"MATE, WHERE ARE YOU?"
***
▪︎ MOYRA VALENCE SYLVAIN ▪︎
Dua bulan lagi, aku akan berumur 19 tahun. Aku tidak mengerti kenapa mate-ku tak kunjung datang dan mencariku. Kalau pun sesuatu telah terjadi pada mate-ku, Moon Goddess pasti akan menggantikannya dengan yang lain. Jika tahun ini aku tidak mated dengan siapa pun, berarti sisa waktuku hanya dua tahun lagi sebelum akhirnya aku berubah menjadi serigala liar--rouge. Tidak seorang werewolf pun yang ingin berubah menjadi rouge. Jika kau berubah, itu sama halnya dengan mati karena kau tidak akan mengingat apa pun kecuali instingmu sendiri.
"Moya, malam ini adalah ulang tahun Alpha Rex. Apa kau sudah menyiapkan teh terbaik kita?" ujar Ibuku kepadaku. Keluarga Sylvain sudah bekerja dari generasi ke generasi untuk menghidangkan teh terbaik di Pack Silverford, terlebih lagi untuk keluarga Maximilian. Mereka menghasilkan penerus Pack di setiap generasinya. Alpha Arthur akan dilengserkan malam ini dan beliau akan digantikan oleh putranya sendiri untuk memimpin Pack Silverford. Alpha Rex akan berumur 18 tahun malam ini, maka dari itu dia seharusnya mendapatkan mate-nya di hari yang sama juga.
Beruntunglah mereka yang bisa mendapatkan Alpha Rex sebagai mate-nya. Aku belum pernah berbincang langsung dengan Alpha Rex sebelumnya, dia terlihat seperti seseorang yang agak susah untuk didekati. Alpha Rex memiliki wajah yang menurutku sangat memikat. Tidak diragukan lagi, dia memang Alpha of Alpha, dia lebih dari Alpha biasa. Tubuhnya pun tinggi dan menggairahkan dengan otot yang selalu dijaganya melalui latihan-latihan fisik yang tidak masuk di akal. Jika boleh dibayangkan, mungkin tinggiku hanya sampai sebahunya saja.
"Moya." Aku mendengar Ibuku yang memanggil namaku berulang kali, hanya saja imajinasiku terhadap Alpha Rex terlalu sayang jika harus hancur sekarang. "Moyra!"
"Ibu! Sudah kubilang jangan memanggilku dengan nama itu," cebikku kepada Ibuku yang kini hanya tertawa puas. Dia sangat tahu betapa aku membenci namaku yang diberikan oleh nenekku itu. Moyra berarti luar biasa. Dilirik dari artinya, nama itu jelas bukanlah nama yang buruk, hanya saja nama itu adalah nama perempuan. Ibuku pernah bilang jika dulu ketika nenekku memberikanku nama, beliau tidak melihat jenis kelaminku. Banyak yang bilang jika wajahku itu tidak seperti pria pada umumnya, aku terlalu cantik untuk standar itu.
Aku tidak ingin menyombongkan diri, hanya saja wajah ini selalu memberikanku masalah. Banyak orang yang memanggilku dengan sebutan "Nona" ketika pertama kali melihatku. Terlebih rambutku yang sebahu membuatku terlihat jauh lebih feminim. Tidak ada satu pun potongan rambut pria yang cocok padaku, semuanya terlihat aneh. Jadi lebih baik aku memanjangkan rambutku saja dibanding harus menanggung panggilan aneh di pundakku.
"Siapa suruh kamu berkhayal di saat jam kerja seperti ini. Ayo, gerakkan tanganmu. Jangan sampai Pamanmu marah lagi padamu," ujar Ibuku kemudian. Pamanku, Paman Anthony adalah salah satu anggota keluarga Sylvain yang sukses. Dia memiliki berhektar tanah yang ditanami daun teh. Aku dan orangtuaku bekerja pada Paman Anthony sebagai pemetik teh. Mungkin, hanya keluarga kami yang paling miskin di keluarga Sylvain. Beberapa Bibi dan Pamanku yang lain memiliki pekerjaan yang jauh lebih menunjang dibanding keluargaku.
Orangtuaku tidak berpendidikan, begitupun denganku. Aku tidak bisa membaca, hal inilah yang menjadikanku sulit mencari pekerjaan yang bisa menunjang kehidupan keluarga kami. Hanya Ayahku yang bisa membaca sedikit-sedikit, dia pernah diajari Paman Anthony dulu ketika mereka masih remaja. Ayahku adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara dan satu-satunya yang terlahir sebagai Omega di keluar Sylvain yang seluruhnya adalah Beta. Omega dipandang sebagai strata terendah, maka dari itu kakekku tidak pernah punya niat untuk menyekolahkan Ayahku. Pendidikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, jarang sekali orang-orang melihat Omega yang mengenyam bangku pendidikan. Bahkan para Beta pun tidak semuanya pernah mencicipi buku pelajaran. Education is insanely expansive!
YOU ARE READING
Eros
Fantasy"I have two fated mates," ujar Rex ke keluarganya. "Seperti yang semua orang tahu, mate pertamaku adalah Freya, putri keluarga Chevalier." "Lalu, siapa yang ke dua?" tanya sang ibu. " . . . Moyra, putra keluarga Sylvain." With love, @princessayist
