"Nih, besar resultan vektornya udah gue temuin. Sekarang lo tinggal nentuin arah resultan vektornya" Kata Dinda pada Raya. Namun, bukannya menjawab Raya hanya diam menatap kosong kearah buku yang ada dihadapannya sambil mengetuk-ngetuk kan pensil dimeja belajarnya.
"HELLO!! Araya jasmin sejak kapan sih lo jadi suka ngelamun" Teriak Dinda yang berhasil membuat Raya sadar dari lamunannya.
"Apa sih Din, siapa juga yang ngelamun?" Kata Raya membela diri.
"Oh, jadi diem sambil ngetuk-ngetuk pensil ke meja, diajak ngomong gak jawab, itu gak ngelamun ya? berarti kesurupan dong" Kata Dinda dengan sewot.
"Ih, apaan sih Din. Tadi itu gue cuma lagi mikir ujian" kata Raya menjelaskan.
"Sejak kapan lo mikir yang namanya ujian?, belajar aja harus dipaksa" Kata Dinda dengan tatapan meremehkan.
"Sialan lo" Kata Raya sambil melempar penghapus kearah Dinda.
"Lagian bukan ujian nya yang gue pikirin" Kata Raya selanjutnya.
"Kalau bukan ujiannya, terus apa yang buat lo jadi galau gini?" Tanya Dinda dengan penasaran
"Orang yang bakal satu bangku ujian sama gue" Kata Raya membuat Dinda bingung
"Udah pasti satu bangku sama kakak kelas kan? terus apa yang lo pikikirin?" Tanya Dinda ingin memecah kebingungan diotaknya
"Justru karena duduk sama kakak kelas bikin gue jadi galau gini, mana cowok lagi" Kata Raya putus asa
"Maksud lo kakak kelas yang satu bangku sama lo nanti cowok?" Tanya Dinda yang dibalas anggukan oleh Raya.
"Bagus dong Ray, siapa tau ganteng kan lumayan" Kata Dinda dengan excited
"Masalahnya kata kak Fania dia itu pinter, dan pas ujian gak pernah nyontek. kalau gue satu bangku sama dia, gengsi dong buat gue nyontek. terus nanti gimana cara gue ngerjain soalnya" Kata Raya yang kini benar-benar terlihat putus asa.
"Berarati mulai sekarang lo harus rajin-rajin belajar. emang siapa sih kakak kelas yang satu bangku sama lo?" Tanya Dinda yang kini kembali mulai penasaran.
"Kalau gak salah namanya Adrian Kaisar" Kata Raya sukses membuat Mata Dinda menatapnya heran.
"emang kenapa kalau sama kak kaisar" Kata Dinda bingung dengan sahabatnya
"Emang lo kenal?" Tanya Raya penasaran
"Enggak sih, tapi dia kan kakak kelas kita dulu waktu SMP jadi gue tau. gue juga satu ruangan dulu. Kak Kaisar seru kok, baik, ganteng, Pinter, pokoknya dia itu sempurna" Kata Dinda dengan excited yang dibalas anggukan oleh Raya.
"Ya ampun, Ray gue pulang dulu ya. gue udah janji sama nyokap mau nemenin shoping, da.." Kata Dinda lalu pergi meninggalkan Raya sebelum sesaat mencium kening sahabatnya.
Raya hanya tersenyum sambil geleng-geleng melihat kebiasaan sahabatnya itu.
Lalu tiba-tiba Raya diam memikirkan nama yang satu minggu kedepan akan menjadi partner ujiannya.
"Adrian Kaisar"
YOU ARE READING
PARTNER
Teen FictionHanya mampu mengagumi, tanpa bisa memiliki. Hanya bisa menatap, tapi tidak untuk menetap.
