Sebuah Tanya #1

48 15 0
                                        

__________

S e b u a h

T a n y a
__________

Menjadi yang di akhiri lebih baik daripada harus mengakhiri tanpa arti dan menyisahkan sebuah sayat hati

_

_____________________________________

Dalam malam yang sunyi itu, aku terpaku pada kalimatmu yang ingin menyudahi semua perjalanan manis yang penuh lika-liku dengan begitu saja. Kau menembakan beberapa peluru hingga akhirnya aku tersungkur. Tersungkur tanpa ulur tangan yang selama ini menggenggam dikala aku merasa lemah, kau membiarkannya berdarah, kau meninggalkannya dengan rasa lega.
Apa yang selama ini aku perbuat? Sehingga hatimu menjadi keras layaknya pembenci yang menyimpan banyak amarah.

Apakah selama ini kau berpura-pura?

Apakah aku sudah menjelma menjadi manusia yang tersingkirkan?

Benar, mempertahankan lebih susah daripada mendapatkan. Kau bisa saja menyatakan cintamu, menceritakan sejak kapan kau jatuh cinta, lalu bumbu terakhirnya kau membuat hatinya luluh, dan tanpa waktu yang lama jika kau dengannya sama-sama tertarik kau akan mendapatkannya dalam waktu singkat, sementara menjaga janji dan mempertahankan hubunganmu? Kau belum tentu semudah menjalankan jatuh cintamu.
Itulah yang aku rasakan selama satu tahun genap hubungan kita, ada banyak alasan-alasan yang mencoba membuat kita saling meninggalkan, sedangkan aku berperan layaknya penghadang yang tidak membolehkanmu untuk keluar tanpa aturan.

Coba katakan, apa salahku?

Beberapa kali melontarkan kalimat yang sama, beberapa kali juga kau menjawab dengan alasan yang tidak masuk akal.

Bosan?

Jika aku boleh jujur, aku sudah bosan lebih dulu. Namun aku lagi-lagi mencari banyak cara agar kita tidak menjadi sepasang yang membosankan. Menjadi apa yang kau mau, menjadi sebuah badut dengan segala atraksinya, menjadi segalanya yang kau kode kan. Ya, kau sering sekali membuat kode-kode yang mudah terpecahkan olehku. Kau ingin sosok wanita yang dekat dengan keluargamu, kau ingin sosok wanita yang tidak perhitungan, kau ingin sosok wanita yang selalu siap berdiri di pinggir lapangan setiap kali kau bertanding bola basket, begitu bukan?

Apakah semua itu masih saja kurang?

Lalu, apakah kau menemukan sosok lain yang lebih mengaggumkan dariku?

Caramu dengan mengakhiri tanpa kejelasan ini, seperti layaknya tersangka yang duluan mati sebelum kasusnya terkuak oleh polisi, sedangkan korban? Sudah kau bunuh dengan cara yang janggal dan sadis.

______________________________________

______________________________________

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
397 HARI  [ SELESAI ]Stories to obsess over. Discover now