Tulisan I

18 4 2
                                        

Bolehkah aku merindukan tuan?
Walau mungkin tuan tidak tau menahu perihal rindu yang ku punya.

Aku berbohong jika aku katakan aku tak apa melihatmu dengannya.
Aku bahagia asal kau juga bahagia.

Itu semua bohong. Aku hanya pura pura menutupi semua luka ku, yang masih berdarah dan juga mulai tumbuh nanah.

Bukannya mengering, luka ini malah tambah menjadi.

Berhenti menanyai apa aku baik baik saja. Karna tuan lah penyebab luka.

Ah tidak, aku yang sudah terlalu bodoh. Ini semua bukan salah tuan. Ini semua merupakan salahku.

Aku masih saja berharap akan hadir tuan, walau aku tau tuan sudah berada dipelukan orang lain

Hati dan logika ku tak sejalan. Ragaku sudah lelah. Maaf tuan, karna rinduku tak bisa terbendung.

Indonesia, 2 Januari '20
Najwa.

Sebuah HarapanStories to obsess over. Discover now