"Jeon Hyeji! Kau tak mau mengambil gambar dengan Kim Seonjun?" teriak gadis cantik bernama Hanbyul.
"Bisa kah kau bersabar sedikit? tidak perlu berteriak, telinga ku masih berfungsi dengan baik!" gadis berambut pendek dengan nama Jeon Hyeji itu sedikit menaikkan oktaf suara nya yang kesal terhadap teman nya.
Pria manis bernama Kim Seonjun atau kerap dipanggil Seonjun, menarik kedua ujung bibir nya keatas. Ia tersenyum simpul melihat bagaimana gadis yang baru saja menarik perhatian nya ini sedikit kesal terhadap teman wanita yang terus memaksa dirinya untuk bergegas cepat.
Hyeji turun satu tangga untuk menghampiri Seonjun yang dipaksa ber-swa foto dengan nya itu.
Seonjun menatap Hyeji sekilas, benar benar manis. Langsung saja Seonjun mengikis jarak diantara kedua nya, ya tentu saja untuk lebih dekat, agar terlihat jelas di kamera. Hyeji yang sadar akan hal itu sontak terkejut, namun sesegera mungkin menyembunyikan keterkejutan nya dengan ikut mendekat ke Seonjun.
"1! 2! 3!"
"Oh ini bagus! Ah~ Kalian imut sekali, benar benar serasi."
Hyeji hampir saja berlari ke arah Hanbyul dan menarik rambut nya jika saja ia tak berada didepan pria manis yang memang dari dulu menarik perhatian nya itu.
Hyeji terkekeh canggung, lalu melirik ke arah Seonjun yang jarak nya sungguh dekat dengan dirinya. Entah kenapa, debaran ini mulai muncul, Hyeji sendiri masih belum yakin kalau memang dirinya punya perasaan terhadap Seonjun.
"Kurasa kalian perlu berkenalan."
Sora membuka mulut sejak dari tadi sibuk gemas dengan kedua insan yang menurutnya akan menjadi pasangan ini.
Seonjun menatap Hyeji seraya tersenyum hingga memperlihatkan deretan gigi putih miliknya.
Oh tuhan, senyuman itu, apa apaan?
Hyeji mencoba untuk tidak menunjukkan rasa ingin teriak nya setelah melihat hal yang dapat menimbulkan penyakit diabetes setelahnya.
"Kim Seonjun."
Seonjun terlebih dulu memberi tangan untuk dijabat setelah mengucapkan nama lengkapnya disusul oleh jabatan tangan Hyeji dengan senyuman penuh yang menimbulkan kerutan manis diwajah nya.
"Jeon Hyeji."
Setelah selesai dengan perkenalan, Seonjun pamit untuk kembali ke tenda nya lalu dijawab dengan anggukan serta tarikan kedua ujung bibir Hyeji.
Hyeji berbalik badan dengan hati yang berdebar entah sampai kemana. Lalu menaikkan satu alis nya kehadapan teman teman yang memandang aneh dirinya.
"Kenapa menatapku seperti itu?"
"Hng, kurasa Byun Gangsoo akan kehilangan seseorang setelah ini."
Soojin, sahabat dekat Hyeji berbicara dengan sarkas seraya menatap sinis Hyeji.
Hyeji terkekeh lucu, sambil mengangkat satu tangan dengan jari telunjuk dan jari tengah keluar.
"Entahlah, ini hanya sekedar perkenalan. Kuharap tidak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan disini."
Daehyun memutar bola mata jengah.
"Terserah padamu Nona Jeon."
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ [ be continue.. ]
YOU ARE READING
Our Meet?
Random"Aku tidak mau kehilangan teman teman ku hanya karena satu wanita. Karena kau Jeon Hyeji." - Kim Seonjun. "Kuharap hati ku tidak jatuh untuk kesekian kali pada nya. Pada Kim Seonjun brengsek itu." - Jeon Hyeji.
