Kepalanya terasa seperti terbentur pada sesuatu yang keras seolah ia baru saja terjatuh dari tempat tinggi. Nyatanya ia hanya sedang duduk di sebuah warung makan, menikmati menu yang tidak begitu enak. Ia melirik pedang yang selalu dibawanya. Ada disana. Diletakkan tepat di samping kakinya, terbungkus rapi oleh kain abu-abu.
Ia melihat Mi Young yang mentantap makanannya seperti orang kelaparan. Perjalanan jauh membuat Putri Yuan itu kelaparan hingga tak peduli lagi dengan apa yang masuk ke dalam mulutnya. Makanan Goryeo tidak pernah sesuai dengan seleranya. Menurutnya, ini sama dengan sampah. Namun, lama berada di medan perang membuatnya tak pemilih perihal makanan. Banyak yang kelaparan di luar sana. Karena itu ia tidak boleh menyia-nyiakan makanan.
"Halmeoni! Tambah nasinya lagi!" Ia berteriak pada pemilik warung setelah menandaskan isi piringnya. Perjalanan jauh selalu menguras tenaganya. Makanan tidak enak itu, ia harus memakannya lebih banyak.
Ia melihat sekeliling ketika menunggu pesanannya datang, kemudian menghela nafas. Merasa lega sekaligus berat karena harus mengulangi hal yang sama lagi.
"Kuharap ini lebih baik," batinnya. Ini mungkin lebih mirip mimpi. Namun, terasa jauh lebih nyata. Pengalaman, membuatnya tidak mudah tertipu. Satu hal yang menjadi pelajaran baginya dari masa lalu. Atau bisa dikatakan masa depan.
Mi Young masih serius melahap makanannya. Gadis itu tampak sangat kelaparan. Bukan sekadar bermain peran agar orang lain tidak curiga. Bahkan tak terganggu ketika sebuah keramaian mendekat dari gerbang kota Gaegyeong.
Melihat beberapa orang dari keramaian tersebut adalah orang-orang yang dikenalnya, YoonA, gadis bertopi bambu itu menunduk menyembunyikan wajahnya di balik topi besar yang kini bertengger di kepalanya. Akan jadi masalah jika mereka melihatnya berada disana. Terlebih ia bersama dengan Mi Young.
Mi Young, kakak sepupunya baru menyadari keributan itu ketika kerumunan lewat di dekat mereka. Ia terpana hingga menjatuhkan sendoknya kembali ke dalam mangkok. Ini memang bukan pertama kalinya ia keluar istana. Namun, ini adalah pertama kali baginya melihat Goryeo. Sebuah tempat yang sangat menyedihkan. Tempat dimana para pejabat korup hanya memikirkan cara mengisi perut mereka dengan cara menjilat Yuan. Tempat dimana lebih banyak mereka yang mati kelaparan dibandingkan tewas dalam perang. Tempat dimana anak-anak tidak memiliki senyum di wajah mereka.
Ini juga tempat yang sama. Tempat dimana dimulainya suatu kejadian. Mengikat mereka yang sebelumnya tak saling mengenal. Bahkan hingga seribu tahun lamanya.
***
YOU ARE READING
General Im
FanfictionAku adalah dokkaebi Kau bisa menyebutnya monster Pemegang kekuatan terbesar yang pernah ada Meski pada awalnya aku tidak menyadari, Bahwa aku bisa memutar balikkan dunia Seri ke 4 (terakhir) dari Wang Tae Saga
