01-prolog

16 4 1
                                        

'Biarkan aku mencairkan hatimu yang sekeras dan sedingin es itu'
~Charessa Dwi safitri

'Sedingin apapun diriku jika aku membutuhkan mu, aku akan selalu hangat dipelukan mu'
~Elfian Chandra

★☆★

Bel belum sempat berbunyi tetapi lorong kelas sudah dipenuhi banyak siswa yang ingin melihat aksi gila seorang gadis yang menyatakan cinta di depan umum.

"Aku, aku suka sama kamu. Jadi tolong terima surat cinta ini,ya!" ucap seorang gadis cantik, berambut hitam sebahu dan aksesoris pita kecil di rambutnya sembari membawa buku kecil.

Ia bernama Charessa Dwi Safitri, ia sering dipanggil Ressa.

Banyak yang melihat aksi gila Ressa saat itu, karena ia memberikan suratnya di lorong kelas saat sebelum bel berbunyi. Bahkan teman dekatnya yang sedang bersembunyi merasa malu melihat temannya sendiri melakukan hal itu di depan umum.

'Andai itu bukan temen gue'

'Gue tau banget tentang Ressa orang yang percaya diri, tapi ini lebih disebut gila daripada percaya diri!'

'Ya tuhan! Jangan biarkan urat malu ku ikut putus gara gara sahabatku' batin Sahabatnya Ressa yang sudah tak tahan kelakuan gila nya itu.
.
.

Kini pria yang di hadapannya memandang tajam. Ia bernama Elfian Chandra. Elfian menatap heran gadis yang ada di hadapannya. Tapi tanpa sepatah kata pun ia mengambil surat yang diberikan Ressa. Ressa menatap tak percaya apa yang ia lihat, sebuah senyuman mengembang di bibir tipis nya.
'Ya Allah, aku gak mimpi kan. Aku lagi gak bermimpi kan?!' batin Ressa yang jantungnya sudah naik turun dari tadi.

Tetapi itu tak bertahan lama ketika Elfian melempar surat itu di depan dada nya. Ressa membulatkan kedua matanya tak percaya apa yang ia lihat tadi. Ressa bukanlah gadis yang lemah, kini ia tak mau kalah apa yang dilakukan Elfian padanya. Ressa mulai memberontak kepada Elfian.

"Hei, kalau kamu emang gak mau surat ini. Gak usah dilempar, dong! Gak sopan tau!" geram gadis itu sembari melempar buku yang ia pegang.

Buku itu terlempar mengenai punggung milik Elfian. Elfian menoleh ke belakang, menatap dingin dan sangat tajam. Gadis itu terlonjak keget melihat tatapan tajam pria itu. Tetapi Ressa bukanlah orang yang menyerah begitu saja.
'Dia aja bisa ngelakuin hal itu ke aku, kenapa aku gak bisa' batin Ressa kesal.

"Kenapa, kamu mau ngelakuin hal itu juga?!" tantang Ressa.
"Nggak"
"Ambil surat nya lagi!" pinta Ressa dengan menujuk nunjuk surat yang sudah ada dikabin lantai.
Kini tatapan Elfian benar benar tajam. Ressa tetap mencoba menahan tatapan Elfian yang menyeramkan.

Elfian berjalan mendekati Ressa perlahan. Orang yang melihat hal itu merasa terkejut setengah mati. Karena yang mereka tahu, Elfian adalah 'Ice Prince'. Toh,  tidak biasanya seorang Elfian melakukan hal itu hanya untuk satu gadis gila ini, Ressa.

Ressa tersenyum dengan bangga nya melihat seorang Elfian menuruti perintahnya. Elfian mendekat dan terus berjalan sampai surat itu terinjak dirinya. Ressa terkejut tak percaya apa yang dilakukan Elfian. Ressa sedikit kesal dan menujuk nunjuk Elfian, tetapi Elfian sudah tepat di depan tubuh Ressa.

Tubuhnya begitu tinggi seperti tiang, sampai Ressa harus menenggakkan kepalanya. Padahal Ressa paling bertubuh tinggi dari pada kebanyakan temannya.

"Jangan harap, gue mau ngambil surat, lo!" tatap tajam Elfian yang membuat bulu kuduk nya berdiri.

"K..kamu! Jangan tatap aku kayak gitu. Aku gak suka!" ucap Ressa terus terang.

Semua orang membulatkan kedua matanya tak percaya melihat ada seseorang yang berani terus terang tentang Elfian bahkan teman Ressa yang sedang bersembunyi menggelengkan kepalanya ia sangat tahu kelakuan sahabatnya satu ini jadi ia terbiasa apa yang ia lihat sekarang.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 08, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HOFFEWhere stories live. Discover now