Baru saja Mandara Agatha Fereira melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah barunya, ia sudah disuguhi dengan kemegahan sekolah barunya.
Menakjubakan batin Dara. Seumur-umur baru kali ini Dara menyadari ada sekolah yang kuat mendirikan bangunan semegah ini. Setau Dara sekolah-sekolah pada umumnya tidak pernah dibangun megah-megah.
Tak ingin berlama-lama dengan pikirannnya, ia pun segera buru-buru melangkahkan kakinya untuk lebih dalam memasuki sekolah barunya SMA 1 Grittle. Kedua matanya tak berhenti melihat sekelilingnya sehingga ia tak sadar bahwa ia menabrak seseorang.
Brukkk
Dara meringis merasa sakit dibagian pantatnya. Ia mendongak keatas mendapati seorang cewek yang berwajah sangat manis. Cewek itu mengulurkan tangannya berusaha membantu Dara berdiri.
"Sorry gue tadi buru-buru." Kata cewek itu sambil menampilkan senyum manisnya.Dengan senang hati Dara menerima uluran tangan cewek itu.
"Iya gapapa gue tadi juga buru-buru." Cewek yang dihadapannya dibuat kagum dengan kecantikan Dara. Alis yang tebal dan rapi, hidung yang mancung, bulu mata yang lentik, pipi yang tirus, kulit yang putih, bibir yang ranum, serta rambut yang panjang mengombak pas sekali diwajah cantik milik Dara. Jangan lupakan juga lesung pipit yang terlihat jelas di pipi kanan Dara.
"Santai aja kali. Oh ya gue kaya gak pernah liat lo sebelumnya, lo anak baru yang sering diomongin itu ya?" Tebak cewek itu yang membuat Dara mengangkat sebelah alisnya, ia berfikir apa maksud kata cewek yang ada dihadapannya dengan kata 'sering diomongin'.
"Di omongin? Maksud lo, gue sering diomongin?" Tanya Dara memastikan bahwa ia tak salah dengar. Dara hanya bingung bagaimana bisa ia bisa terkenal di sekolah lain, pasalnya Dara tidak memiliki teman yang berada di luar sekolahnya.
"Iya lo sering banget diomongin di sekolah gue, lo Mandara Agatha Fereira kan? Kenalin, gue Clarissa Amanda." Oh Dara semakin dibuat kaget dengan cewek yang baru saja ia ketahui namanya yaitu Clarissa. Bagaimana Clarissa mengetahui namanya padahal Dara saja belum memasang badge nama di bajunya. Apakah dirinya begitu terkenal di sekolah ini?
Entahlah Dara tidak ingin dibuat pusing dengan terkenalnya Dara di sekolah ini.
"Lo tau darimana nama gue? Eummm perasaan gue belum pasang badge nama di baju gue. Lo cenayang kah?" Clarissa buru-buru menggelengkan kepalanya, membuat kedua alis Dara kembali bertaut.
"Hahahaha. Siapa sih Dar, yang nggak kenal lo? Lo kan yang sering mewakili lomba cerdas cermat di sekolah lo dulu kan? Apalagi dengan kemenangan lomba dance antar sekolah yang membuat lo jadi terkenal di sini." Dara hanya mengangguk kecil, sekarang ia baru paham kenapa dirinya bisa terkenal di sekolah ini.
"Ya udah gue pergi dulu." Pamit Clarissa kepada Dara.Tanpa menunggu jawaban dari Dara, Clarissa segera melangkahkan kakinya kembali, dengan cepat Dara memegang tangan Clarissa membuat Clarissa yang ingin melangkah mengurungkan niatnya dan menoleh ke arah Dara.
"Ada apa?" Tanya Clarissa to the point karena ia segera ingin menuntaskan misinya untuk ke kamar mandi.
"Lo bisa tolong kasih tau gue arah ruang kepala sekolah?" Clarissa segera menunjuk tulisan yang tak jauh didekat mereka.
"Makasih." Dara tersenyum dan dibalas anggukan oleh Clarissa. Dara segera melangkahkan kakinya untuk menuju ruangan itu banyak pasang mata yang melihat ke arah Dara dengan tatapan kagum dan ada pula sebagian dari mereka iri dengan kecantikan Dara.
Tapi Dara tak peduli dengan tatapan - tatapan mereka, karena tujuan Dara hanyalah ingin sekolah bukan yang lain. Tak ingin menunggu lama lagi, Dara segera menuju ruang kepala sekolah.
🐧🐧🐧
Halo gaesss kembali lagi dengan Arsya Ayu Solekha dengan cerita barunya. Mohon bantuannya ya gaess.... jangan lupa vote dan comment. 3 vote lanjut heheh😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Ice Prince
Teen FictionMandara Agatha Fereira. Kerap di panggil dengan panggilan Dara. Memiliki otak cerdas, overdosis dalam hal bahagia, sering tertawa, jika sedang bersedih bisa menghabiskan 5 cokelat batang, dan bisa menangis tersedu-sedu jika ada hal yang bisa membuat...
