Pagi ini ruang kelas terasa begitu tenang dengan hanya ditemani suara hembusan angin dengan perlahan pikiran seseorang telah berada di planet lain. Namun tiba-tiba suara seperti geledek menyambar telinga
" woeeyyyy" terdengar suara lantang menyambar gendang telinga Aura.
"Ahhhhh sakit tau, dasar nenek lampir" jawab Aura dengan dongkol melihat sahabatnya yang sudah berada didepan meja.
"Lagian lu pagi-pagi mengahayal"ucap Mona.
Belum sempat aura menjawab si nenek lampir sudah melontarkan kalimat lagi
"ya ampun ra gue gak nyangka dibalik muka lu yang manis ternyata otak lu mesum juga" ledek Mona.
Seketika Aura menjitak jidat sahabatnya itu dan terdengar bunyi
"tak"
Mona yang mendapat perlakuan itu meringis kesakitan .
"Sakit ra, lu kira jidat gue wajan penggorengan apa" sambil mengelus-elus jidat Mona melihat ketus sahabatnya itu.
Sementara Aura hanya tertawa melihat Mona kesakitan dan ruangan pun lambat laun mulai dipenuhi dengan suara tertawa aura.
Satu persatu orang mulai berdatangan memenuhi ruang kelas.
"Maaf mau tanya kalau ruang pendaftaran dimana ya"terlihat sosok gadis yang kebingungan berdiri disudut lorong yang sepi lalu lalang orang.
Seseorang mulai memperhatikan aura dari ujung kaki sampai kepala.
Merasa diperhatikan membuat aura tidak nyaman dan melanjutkan perkataannya.
"Tadi aku sudah berjalan keliling tapi tidak ketemu juga, barangkali kamu tau bisa bantu saya" dengan wajah cemas Aura menunggu jawaban dari gadis yang masih berdiri didepannya.
"Ayo ikut, aku juga mau kesana.." jawab gadis itu.
Dengan senyum lebar Aura mengangguk dan mengikuti langkah gadis itu.
Itulah awal mula perkenalan mereka dimana mulai saat itu dan sampai hari ini mona menjadi sahabatnya.
##
Aura Kristanto, seorang mahasiswi yang menempuh pendidikan disalah satu kampus terkenal di Jakarta. Mempunyai rambut panjang sepinggang membuat ia punya kebiasaan mencepol rambut keatas sehingga memperlihatkan rambut- rambut halus disekitar telinganya. Kulit putih serta hidung mancung. Matanya yang sedikit belok dengan lesung pipi kedua pipinya. Bibirnya yang tebal seperti bibir Angelina Jolie. Tinggi badan 170cm dengan kaki jenjang menopang tubuh indahnya. Tidak heran jika banyak mahasiswa menaruh hati kepada Aura.
"Ra kantin yuk " ajak Mona karena sudah dari tadi perutnya berontak.
" bentar dulu lah Mon, gue lagi tanggung ni" Jawab Aura.
"Ayolah ra, lu gak tau apa cacing-cacing gue udah pada demo " sahut Mona merengek kepada Aura.
Sementara Aura masih asik menatap layar laptop dengan wajah serius, Tanpa menghiraukan sahabatnya ia masih memainkan jari jemariny diatas keyboard. Melihat sahabatnya yang tidak menggubris Mona pun merasa kesal
"Ah lu mah gitu, gak ad solidaritasnya ma sahabat" dumel Mona merasa diacuhkan dan beranjak dari tempat duduk meninggalkan Aura.
"Ntar gue nyusul mon, jadi anak baik tungguin nona dikantin " jawab Aura
Dengan kedua lesung pipi diwajahnya Aura tersenyum melihat Mona yang pergi dengan wajah kesal.
Selang beberapa waktu Aura telah selesai dengan pekerjaan dan beranjak pegi menuju kantin. Tiba-tiba terdengar suara
"Gubrak"
"Auuuuu" terdengar suara rintihan kecil.
Aura yang menyadari dirinya terjatuh tersungkur karena tersandung kaki kursi. Ia beranjak dari tempat duduk tanpa memperhatikan arah pijakan kakinya. Ditarik kakinya dari sela kaki kursi dan seger ia bangkit
" untung tidak ada orang " bergumam pelan kepada diri sendiri dengan mata clingak clinguk menatap sekeliling.
Tanpa Aura sadari dari kejauhan ada sepasang mata memperhatikan adegan jatuh yang baru saja terjadi dan terlihat tawa kecil diwajah tampan pria itu.
Segera Aura kembali kemeja yang ia tempati dan mengambil laptopnya.
" untung tadi gue belum sempat bawa laptop, coba kalau bawa bisa jadi peyek remuk laptop gue " melihat sejenak laptopnya dan menarik nafas dalam.
Tak lama ia pergi dan bergegas menuju kantin.
Sementara pria yang memperhatikan Aura masih berdiri dikejauhan tanpa melepas pandangan matanya. Perlahan bayangan Aura menjauh dan hilang.
" cantik, kita akan bertemu lagi dan kau akan menjadi wanitaku" ucap Nuca kepada diri sendiri dengan senyum lebar tersungging di bibirnya.
YOU ARE READING
PROMISE
Romance"Terima kasih untuk selalu mencintaiku" (Aura). "kalau pun aku harus terlahir kembali, Aku masih akan tetap sama mencintaimu " (Nuca). "Apakah Nuca mampu menepati janji untuk terus mencintai Aura..? " . . . . Ini tulisan pertama aku Maaf kalau jal...
