Aldi adalah orang biasa.
Ia jamin, dan ia tegaskan sekali lagi ' Aku adalah orang biasa '
Bahkan bisa dikategorikan orang yang tidak mampu menarik atensi siapapun barang sedikit. Tak terkecuali, gebetanya sendiri.
Tidak, Aldi bukan lelaki cupu dengan kacamata tebal dan hobi nongkrong di perpustakaan. Dia hanya lelaki biasa, sudah ia ulang beberapa kali.
Jika kalian ingin tau, tampilannya terlihat seperti murid rajin yang teladan walaupun sebenarnya tidak. Cara berpakaian nya cukup rapih, rambut yang sedikit tertata, dan jam tangan yang selalu bertengger ditangan kiri nya. Pokoknya terlihat biasa. Tidak aneh, tidak juga mencolok.
Saat ini ia sedang menatap seorang gadis dari kejauhan. Tidak begitu cantik, tapi memiliki senyuman termanis 'menurutnya'. Sudah 4 tahun sejak dia menyukai gadis tomboy itu. Tapi belum terbalas hingga saat ini.
Aldi tidak diam saja kok. Dia bukan jomblo ngenes yang hanya bisa menatap dari jauh tanpa bisa mendekat. Aldi sudah melakukan usaha, saat ini, walau hanya sebatas teman. Aldi jadi mengetahui banyak hal tentang gadis yang memiliki lesung pipi tersebut.
Aldi mungkin harus banyak-banyak sujud syukur, karena menjadi lelaki yang paling cukup dekat dengan gadis berambut pendek itu. Karena tatapan dingin dan mulutnya yang tajam membuat orang enggan mendekat dengannya.
Mengingatnya membuat Aldi benar-benar merasa bersyukur. Bahkan awalnya Aldi sempat ragu untuk mengetik sekedar huruf 'P' di roomchat dengan nama kontak 'Izka' diatas nya.
+++
flashback..
Aldi mondar mandir tidak jelas didalam kamarnya. Jelas terlihat ada sesuatu yang membuatnya gugup. Bahkan telapak tangannya sudah berkeringat saking khawatirnya.
Siapa yang tidak gugup disaat posisi kalian seperti diambang waktu untuk memilih dua pintu yang mana salah satu nya adalah surga dan satunya lagi adalah neraka. oke itu terlalu hiperbolis.
Namun ia tak pernah segugup ini selama hidupnya. Orang mungkin menyangka dia sedang mendapat sesuatu yang luarbiasa, atau mungkin tidak. Karena saat ini dia hanya menggenggam ponselnya. Terlihat chatroom aplikasi WA dengan nama 'Izka' diatasnya.
Itu gebetannya, dan lagi, orang mungkin akan menganggap itu berlebihan. Dia hanya perlu menghadapi satu gadis, bahkan tanpa saling bertemu, bahkan hanya lewat sosial media, bahkan saat dia hanya harus mengetik 'P' dan 'Sv bck'.
Tapi itu tidak semudah yang kalian kira. Setelah mendapat nomor WA gadis yang ia sukai beberapa jam yang lalu dari teman sekelasnya. Sampai saat ini ia sama sekali tidak bisa tenang.
Banyak spekulasi buruk dikepala nya tentang respon yang akan diberi dari gadis bernama Izka. belum lagi dengan 'Katanya' orang-orang yang membuat ia semakin ragu.
Setelah menimbang-nimbang kurang lebih satu jam. Ia akhirnya mengetik satu huruf dan mengirimnya sambil merapalkan banyak do'a.
Aldiva
P
Satu menit..
Dua menit..
Lima menit..
Sepuluh menit...
Aldi hampir pasrah. Apakah ini akhir dari usaha ia berpikir selama satu jam hanya untuk mengirim satu huruf tersebut?
Saat ia sudah ingin menekan ikon sampah, tiba-tiba sebuah notif muncul.
Izka
YOU ARE READING
Revolt [Oneshot]
Short StorySemua orang pasti pernah jatuh cinta, namun mereka memiliki cerita yang berbeda satu sama lain. - strt
![Revolt [Oneshot]](https://img.wattpad.com/cover/211818459-64-k860158.jpg)