01

3 3 0
                                        

"clara , lo tau gak ..." suara salah satu teman baru clara .Dhiya berbicara dengan begitu semangat tanpa menghiraukan orang-orang yang ada disekitar mereka.

"kagak" kebiasaan clara emang ,suka memotong pembicaraan temannya. Untungnya kebiasan buruknya ini tidak berlaku kepada semua orang. Kalau tidak dia akan dicap cewek tak sopan.

"elah , iya lah lu kagak tau, gua selesai ngomong ajah belom."Dhiya memutar matanya sambil menepuk bahu clara. Bagi Dhiya , ia merasa pukulannya pada bahu clara sangat ringan. Namun efeknya pada clara sungguh diluar dugaan. Clara hampir tumbang dari bangkunya akibat pukulan 'ringan' dhiya.

"yaya bisa gak kalo nabok orang tuh pake perasaan." Ekspresi clara sudah seperti orang yang teraniaya.

"kalau nabok pake persaan, ntar yang ditabok baper dong" inilah dhiya si bucin tingkat dewa. Semua kata-kata dan hal apapun pasti ia kaitkan dengan cinta. Sebenarnya clara juga bucin tapiii clara lebih bucin pada oppa-oppa korea.

"dasar bucin bego." Nah kalau si dhiya udah keluar sifat aslinya pasti akan dikata-katai oleh resi. Nah, kita ulas dikit tentang resi. Dia ni si lidah tajem ,paling gak peka, paling kaya diantara mereka, dan yang suka menyadarkan clara , dhiya dan keysa saat menghalukan bias.

Wajah dhiya langsung muram setelah mendengar ucapan resi. Dhiya sengaja tak membalas karena kalau dhiya membalas pasti akan diberi kata-kata yang lebih menyakitkan.

"sebenernya lu mau ngomong apa sih dhiya , kagak beres mulu omongan lu perasaan." Nah umi udah ngomong nih. Sebenernya namanya bukan umi tapi natasya. Tapi karena tasya sering memberi ceramah kepada yang lainnya , maka datanglah gelar umi yang diberikan oleh keysa.

"hehehe iyaa,,, jadi giniiiii tadi tu pas gw ma keysa jalan ke kantin kami ketemu sama senior fotografi itu loh. Gw kan emang dasarnya kepedean makanya gw liat ke abang tu trus gw sapa. Eh , tau gak apa yang paling nyesek. Gw yang nyapa si keysa yang diliat. Untung ajah sapaan gw masih di jawab kalau kagak gw pacarin tuh abang kelas." Untung lah orang-orang yang ada disekitar dhiya sudah terbiasa dengan cara berbicara dhiya yang kadang suka lupa spasi.

Di masing-masing wajah resi, naya dan rahma sudah muncul senyum pembukaan untuk pembullyan. Tapi orang yang dibicarakan seolah - olah bukan dia lah yang akan dipermasalhakan . lain halnya dengan ekspresi clara , beragam ekspresi muncul diwajahnya dalam waktu singkat. Terkejut, kecewa dan sakit lalu senyuman jahil yang ganjil. Tiga ekspresi awal clara muncul dan hilang tiba-tiba.

"ciattt,,,, keysa udah mau punya gebetan . kakel juga tuh. Emangyah dari smp banyak yang suka ma lu key." Clara pura-pura tersenyum dan memukul kepala keysa . alhasil kepala keysa hamper dicium meja. Keysa yang kepalanya di pukul sembarangan tak mau di saja. Endddd terjadilah saling pukul kepala antara clara dan keysa. Yang lain bukannya memisahkan malah tertawa. Bila diperhatikan dengan baik-baik maka kalian akan tahu senyuman dan tawa clara sangat hambar.

Kringgggg.....

Semua siswa di sma unggul harapan bangsa segera keluar dari kelas masing-masing dan menuju ke rumah masing-masing.

"sorry ya keys,, gw gak bisa nemenin." Clara and the geng keluar dari kelas dan menuju gerbang sekolah.

"nyelow aja kali, lagian ada si resi." Balas keysa dengan senyuman percaya dirinya.

"ok deh gw pulang duluan ya ma si keysi." Clara melambaikan tangannya dan berjalan menuju angkutan umum bersama keysi (kembaran keysa) .

Di sepanjang perjalanan clara lebih banyak diam dan melihat keluar mobil. Keysi yang melihat tingkah aneh clara sedikit bingung. Biasanya clara akan membicarakan banyak hal dari yang penting sampai yang tidak penting.

"gw duluan ya si." Clara hanya sedikit tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah keysi.

"huum.." keysi juga hanya membalas dengan gumaman dan lambaian tangan.

Sesampainya clara di pekarangan rumahnya. Dia melihat adiknya sedang bermain dengan keponakannya. Clara langsung menuju rumah. Kosong. Rumah ini sering dalam keadaan kosong karena kedua orang tua clara bekerja. Clara membuka pintu kamarnya dan segera membaringkan tubuhnya di kasur. Clara bahkan belum membuka sepatu ataupun meletakkan tasnya.

Clara menatap langit-langit kamarnya . pikirnya mengulang kembali kata-kata yang diucapkan dhiya di kantin tadi.

"hehehe iyaa,,, jadi giniiiii tadi tu pas gw ma keysa jalan ke kantin kami ketemu sama senior fotografi itu loh. Gw kan emang dasarnya kepedean makanya gw liat ke abang tu trus gw sapa. Eh , tau gak apa yang paling nyesek. Gw yang nyapa si keysa yang diliat. Untung ajah sapaan gw masih di jawab kalau kagak gw pacarin tuh abang kelas."

Air mata mengalir dari kedua pelupuk mata clara. Ini sudah yang kesekian kalinya. Semua cowok yang clara suka pasti akan lebih menyukai keysa daripada dirinya. Rasa iri ini selalu clara rsakan. Bahkan dulu clara pernah berharap agar nanti saat mereka memasuki sekolah sma yang sama clara harap dia tidak sekelas dengan keysa ataupun keysi.

Kalau ada mereka clara pasti hanya seperti baying-bayang mereka yang terang benderang. Yah walaupun clara mengakui kalau wajah mereka lebih cantik dari clara tapi tetap saja. Perasaan tak ingin tertutupi itu pasti ada. Hal ini sudah sering terjadi saat smp. Dan sekarang terulang kembali.

Senior fotografi yang dikatakan dhiya tadi adalah cowok pertama yang menarik perhatiannya saat memasuki sma ini. bukan karena tampan atau kaya tapi karena dia bisa nyanyi. Clara benar-benar mudah terpesona dengan cowok yang bisa nyanyi.

Tapi lagi-lagi cowok yang clara sukai lebih tertarik dengan keysa dibanding clara. Clara tak bisa berbuat banyak selain mengalah lagi dan menangis dalam diam. Kapan , kapan dia dipertemukan dengan cowok yang benar-benar sayang padanya bukan memanfaatkannya untuk dekat dengan keysa.

'aku harap kita akan segera bertemu ,,, '

Clara langsung hanyut ke alam mimpi setelah puas menangisi hal yang sudah menimpanya berulang kali.

3.6.5Stories to obsess over. Discover now