Prolog.

126 5 2
                                        

Kringggg.

Suara alarm itu diabaikan oleh seorang gadis yang sedang tidur pulas padahal waktu sudah menjelang pagi hari yaitu pukul 06.00.

Viaa kamu udah bangun belum nak?, udah pagi nak,jangan sampai telat inikan hari pertama kamu sekolah sayang, kalau kamu ga rapih dan siap dalam 30 menit bakal ditinggal sama Abang kamu, sahut bunda.

Iyah bunda Viaa udah bangun, padahal Viaa sangat males dan tidak bersemangat untuk bangun pagi dikarenakan ia maraton Drakor hingga jam tiga pagi.

Ya nama gadis itu adalah siapa lagi kalau bukan Selvia Anasthasya Putri Abraham, atau bisa dipanggil Viaa. Selvia merupakan anak kedua dari orang yang memiliki perusahaan Abraham corp dan ceo tersebut, Viaa lahir dari pasangan Alexander Abraham dan Sandra Georgia Abraham,Viaa memiliki seorang kaka laki-laki tampan yang bernama Sergio Alexsandria Abraham, yang biasa dipanggil Bang Gio,Oleh adiknya itu.

Hari ini merupakan hari pertama Viaa sekolah di SMA barunya yaitu SMA Nusa Bangsa, Viaa sangat tidak suka dengan sekolah barunya dikarenakan Viaa sangat benci jika harus menjadi banyak pasang mata orang asing yang melihatnya ataupun menatapnya.

Viaa dulu dia tinggal di Bogor tetapi sekarang ya tinggal di Jakarta, Dikarenakan Viaa dan Bundanya harus ikut Ayahnya karena Ayahnya dipindah tugaskan di Jakarta, tetapi berbeda halnya dengan kaka Viaa yaitu bang Gio. Gio sudah lama tinggal di Jakarta karena Gio harus menjaga neneknya yang sedang sakit di jakarta dan sekarang sudah sembuh.

Setelah mendengar teriakan Bundanya, Viaa segera bangun dan menjalankan ritual paginya, setelah 30 menit Viaa sudah rapih dengan seragam sekolahnya, tak lupa Viaa juga menghias dirinya agar tidak kelihatan pucat, yaitu dengan memakai bedak bayi dan mengoleskan sedikit liptint, make-up yang natural bukan. Viaa pun segera turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi bersama keluarga kecilnya.

Viaa melihat keluarganya sedang menyantap sarapan pagi di meja makan dengan lahapnya, Viaa melihat itu menjadi sangat lapar dan sesegera Viaa mendekati meja makan itu untuk duduk dan tak lupa menyapa keluarganya.

Good morning ,Yah,Bun. Sahut Viaa.
Morning to sayang, jawab Ayah dan Bunda berbarengan.

"Yee,de. Abang ganteng kamu ini ga di sapa gitu?,Tanya Abang Gio".

"Engga soalnya ga liat ada Abang hehe:) Btw emang Abang ganteng ga ya!, ujar Viaa bersemangat menyahut sang kakanya".

"Yah si Viaa emang Abang setan apa?, mana ada setan segan..."

"Emang, sahut Viaa memotong percakapan Abangnya itu".

"Tanpa mempedulikan Viaa, Abangnya pun cemberut".

"Yah pake segala cemberut lagi masih pagi juga, jadi pengen muntah liatnya jawab Viaa sambil Cengingisan".

Ayah dan Bunda Viaa, hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu padahal sudah sebesar ini masih saja bersikap seperti anak kecil. Walaupun Viaa suka berantem merebutkan hal sepele dengan sang Abang, dan tidak mau kalah dalam hal apapun dengan sang Abang, Tetapi Viaa sangat menyayangi sang Abang melebihi dirinya sendiri begitupun sebaliknya.

"Udah-udah kalian ini masih pagi udah berantem aja, Viaa mending kamu minta maaf sama Abang kamu terus kamu makan sarapan Viaa, Bunda udah siappin dan buatin makanan kesukaan kamu Nasi goreng spesial buatan Bunda".

Iya bun, Abang Viaa minta Maaf udah ga sopan sama Abang.

Iya gapapa kali, kaya sama siapa aja sih kamu dek. Kata Abangnya

Nah gitu dong ini baru anak Bunda Ini sayang Nasi gorengnya, Bunda ambilin yah?.

Iya Bun, Sahut Viaa. Tanpa basa-basi Viaa memakan sarapannya hingga ludas dimakan.

Viaa kamu mau berangkat sama Ayah atau Abang?, kata Ayah Viaa.

Sama Ayah aja sama Abang mah, orang nya ga asik kalau diajak ngomong, kata Viaa sambil meminum air putih.

Yah dek, kata siapa Abang ga enak diajak ngomong?,buktinya aja teman Abang pada suka kalau ngomong sama Abang!,jawab Gio.

Bodoamat ga nanya ya bang blee:) kata Viaa.

Ih awas ya kamu dek, jawab Gio.

"Udah-udah, Viaa berangkat sama Bang Gio aja ya sayang?, Viaa kan sama tujuannya sama bang Gio, kalau Ayah nganter Viaa takut telat udah gitu belum kena macet sayang, ditambah Ayah ada meeting juga pagi ini, Gapapakan Viaa?,kalau Viaa berangkat sama bang Gio". Sahut Sandra ibu Viaa.

Iya,bunda.Viaa gapapa kok berangkat sama bang Gio kan kita sama tujuan yaa?,Kan bang?.

Iya, jawab singkat Gio menyahut adiknya itu.

Viaa males jika harus berdebat atau melawan Bunda, karena Bundanya adalah segalanya bagi Viaa, karena itu Viaa mengalah demi Bundanya padahal dalam hati Viaa sangat-sangat tidak mau berangkat bersama dengan Abangnya.

Bener Viaa gapapa kalau berangkat sama bang Gio?, kata Ayah.

Iya yah, gapapa kok Viaa berangkat sama Bang Gio aja,kan Ayah juga ada meeting hari ini, Viaa gamau yah, kalau ayah telat gara-gara Viaa. Jawab Viaa

Makasih sayang, Viaa emang anak ayah yang pengertian, itu dong baru anak ayah. Ucap ayah sambil mengusap kepala anaknya itu Viaa.

Ya udah kalian sekarang berangkat ya udah siang juga nanti telat lohh?, jawab Bunda.

Iya Bunda kalau gitu kita berangkat dulu, jawab sangat kaka dan adik berbarengan. Keduanya bersalaman dan berpamitan tak lupa mencium kedua orang tua mereka. Sang ayah pun juga berpamitan untuk berangkat ke kantor.

Viaa dan gio berjalan menuju garasi mobil dan menaiki mobil tersebut, Viaa duduk di kursi penumpang paling depan, sedangkan Abangnya ya mengendarai mobil itu, Mobil yang dinaiki Viaa bejalan dengan kecepatan rata-rata agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Di dalam mobil tidak ada percakapan sama sekali antara kaka dan adik itu yang ada hanya keheningan. Viaa sangat tidak suka dengan kehentingan dia ingin berbicara tetapi masih kesal dengan kejadian tadi pagi. Sergio tau bahwa Viaa sedang kesal, jadinya dia membuka topik membicaraan.

Eh,dek kenapa tuh muka kok cemberut gitu sihh?,Tambah jelek tau,bikin gemay tau ih jadi pengen nyium nihh. Kata Gio sambil melihat jalan.

Ih Abang udah tau adeknya lagi ngambek bukan dibujukin apa kek?, malah bikin tambah kesel aja. Abang mah jahat. Jawab Viaa sambil Memanyunkan bibir nya itu.

Ya udah, maaf dek tapi jangan gitu dong mukanya bikin gemay ih gemay. Kalau cemberut gitu abang cium nihh.

Ih abang mah gitu T_T, jawab Viaa.

Makanya senyum dong nanti
Kalau senyum Abang beliin novel deh, ditambah lagi kalau senyum kan tambah cantik aja adek abang... Jawab Gio sambil melihat Viaa dan jalan bergantian.

Iyah nih senyum udah kan:) akhirnya Viaa senyum walaupun dipaksakan.Tapi beliin novel ya bang Gio?.

Iya

Tanpa mereka sadari mobil yang dikendarai sergio sudah sampai di depan sekolah SMA Nusa Bangsa, kemudian sergio memarkirkan mobil tersebut di tempat parkir biasa, mobil sergio terparkir.

(TBC)
.
.
.
Hello guys ini cerita pertamaku jadi maaf ya kalau banyak typo atau ceritanya gk nyambung gitu maklumin aja ya gak, ya gak?, jangan lupa ya tungguin part selanjutnya ok dijamin pasti seru. Aku juga mau ngucapin terimakasih buat yang udah baca ceritaku ok 🙏🤗, jangan bosen² ya baca cerita ku guys...

My Cold BoyStories to obsess over. Discover now