kado yang tak terduga

9 1 0
                                        

    Yuk baca ceritanya, alhamdulillah ini kisah nyata ya . Jangan lupa vote and coment. Selamat membaca

     Dalam hidup,  ada yang namanya datang dan pergi.. Kadang kita tak bisa mengerti siapa yang akan datang kekehidupan kita dan siapa yang akan pergi dari kehidupan kita.  Dan aku tak pernah menyangka akan datang seseorang yang jika aku sedang bersamanya dia berhasil membuatku lupa akan hidup yang begitu keras.

  Namaku Nata,  aku bersekolah di SMA yang lumayan jauh dengan rumahku. Pagi itu aku bertemu dengan seseorang saat itu aku sedang berangkat sekolah. Sangat pagi sekali menurutku,  padahal waktu sudah menunjukan jam 6.30 Dia di belakangku dengan asiknya mengendarai motor seakan pagi ini adalah pagi yang tanpa masalah menurutnya, memang ceria kulihat wajahnya. "Eh sya, lu tau cowo yg dibelakang ga?" tanya ku kepada sasya, dia adalah adik kelasku.  Hari ini aku sedang berangkat bersama dengan sasya. Dan sasya pun langsung melirik sepion motornya untuk mengetahui siapa seseorang yang sedang aku maksud "Oh itu namanya izal,  dia anak kls 10. Satu kelas sama sasya,  kenapa?" jelasnya padaku "suka ya???" lanjutnya lagi dengan sedikit tertawa mengejekku. "Ohh nggak ko,  hehe cuma sedikit kepo aja" sangkal ku saat menjawab pertanyaan dari sasya. 

   Namanya syahrizal, banyak yang kerap memanggilnya dengan nama izal.  Dia adalah adik kelasku. Awalnya aku hanya memperhatikan sekilas saja. Namun, kebiasaan itu tidak bertahan lama,  aku mulai memperhatikannya dengan lebih, lebih lama dan lebih sering. Dia yang selalu aku ceritakan kepada teman temanku.  Ntah ini hanya perasaanku saja atau bagaimana aku tak tahu. Aku merasa izal juga mulai memperhatikanku .

   "Kantin yu . . Laper nih" ajak maya pada saat bell istirahat berbunyi. Aku, meta dan riri pun mengangguk menyetujui ajakan dari maya untuk pergi kekantin. Diperjalanan menuju kantin,  kami tertawa riang yang entah membahas tentang hal yang sangat tidak jelas. Tapi meskipun seperti itu aku sangat senang jika sedang bersama mereka. Terimakasih tuhan, karena kau telah memberikanku teman teman yang sangat baik seperti mereka.  Dan semoga pertemanan kita tidak rusak hanya karena kita sedang menyukai lelaki yang sama. 

"Nat itu liat, dede emesh habis ke kamar mandi tuh hahah . . ." Ucap riri padaku, dan benar di depan terlihat seorang siswa yang sedang memakai sepatunya.  Aku dan teman temanku pun melewatinya. Aku memberanikan diri untuk sedikit tersenyum padanya. Dan benar, dia memberikan senyumnya untukku.

  Ping! . .  Suara notif bertandakan ada pesan masuk dari ponsel ku.  akupun segera melihat dan membacanya. Dan . . 
'hay nat, ini izal . . Save nomernya ya' itulah kalimat yang dikirimkan seseorang kepadaku. Akupun sedikit merasa tak percaya dan 'Oke,  kamu tau nomor telfonku darimana? ' dengan cepat aku membalas pesannya. Tidak lama kemudian dia membalas 'Aku pun tau kapan ulangtahunmu' . Deg! 

   Dua bulan lamanya aku dekat dengannya, rasanya sedikit tidak menyangka. Dan benar, dia mampu mengubah kehidupanku dengan lebih baik, lebih semangat. Dia sangat baik, humoris aku sangat menyukainya ya tuhan, kuhomohon tolong jaga dia untukku. Malam ku tak pernah sepi  melainkan sangat ramai semenjak dia hadir.  Urusan perasaan itu ajaib sekali ya bahkan bisa membuat orang merasa sepi ditengah keramaian dan merasa ramai Ditengah kesepian.

   Pagi yang indah untuk jiwa yang cerahku disekolah "Nat . . Gue mau ngomong sama lo.  Tapi gw mohon lo jangan marah,  lo harus kuat. Gue sama maya selalu ada buat lo ko" Tiba tiba riri menghampiriku dan berbicara dengan nada seakan menguatkanku. Aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Oke oke,  makasih karena lo semua selalu ada buat gw. Tapi, ada masalah apa? " tanyaku bingung tentang penjelasan riri. "ikut gue! . ." ajak riri dengan menarik tanganku menuju kantin.  

  "Met lo kalo lg makan lucu banget sih" ucap seseorang disana yang sedang membersihkan bibir cewe yang sedang di sampingnya, lebih tepatnya seseorang yang sedang sarapan bersama. Dan dua seseorang itu adalah izal dan meta.  Meta, gue ga pernah nyangka kalo dia suka banget makan,  makan temen misalnya. Sakit ya ngeliat seseorang yang kita sayangi malah sayang sama orang lain, bahkan temen kita sendiri.

   Hujan . . Malam ini hujan, rintikan hujan malam ini lebih banyak kearah rintikan harapanku yang dulu bersamanya.  Pecah jatuh berhamburan. Tetapi nyatanya, hujan lebih baik, dia datang dan pergi dengan memberi tanda, tidak sepertinya yang melakukan dengan tiba tiba.  Sejak kejadian tadi pagi,  aku mulai menyukai berjalan di saat derasnya hujan. 

   "Selamatpagi nat . ." ucap meta tiba tiba saat aku memasuki pintu kelas. "hay met, selamatpagi kembali" ucapku dengan ramah dan senyuman termanisku untuk teman terbaikku. Tiba tiba datang seorang cowo. Dan,  "pagi meta cantik . . " deg!  Ucapan izal membuatku sedikit bergetar. Aku berjalan meninggalkan kedua insan itu yang sedang berada di depan kelas. Seperti itukah definisi sahabat baik? Shit! 

  Hari ini tepat sekali hari ulangtahunku, seperti inikah kado terindah untukku?. Aku berjalan menuju kantin dengan kedua temanku maya dan riri. Tidak usah ditanya dimana meta, dia pasti sedang bersama izal.  Tepat sekali dugaanku, di depan sana terlihat meta dan izal sedang bergurau dan bercanda tawa. Terlihat izal yang sedang menyuapi meta makanan. "Bentar, gue balik lagi ya.  Gue mau pipis dulu hehhe. Lo duluan aja ntar gue nyusul" ucapku pada kedua temanku yang dibalas dengan anggukan persetujuan dari mereka. 

   Ruangan kelasku sangat ramai. Tetapi apa hanya aku yang merasa sepi di ruangan ini?. "Nat ikut gue ke lapangan yu.  Cepet!" ajak rena tiba tiba datang dan menarik tanganku.  Mau tidak mau aku harus mengikutinya karena genggaman tangannya sangatlah erat saat menarik tanganku.  "mau ngapain sih na? " tanyaku penasaran pada rena. Dia hanya diam tanpa perduli dengan tanganku yang sudah terasa sakit.

  Terlihat ditengah sana dengan jelas izal dan meta.  Yang sepertinya izal sedang ingin menyatakan perasaannya pada meta. "berdirinya saya disini akan mengatakan sesuatu kepada seseorang yang saya sayangi" ucap izal dengan berani dan lantang sehingga membuat dia menjadi pusat perhatian. "nataa dimohon bergabung dengan kami disini" lanjut izal.  Aku sendiri terpaksa berjalan kearah lapangan menuju meta dan izal berdiri.  Dengan sedikit bergetar aku berjalan kearah mereka dan,  "gue mau lo jadi cewe gue, gue minta maaf kalo kemarin gue bikin lo sakit hati karena gue berduaan sama meta.  Tapi dibalik itu gue ga punya rasa apa apa sama meta,  semua itu termasuk kedalam rencana gue buat ngasih kejutan dihari ulangtahun lo" jelas izal menghadap kearahku. "nat,  gw juga minta maaf kalo gue deket deket sama izal.  Tapi lo juga harus tau,  gue ga se jahat itu buat nyakitin sahabat baik seperti lo" jelas meta padaku.
   

    Sahabat baik❤
 

  
 

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 04, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

CerpenStories to obsess over. Discover now