🌼1🌼

13 0 0
                                        

Violin nursiska az-zahra

"Sini nak ,bantuin bunda "

Teriak seorang wanita paruh baya
Yang sedang sibuk beres-beres,karna mereka baru pindah kemarin dari bandung, mereka mendiami rumah yang di beli dito ayah nya violin di komplek blok 3

Ya memang keluarga violin  bepindah dari bandung ke jakarta, karna ada beberapa pekerjaan kantor ,dito di jakarta ,dan itu berpengaruh terhadap pendidikan violin yang sekarang menduduki kelas 12,dan akhirnya mengharuskan violin berpindah sekolah.

"Iya bund,bentar.. ayah mana bund kok gak ada?"tanya violin

"ayah sedang bertemu dengan rekan kerjanya mungkin beradaptasi dengan kantor baru nya"

"Yaudah ,cepet bantu bunda ,kamar kamu udah beres?"tanya bunda

"Belom bund.. hehe"jawab violin sambil cengengesan

" aduh kamu tuh gimana sih kok belom, terus nanti kamu tidur dimana,besok kan kamu mau daftar sekolah,di sekolahan baru" ujar bunda dengan cepat

"Ih bunda nina yang cantik cerewet banget sih,udah kok bund udah beres,"

"Masa kamarku dibiarkan berantakan sih gamau lah "

" Yaudah  bantu bunda,ini masih banyak yang belum rapih " ucap bunda

"Iya bund, iya"

                          ***

Malam pun tiba ,sesaat aku sedang rebahan di sofa bersama bunda, mengistirahatkan hari yang sangat melelahkan ini ,tiba -tiba ada seorang yang mengetuk pintu dan membunyikan  bel rumah,aku lansung terperanjat dari tiduranku..

"Bund itu siapa yah"tanyaku

" mungkin ayah ,coba kamu lihat"

Aku pun melihat seorang yang ada di luar , lewat gordeng rumah dan ternyata itu bukan ayah.

"Bunda itu bukan ayah "

"Loh terus siapa atuh"

" gak tau bund dia berdiri di depan rumah dengan membawa sepiring makanan,mungkin dia orang baik"

" Yaudah, kamu buka donk nak ,kasian dia berdiri di depan rumah terus,"

" tapi dia cowok bund vio takut"

" ya allah kamu tuh kan pake jilbab nak "

"Hehe iya deh bund aku buka"

Aku membuka pintu, dan sudah ada laki-laki yang berdiri entah siapa.

"tapi dia lumayan sih ganteng,cool ,tinggi, tipe ku banget,apa lagi dia pake peci menambah kesan sholeh nya"batin vio berbicara

Sedangkan yang sedang berhadapan dengan vio bingung karna saat laki-laki itu menegur vio, vio tak kunjung sadar dari lamunan nya ,saat vio di tegur lagi oleh laki-laki berpeci yang ke 5 sekian kalinya vio pun tersadar

"Astagfirulloh, vio sadar ,vio" gumam vio memegang kepalanya sambil merutuki dirinya sendiri

"Halo... ,mbak" kata laki -laki berpeci itu sambil melambai-lambai kan tangan nya di depan vio

"Eh ,iya ada apa mas"cerca vio salting

"Ini ,kedatangan saya kesini mau memberi makanan sebagai tanda silaturahmi " ujar laki -laki itu

"Oh iya mas,makasih..."kata vio

" ehemm .." deheman dito membuat vio dan laki-laki itu menoleh

" eh ,om maaf kedatangan saya kesini hanya memberi makanan,kalo gitu saya permisi dulu,assalamualaikum " kata laki-laki misterius tadi

"Yah" ucap vio kecewa karna kepergian laki-laki misterius tadi,karna belum sempat berkenalan dengan nya

"Kenapa kamu dek?"kata ayah menggoda

" eng..gak kok yah" sungguh aku sangat gugup

" kalo gitu masuk yah,aku belum sempat bilang terimakasih lagih sama cowok itu" gerutu vio

" udah ,jangan di pikirkan nanti juga bertemu lagi"kata ayah yang membuat pipiku menjadi blushing bak kepiting rebus

                           ***

Saat aku di kamar ,entah lah aku terus memikirkan cowok misterius tadi

" astagfirulloh, vio kamu kenapa sih, ahk sepertinya aku sudah gila" kata vio merutuki dirinya sendiri

Vio pun tertidur lelap,

sebenarnya vio sudah mulai menutup aurat nya sejak kls 11,berbeda dengan waktu kelas 10 yang slalu pulang larut malam,memakai rok pendek ke sekolah, atau di luar sekolah

Vio mulai ber hijrah ketika ia hendak di begal,dan di culik. ketika malam-malam sehabis pulang dari pesta

Di situlah proses memperbaiki diri vio mulai secara perlahan

                         ***

Pagi pun menyelimuti vio yang terkena sinar matahari di ufuk timur,selepas sholat shubuh gordeng dibiarkan membuka oleh vio,sengaja agar ketika matahari terbit dia terbangun karna silaunya.

"Uaahhhh..."vio menggeliat

"Astagfirulloh, udah pagi ..bunda aku kesiangan.." teriak vio
Dan buru-buru ,mandi dan mengganti pakaian nya dengan pakaian sekolah khas bandung nya karna dia akan daftar sekolah baru...

...

"Eh anak bunda udah bangun ,yaudah sini sarapan dulu" ucap bunda dengan santai

"Loh kok bunda belum siap-siap sih" cerca vio

" tenang aja bunda mah gampang, gak kaya kamu ribet" ledek bunda nina

"Ish"vio mendengus sebal

"Pagi dek ,pagi bund" sapa ayah yang baru saja datang dari kamar

"Ayolah ayah,jangan sebut aku dengan panggilan adek,aku udah besar yah" kata vio berkomentar

" bagi ayah,kamu adalah masih seperti  anak kecil nya ayah" ucap ayah dito

"Yasudah ,bunda ke atas dulu siap -siap " kata bunda dan di balas anggukan oleh ku da ayah

....

" bunda cepet vio sama ayah udah beres sarapan nya" teriak vio dari bawah

Tak selang lama bunda pun kunjung keluar juga

" bunda lama banget ,jadi bedak vio luntur kan" ucap vio memelas

" kamu tetep cantik kok dek" kata ayah

" emmh ayah"

" yasudah kita berangkat sekarang " ujar bunda

Kami pun berangkat di antar oleh ayah,, ke sekolah yang tak mempunyai jarak jauh ke kantor nya
                        🌼🌼🌼

Halo readers ,ini tulisan sekaligus cerita kedua dari KETETAPAN TERINDAH,

Semoga kalian suka sama ceritanya:).
Kalo membosankan cerita nya maaf baru permulaan...

Kalo gak suka tolong kasih saran dan komen yah ,supaya saya bisa perbaiki nya

Dan jangan lupa vote yah:)
Setidak nya hargai karya saya:)
                    

JARAKWhere stories live. Discover now