Wulan?

235 96 16
                                        

Terdengar rintihan seorang gadis dengan serpihan hati nya beserta seperangkat luka di sebuah ruangan bernuansa klasik, rintihan nya terdengar sangat menyayat hati.
Gadis tersebut teringat akan sebuah peristiwa buruk yang pernah menimpa nya.
****

Gadis itu bernama Wulan Nur Astuti, perempuan berdarah Betawi yang berasal dari keluarga berkecukupan. Nama Wulan Astuti berasal dari salah satu artis terkenal yang sangat digemari sang ibu, lalu ditambah Nur yang artinya cahaya. Jadi nama Wulan Nur Astuti bisa diartikan agar cantik dan pintar seperti Wulan Astuti dan bercahaya karena nama adalah doa. Wulan sudah tinggal di Jakarta sejak berumur 10 tahun dan sekarang ia berumur 24 tahun. Ia bekerja di sebuah perusahaan ternama daerah Menteng. Wulan sudah lulus sejak 4 tahun lalu, ia mendapat gelar cumlaude dari suatu Universitas negeri di daerah Jakarta. Setelah lulus, Wulan langsung di rekrut oleh pihak perusahaan untuk menduduki satu jabatan penting yang mungkin idaman semua orang untuk mempunyai jabatan tersebut. Ia tekun belajar sejak SMA. Di bangku SMA pula Wulan mengalami pengalaman buruk yang cukup menyakitkan.

Saat kelas 11, Wulan sempat mengidam-idamkan salah satu dari kakak kelas nya. Nama kakak kelas itu Putra Laksana, Putra kelas 12 IPA. Putra bukan termasuk barisan cowok idaman di sekolah itu tetapi paras nya juga tak kalah jika dibandingkan dengan geng idaman sekolah itu. Apalagi prestasi yang sudah diraih Putra, Ia pernah juara satu olimpiade Biologi se antero Surabaya.

Wulan tinggal bersama orang tua nya dan ia adalah anak tunggal. Kedua orang tua Wulan sangat sibuk sehingga tidak bisa bertatap muka setiap hari. Itulah salah satu alasan hidup Wulan tidak begitu berarti.

Wulan pernah bermimpi akan hari hari yang penuh dengan kasih sayang, keramaian, dan perhatian dari kedua orang tua nya. Apalagi saat ia menonton acara televisi dimana pemeran utama nya sangat disayangi oleh orang tua nya. "Kisah pilu ini belum berakhir", pikir Wulan.

Suatu hari Wulan mendapat undangan ke acara pernikahan sahabat lama nya, Lina. Wulan sangat merindukan sahabat nya itu. Sekarang Lina akan menikah dengan Rizky, teman sekelas Lina saat ia masih kuliah. Wulan pun tidak khawatir dengan teman yang akan ia ajak ke pesta itu, karena ia sudah pasti akan seorang diri. Wulan pun tak perlu bersusah payah mencari kostum untuk digunakan ke pesta pernikahan Lina karena ibu nya adalah seorang desainer ternama.

Keesokan hari nya, setelah sampai di pesta tersebut, Wulan mencari Lina. Lina sedang duduk di kursi pelaminan bersama Rizky, mereka serasi dan lucu, Wulan membayangkan betapa bahagia nya ia duduk disana sembari bercengkrama hangat bersama orang yang ia sayang. Lamunan nya mulai kabur dari batas patah hati. Wulan lalu memeluk dengan Lina dan bercengkrama tentang masa lalu, disaat Wulan masih menjadi seseorang yang sangat berbeda dari sekarang. Mereka berbincang-bincang cukup lama hingga Lina bertanya sesuatu yang mengejutkan kepada Wulan,
"Eh iya lan, kamu gimana sama Putra? Masih gabisa move on juga?"

#
#

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Nov 26, 2019 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

ChaṇṭakāvaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora