Apa?
Dia menatap aneh padaku.
Respon apa yang harus ku berikan? Apa aku harus balas menatapnya? Menghampirinya? Atau apa aku harus mengabaikannya?
Ah! Tidak - tidak!
Apa yang harus kulakukan?!
Sekarang, dia mendekat padaku! Bagaimana ini?!
Uh! Tunggu!
Kenapa dia semakin mendekat?!! Kumohon! Menjauhlah!! Aku tidak ingin hal yang tak diinginkan terja-
"Yuna?"
-di.
Apa tadi dia menyebut namaku? Tidak mungkin. Aku bukan cewek populer dimanapun aku berada. Bagaimana dia bisa tahu namaku?
"Tuh! Benar kan, Lo Yuna kan?"
Aku yang sedari tadi menutupi wajahku dengan tanganku, kini perlahan menurunkan tanganku. Mencoba memberanikan diri untuk menatapnya.
Satu detik.
Baik. Aku menatapnya.
Dua detik.
Dia terlihat .. tidak asing.
Tiga-
'DEG'
DEMI SEGALA KESIALAN YANG ADA DIMUKA BUMI INI!! KENAPA GUE HARUS KETEMU SAMA COWOK BANGSAT SATU INI?!!!?!?!?!!!
...
Yuna Kyle. Kriteria, termasuk cewek polos -katanya.
...
Yuna mendaratkan pantat-nya dibangku sesampainya dikelas. Kesya Herzel, kawan sebangku Yuna, memandangi wajah kawan sebangkunya itu.
"Napa lo? Kek habis dikejar rentenir aja."
Masih dengan nafas ngos - ngosan, Yuna melepas ranselnya dan menyandarkan punggung lelah itu dibadan bangku.
"Lo tau Axsel? Axsel sinting-nya ga ketulungan itu?"
"Gue berharap ga kenal sama tu orang."
"Sayangnya dia sepupu elo, Sya." Kata Yuna dengan smirk. Kesya berdengus samar.
"Kalo lo tau dia sinting, kenapa lo masih mau aja berurusan sama dia?"
"Emang gue ada bilang kalo gue ada urusan sama dia?"
"Terus? Lo ngomongin dia buat apa?"
"Makanya dengerin sampe abis dulu baru komen, nying!"
"Lo nya kelamaan." Kesal Kesya.
"Lo nya ga sabaran." Balas Yuna.
"Udah, udah. Emang Axsel kenapa? Apa dia jadi makin sinting atau apa?"
"Jadi gini-"
'KRING'
Bel masuk jam pertama berbunyi dengan nyaring, hingga menenggelamkan suara Yuna. Sepertinya, setelah ini Kesya akan mengamuk.
"WOI BEL! GAUSAH NGE-GAS KALI!!!!"
Benar saja. Dengarkan barusan?
"Cuma orang gila yang ngomong kek elo, Sya .." Kesal Rozy Parmanta.
"Gausah ngomong juga lo, nying! Gue lagi kebelet nih!"
"Ke toilet, anying! Gausah tereak ga jelas." Rozy nge-gas sambil mengusap telinganya yang nyut - nyutan karena teriakan Kesya.
"Kebeletnya beda jurusan, hanjer! Dah ah bacot lo!"
"Yun-"
Lagi dan lagi. Pembicaraan mereka harus terhenti saat itu. Saat wali kelas mereka masuk kedalam kelas.
"Morning, Anak - anak. Ibu membawa berita baik hari ini~"
Para anak murid yang pintar dan rupawan tapi rada gesrek itu, seketika antusias mendengar perkataan dari sang guru.
"Berita baik apa, bu?!" Tanya Haris salah satu cowok kepo dikelas XI IPS II.
Sang guru, Ibu Adinda Kahyangan, tiba - tiba tersenyum manis.
"Hei, ayo masuk .."
Atensi semua orang langsung tertuju kepintu. Mata para cewek seketika berbinar saat melihat wajah mulus tampan yang baru saja memasuki kelas mereka.
"Nah .. ayo perkenalkan dirimu." Suruh Ibu Dinda.
Mata cowok tampan itu, tertuju lurus kedepan. Dia tersenyum kecil.
"Pagi. Panggil aja Darel. Salam kenal." Perkenalan singkat itu pun diakhirinya dengan senyum simpul. Seketika menambah kesan dingin diwajah tampannya. Dan bagi para cewek, Darel benar - benar cowok yang mereka idam - idamkan.
Namun, diantara semua cewek yang sedang terperangah, hanya ada satu cewek yang menatap kaget kewajah Darel.
'Hanjer, kenapa dia bisa ada disini?' Batin Yuna dengan mata membulat sempurna.
"Hmm, itu saja?" Dan diangguki oleh Darel.
"Baiklah. Sekarang duduk disamping Lucas." Kata Ibu Dinda sambil menunjuk kearah salah satu cowok tampan dikelas itu.
Darel mengangguk pelan. Semua cewek tersipu - sipu ketika beradu pandang dengannya.
Yuna menundukkan wajahnya sambil menggigiti bibir bawahnya. Hatinya jadi berdegup kencang. Dia tak peduli cowok itu ada dikelasnya tapi haruskah cowok bangsat yang kemarin ditemuinya harus duduk disampingnya?
'Gue habis kemakan apa jadi sial gini?!'
-
-
-To be continued-
VOUS LISEZ
Him
Roman pour AdolescentsPilih mantan yg ga bisa bikin lo move on? Atau Pilih Kakel tampan berkharisma yg memiliki fans sejuta umat? Yuna Kyle. Berusaha mati - matian move on dari Darel Parson. Usahanya dua tahun terakhir harus pupus ketika dirinya kembali dipertemukan deng...
