•Prolog•

92 7 0
                                        

"Siapa sih ini orang? Kok ada di group kelas gue?"

Ya, dia Vanya Magika. Siswi kelas X OTKP 2 di SMK Puspa Bangsa.

"Vanya!"

"Hah? Apa?"

Vanya tampak terkejut saat Nasya memanggilnya.

"Dipanggilin daritadi jugaan lo, malah bengong aja,"

"Ya maap elah,"

"Jadi ikut ekskul apa?" Tanya Nasya

"Voly, atau bulu tangkis?"

"Ditanya malah balik nanya," Nasya mendengus.

"Yaudah gue ikut bulu tangkis aja, lo?" Jawab Vanya sekaligus bertanya balik kesekian kalinya pada Nasya.

"Samain lah, males gue sendiri keliatan banget jomblo nya,"

"Jomblo mah jomblo aja lo," Ledek Vanya.

"Kayak sendirinya ga jomblo aja," Balas Nasya.

"Lo mau yang mana? Tinggal tunjuk aja elah, hahaha" Ujar Vanya seraya berjalan kedepan ruang kelas mengambil dua formulir ekskul untuk dirinya dan teman sebangkunya, Reinasya Agatha.

"Sok punya banyak lo!"

Vanya balik ke bangkunya, dan memberi selembaran kertas pada teman sebangkunya itu.

"Nanti kasih ke siapa kalau udah selesai di isi?" Tanya Nasya.

"Ke ketua bulu tangkisnya langsung lah,"

"Lo kenal?"

"Engga sih, tapi kan di mading ada nomor ketua bulutangkis nya hubungin aja langsung dari situ," Jawab Vanya.

"Lo udah save?"

"Udah,"

"Yaudah chat sekarang, bilang kita mau ngumpulin formulirnya," Titah Nasya yang segera diangguki Vanya.

Kak, gue mau ngumpulin formulir bultang kemana ya?

Naufal bultang :
Kasih aja ke Varel, biasanya ngumpul sama temen-temennya di depan lab KKPI

Lab KKPI?

Naufal bultang :
Lantai 3

Ok, thx

"Varel yang mana dah? Lo tau Sya?" Tanya Vanya.

"Lah mana gue tau, gue kan gatau,"

"Formulirnya disuruh kasih ke Varel aja, dia di depan lab KKPI katanya,"

"Yaudah ayo," Nasya berjalan lebih dahulu meninggalkan Vanya yang masih diam di tempat.

"SASA TUNGGUIN GUEEE!" Teriak Vanya.

Mereka sama-sama menuruni tangga menuju lantai 3 dan menemui Varel.

"Yang mana njir?" Tanya Vanya.

"Tanya aja sih Van,"

"Idih ogah malu gue, lo aja deh yang nanya"

"Ekhem, permisi abang-abang mau numpang tanya yang namanya Kak Varel mana ya?" Tanya Nasya tanpa malu sedikit pun. Vanya yang mendengarnya langsung mengerutkan keningnya.

Semuanya langsung menghentikan aktivitasnya kecuali satu cowok yang sedang fokus dengan ponselnya. Teman yang disampingnya pun menyenggolnya.

"Rel, lo dicariin tuh"

"Sama siapa?" Jawab cowok itu tanpa menoleh.

"Adek kelas, samperin gih,"

Cowok itu adalah Varel, yang sedang dicari oleh Vanya dan Nasya. Lalu ia berdiri menghampiri Vanya dan Nasya.

"Kak, gue mau ngumpulin formulir bultang. Kata Kak Naufal suruh kasih ke lo," Ujar Vanya menjelaskan.

"Oh, oke."

"Thanks kak, kita balik dulu" Ujar Vanya seraya membalikkan tubuhnya dan menarik Nasya untuk segera kembali ke kelasnya.

"Kayaknya si Varel kakel alumni gue deh Sya," Ujar Vanya mengingat-ingat wajah Varel.

"Oh, ga penting"

"Lah sialan!"

Keduanya saling menutup mulut, Vanya pun mengeluarkan ponselnya. Ia ingin mencari tahu siapa nomor seseorang yang ada di group chat kelasnya itu.

Ia scroll sampai berhenti di nomor tidak dikenal itu. Vanya membelalakan matanya setelah melihat nama yang tertera di samping nomor tersebut.

"Varel? Emangnya dikelas ini ada yang namanya Varel? Gaada jugaan dih, terus ini nomor siapa? Yakali Kak Varel?" Gumam Vanya.

"Lo ngomong sama siapa?" Tanya Nasya yang mendengar gumaman Vanya.

"Setan!"

•••

Tbc...

Ini karya kedua aku setelah Dara Andita guys, aduh seseneng itu bisa bikin karya kedua :p
Doain aja semoga bisa lebih lancar dari yang sebelumnya yaa

Btw, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan🤗

#Bubye!🖐️

Ignorant But WarmStories to obsess over. Discover now