prolog

811 180 30
                                        

Dalam hidupnya, tidak ada yang namanya boleh menghirup udara bebas. Situasi sulit selalu ada di depan wajahnya. Menghalanginya bernapas. Namun, ya!

Dia menikmatinya.

Menjadi seorang detektif adalah cita-citanya sejak kecil. Hal yang ditertawakan teman-temannya tiap kali ia mengakui semua itu saat guru bertanya tentang impian masa depannya. Tapi toh semua sudah terbukti. Ia menjadi detektif dengan bayaran termahal beberapa saat lalu. Membuatnya membusungkan dadanya dengan bangga tiap kali bertemu teman sekolah yang dulu menertawakannya. Melihat mereka yang tak jadi apa-apa, ada kebanggaan tersendiri. Hatinya terbahak dengan puas. Sebelum sebuah kecerobohan membuatnya menjadi detektif paling payah, tak lagi dibayar, ia merasa mendapat karma. Dan yang terparah, ia dipenjara selama empat tahun karena itu.

Dituduh memperkosa targetnya.

Jangankan memperkosa. Memegang tangan perempuan saja ia tidak pernah, kecuali tangan perempuan yang sudah jadi mayat. Dan karena dipenjara, sang kekasih memutuskan hubungan. Oleh karenanya, Kim Taehyung berharap cepat bebas dari masa tahanan agar ia bisa mencari jalang keparat yang sudah menghancurkan karirnya. Juga cintanya.

"Mandi dulu sebelum itu, kau kelihatan dekil sekali."

Sesungguhnya bukan sambutan seperti ini yang Taehyung inginkan. Tapi ia sudah lama tahu bahwa mulut Jimin—rekan satu profesinya memang terlalu jujur. Padahal penampilan Taehyung tidak dekil-dekil sekali. Masih tampan. Hanya saja memang rambutnya kusut dan sedikit panjang karena tak pernah satu kali pun potong rambut selama dikurung di dalam sel tahanan. Belum lagi jambang-jambang yang menghiasi rahangnya. Saat berkaca ketika mengemasi pakaiannya sebelum keluar, Taehyung merasa macho sekali, lho.

Si bungsu terdengar menahan tawa susah payah hingga mengikik seperti babi membuat Taehyung yakin kali ini penampilannya sungguhan dekil. Ya, dibandingkan Jimin dan si bungsu Jungkook, gayanya jauh tertinggal. Ia tidak mengenal trend selama di penjara. Benar-benar dikurung.

Tak mau mendebat mereka, ia melempar ranselnya pada Jimin yang tertawa lebih berani lantas menerima bungkusan kresek hitam yang si bungsu angsurkan.

"Jangan sampai masuk ke sana lagi walaupun di sana menyenangkan." Jimin menepuk bahunya selagi Taehyung berusaha mengunyah sekali lahap sebongkah tahu yang Jungkook bawakan.

Makan tahu untuk menolak bala. Semoga semua kesialnnya tertinggal di penjara. Taehyung harus memulai kembali hidupnya yang bersih. Dia kapok. Tidak mau lagi tinggal di sana. Amit-amit pokoknya.


.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana kelanjutan kisahnya?

Apakah ini menarik?

Vomment juseyo!!!

_esenel_

Vous avez atteint le dernier des chapitres publiés.

⏰ Dernière mise à jour : Nov 24, 2019 ⏰

Ajoutez cette histoire à votre Bibliothèque pour être informé des nouveaux chapitres !

The 'L' GirlDes histoires addictives. Découvrez maintenant