.
Kamar dengan nuansa Dark itu terlihat sangat nyaman dengan hiasan foto yang menggantung di sudut ruangannya. Walaupun terkesan gelap tapi pemilik kamar itu begitu nyaman dengan istana kecilnya.
Gadis itu terlihat memoles wajahnya dengan riasan kecil,menyisir alisnya agar lebih rapi lalu sentuhan berakhir pada lipgloss yang ia pakai pada bibir berwarna pink miliknya.
Ia tersenyum "sempurna"
Gadis itu melangkah setelah sebelumnya mengambil tas berwarna hitam dengam motif Unicorn kecil disudut tasnya.
Kaki jenjangnya melangkah turun,ia melirik jam dipergelangan tangannya ternyata sudah 05:30 masih terlalu pagi.
Tapi baginya waktu itu adalah uang. Berharga.
"Pagi kesayangannya papa" sapaan ramah dari pria paruh baya berusia 40 tahun itu. Tapi,masih sangat sehat dan juga muda.
Gadis itu tersenyum simpul ayahnya begitu hangat. Dan ia beryukur tuhan mengirimkannya keluarga yang begitu sempurna untuknya.
"Lauknya pake apa sayang? Renita bertanya padanya.
"Ayam sama tumisnya dong mah" ujarnya baik.
"Ohiya ra, olimpiade fisikanya kapan?" Kali ini ayahnya yang bertanya.
Ara tersenyum mendengarnya "lusa pah,di bandung" ujarnya.
"Butuh temen nggak?"
Ara menggeleng "pah,Ara bukan anak kecil lagi" tolaknya
Renita tersenyum Ara memang anak yang mandiri dan juga sangat misterius. Karena sampai sekarang Renita sangat susah menebak watak anak semata wayangnya itu.
✨✨✨✨
"Ra lo tau nggak ntar bakalan ada pentas model!" Seru suara itu.
Ara hanya menoleh sebentar lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.
"Ra lo denger nggak sih" Gadis bernama Karen Valencia itu mendengus.
"Kapan?" Tanya Ara singkat.
Karen tersenyum setidaknya sahabatnya itu merespon walaupun yah hanya sedikit.
"Lusa ra,lusa!"
"Nggak bisa"
"Kenapa?"
"Gue ada olimpiade,dan itu lebih penting" ucap Ara final.
Karen mengecutkan bibirnya pupus sudah harapannya. Sahabatnya itu lebih memilih berkutat pada angka dan rumus yang sama sekali Karen tidak mengerti. Ketimbang harus berjalan diatas catwalk yang begitu mudah bagi Karen.
Jika kalian bertanya kenapa bukan Karen saja yang mengikuti lomba itu maka Karen akan menjawab "itu majalah punya nyokap gue,jadi orang-orang disana pada bosen ngeliat gue" begitulah kira-kira.
Ara berdiri dari duduknya. Tujuannya adalah perpustakaan. Ia ingin belajar pasalnya olimpiade sebentar lagi dan Ara harus menang.
"Raaa kemana?" Tanya Karen berteriak.
"Perpus" balas Ara.
Koridor rupanya sudah ramai,Ara melirik jam tangannya
Pukul 06:15 "pantas saja" pikir Ara.
Tahun terakhir di SMA.
Seharusnya Ara sudah tidak usah ikut lomba lagi,tapi Ara tetap ngotot ingin mengikuti lomba itu.
Bukan karena hadiah ataupun piala alasan sederhana Ara mengikuti lomba itu adalah "biar gue bisa lolos universitas yang gue mau" iyah hanya itu.
Langkahnya ringan menuju perpustakaan sampai akhirnya
Brak
Seseorang menabrak dirinya hingga ia jatuh tersungkur bersama orang itu.
Ara lekas berdiri membersihkan roknya yang kotor akibat debu dikoridor ini.
"Lo-" ucapan cowok itu tergantung ketika melihat kearahnya.
Cowok itu melangkah Ara mundur selangkah melihatnya
"Lo cantik" apa?ingin rasanya Ara meneriaki cowok dihadapannya ini.
"Cih dasar gila!" Seru Ara dalam hatinya.
"Permisi gue buru-buru" Ara lekas pergi dari hadapan cowok gila yang tadi menabraknya.
Tujuan utama Ara adalah perpustkaan sekarang.
Halooooo
Ini adalah cerita pertamaku setelah aku membuat akun wattpadku sendiri.
Jadi,buat kalian yang mampir jangan lupa coment yah dan juga likenya supaya aku tambah semangat buat melanjutkan babnya.
Makasih ceunah❤️
YOU ARE READING
ADARA
Teen FictionAdara Quenzinea gadis berlesung pipit dengan sifat yang begitu susah ditebak. Ara gadia yang misterius wataknya sangat susah ditebak. Ara bisa saja menjadi ramah namun sedetik bisa berubah begitu dingin. Pertanyaan yang begitu Ara benci adalah "lo s...
