1.

3.7K 122 0
                                        

Di dalam sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan terdapat 2 orang pria yang sedang berbicara. Mereka terlihat serius.

"Tuan Besar semakin mendesak. Anda harus segera memberi jawaban" Indra menyerahkan ponselnya agar Barsena membaca pesan yang baru masuk dari kakek pria itu.

Barsena menghela nafas berat. Entah apa yang sudah dijanjikan keluarga Naura kepada kakeknya. Yang pasti hal menggiurkan sehingga pria tua itu bersikeras untuk menikahkannya dengan Naura. "Om punya rencana untuk membatalkannya?"

Indra menatap kearah Barsena keheranan. "Kenapa dibatalkan? Bukanya Mas Barsena sangat mencintai Non Naura?" Indra pun jadi penasaran.

Barsena menyandarkan kepalanya pada jok. "Ya. Itu dulu" Barsena menatap lurus kedepan. "Sebelum dia menghiatiku"

Indra bergumam mengerti. Pasti semua orang sangat benci dengan pengkhianatan.

"Tolong... tolong lepaskan saya!"

Barsena dan Om Indra sama-sama mendengar suara seorang gadis yang sedang meminta tolong. Barsena mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang sedang butuh bantuan itu.

"Saya janji akan bayar semua hutang-hutang Ayah dan kakak tiri saya" gadis itu tampak memohon. "Secepatnya" gadis itu berjanji. "Saya berjanji akan secepat-cepatnya mengembalikan hutang-hutang mereka" gadis itu tampak terus memohon kepada 2 pria bertubuh kekar dan di penuhi dengan tato.

"Bos Toni sudah memberi kalian banyak waktu. Tapi mana buktinya hah!" Salah satu dari pria itu memegang dagu gadis itu sambil menatapnya garang. "Kalian selalu bohong dan bohong lagi!" Pria itu melepaskan dagu Gadis itu dengan kasar, membuatnya wajah gadis itu sampai menoleh kesamping.

"Saya tidak pernah bohong" Gadis itu mencoba membujuk kedua pria itu lagi.

"Alah! Jangan percaya sama dia!" Melihat temannya hampir merasa kasihan, Anwar buru-buru menggertaknya. "Cepat bawa dia menemui Bos Toni sekarang juga!"

Gadis itu meronta, coba melawan dia tidak ingin di bawa ketempat Bos rentenir itu.

Melihat wajah melas dan penuh frustasi gadis itu. Barsena mendapatkan ide. "Om tunggu disini saja! Perintahnya kepada asistennya itu. "Jangan keluar sampai aku panggil!" Barsena dengan cepat keluar dari dalam mobilnya.

"Mas Barsena mau kemana?" Indra panik, namun ia harus mengikuti perintah sang majikan, dia hanya bisa duduk di dalam mobil sambil memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh pria itu.

Barsena menghampiri 2 pria yang berusaha membawa paksa seorang gadis tadi. "HEH!" Teriaknya mengalihkan perhatian kedua pria tadi.

Kedua pria tadi menatap kearah Barsena secara bersamaan, kemudian saling pandang satu sama lain. "Kamu kenal War?" Tanya Eko kepada temannya itu.

Anwar menggelengkan kepalanya sambil menjawab. "Tidak"

Eko beralih menatap kearah Barsena lalu bertanya dengan nada peringatan. "HEH! SIAPA KAMU? JANGAN COBA-COBA GANGGU URUSAN KAMI"

Barsena tertawa mengejek. "Siapa aku? Jika kalian tidak ingin celaka maka... lepaskan gadis itu!" Perintahnya kepada kedua pria tadi.

Eko berkacak pinggang tidak terima di perintah. "MEMANGNYA SIAPA KAMU BERANI PERINTAH KAMI?" Eko meludah ke tanah. "KAMI BERDUA PREMAN YANG SANGAT DI TAKUTI"

Anwar mengangguk setuju. "Benar. Di daerah ini tidak ada yang berani melawan kita" Anwar memperlihatkan ekspresi sombongnya.

"Benarkah?" Tanya Barsena dengan nada mengejek. "Kalau begitu coba lawan aku!"

Kedua pria itu tampak marah dan tidak terima oleh ejekan Barsena. Akhirnya mereka berdua melepaskan cengkeraman tangan mereka dari kedua lengan gadis itu. Ada kesempatan gadis itu langsung lari untuk bersembunyi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 2 days ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

JATUH HATI Stories to obsess over. Discover now