Kringggg.. Kringggg begitu alarm itu berbunyi membangunkan gadis yang tengah memeluk boneka beruang berukuran jumbo.
"Ga nyangka udah SMA" Ucap Naya saat selesai bersiap siap untuk menikmati masa masa menjadi junior kembali di SMA Cakrawala.
Mulailah ia, menuruni satu persatu anak tangga untuk sarapan bersama sang Mama. Seperti biasa Naya hanya menikmati sarapan bersama sang Mama karena ayahnya bukanlah laki laki yang baik.
Kendati begitu Naya tetap menyayangi ayahnya.
"Sarapan Nay" Ucap Mama Naya. Rani.
"Iya Ma" Sahut Naya yang mulai duduk.
"Naya jangan nakal disekolah ya. Ikutin aja apa yang disuruh. Jangan pernah bantah sama orang yang lebih tua" Nasehat yang selalu di kumandangkan oleh Rani kepada anak semata wayangnya.
"Iya Mama. Mama dari Naya TK sampe segede gini itu mulu yang diomongin. Sampe Naya hapal" Ucap Naya yang mulai bosan dengan ucapan Mamanya.
Tak terasa sarapan mereka pun telah selesai dan Naya memutuskan untuk segera berangkat. Naya selalu pulang dan berangkat menaiki angkutan umum. Karna Naya termasuk orang yang tidak suka dengan kesombongan. Ayahnya seorang pilot dan ibunya seorang pegawai bank.
Ayah Naya memang bertanggungjawab, namun dia tak dapat dipisahkan dengan bermain perempuan dan mabuk mabukan jika sedang tidak bekerja. Arya namanya.
Bel telah berbunyi 15 menit yang lalu namun belum ada yang mengisi kelas Naya.
"Nay, ayah lo gimana?" Tanya Tami sebagai sahabat Naya yang telah mengerti seluk beluk keluarga Naya. Bahkan pernah suatu hari, Tami sedang bermain ke rumah Naya namun, dari kamar Naya ia mendengar ayah Naya yang selalu berteriak hingga kemudian Naya menangis.
Naya hanya menggeleng.
"Sabar ya.. Gue tau lo pasti kuat" Ucap Sita memberi kekuatan pada Naya.
Tak lama 3 orang masuk kedalam ruang kelas Naya.
"Assalamu'alaikum adek adek" Sapa kaka OSIS yang menggenakan Almameter biru tua dengan kulit putih dan wajah sumringah. Rama.
"Wa'alaikumsallam" Ucap para murid di dalam kelas.
"Hari ini kita bakal bagi kalian menjadi beberapa kelompok dengan anggota 6 orang" Ucap kakak OSIS wanita satu satunya yang ada di kelas Naya. Anastasya.
"Kelompok 1 Abrinaya Dhatu R, Rianti Utami, Fathur Pratama, Adit Reihan Narindra, dan Galih Ardiansyah....." Dan bla bla bla bla. ucap kak Anastasya di depan.
"Oke jadi kelompok itu bakal jadi kelompok kalian jika ada tugas yang harus diselesaikan secara berkelompok" Jelas kak Rama. Dan sedari tadi Sesa yang ikut mengampu kelas Naya hanya memainkan hp sembari duduk di kursi guru.
Mata Naya tak berpindah menatap Sesa. Penuh keheranan karna Naya menganggap itu bukan perilaku yang baik dari seorang pemimpin.
"Okey jadi tugas kalian sekarang adalah mencari nama ilmiah dari setiap tanaman yang ada di SMA Cakrawala ini. Dan ini merupakan tugas kelompok. Setelah mendapatkan, kalian bisa kembali kemari" Jelas Rama.
"Dan sebelum mendapat semuanya kalian tidak boleh istirahat atau pergi ke kantin" Kalimat pertama dan terakhir dari Sesa sebelum ia meninggalkan kelas.
"Kalian mengerti?" Teriak Anastasya
"Mengerti" Jawab tegas dari seluruh siswa baru didalam kelas tersebut sebelum berhamburan keluar untuk melaksanakan tugas.
"Kita bagi tugas ya, Cowo cowo cari di sekolahan sekitar lapangan sebelah utara dan kita cewe cewe di lapangan selatan oke. Habis itu kita kumpul lagi disini." Usulan dari Rahma yang dibalas anggukan oleh semuanya dan akhirnya semua melaksanakan tugas masing-masing.
Belum lama berkeliling, Naya sudah terpanggil untuk segera ke kamar mandi.
"Tam, Rah, Gue ke kamar mandi dulu ya" Ijin Naya kepada kedua temannya.
"Iya, temenin nggak?" Tawar Rahma
"Ga usah" Tolak Naya dan segera bergegas menuju Kamar mandi.
Setelah masuk selesai, Naya mendengar segerombol anak laki laki berada di depan kamar mandi sedang berbincang hal yang menurut Naya sangat menjijikkan. Naya takut. Ia tak berani keluar. Namun ia memberanikan diri untuk tetap keluar.
"Ehh ternyata ada orang" Cowo 1
"Iya cuyy.. Cantik lagi adik kelas kayanya." Cowo 2
"Main sama kita yuk dek" Goda cowo 3
Tentu saja Naya menolak. Ia tak menggubris ucapan para cowo laknat itu. Ia meneruskan jalan namun gagal dan tangan Naya di genggam Cowo 3.
"Sorry kak, gue mau pergi" Ujar Naya dengan nada yang sedikit ketakutan.
Tak lama datanglah Sesa yang memang sedari tadi melihat apa yang terjadi.
"Lepasin!" Perintah Sesa kepada pada cowo dengan santai namun penuh penekanan.
"Wehhh lu junior sok tertib ngapain ikut ikut?" Ucap cowo 1 dengan nada meremehkan.
Sesa tak bicara lagi namun langsung menarik tangan Naya dengan sedikit kasar agar dapat terlepas dari cekalan cowo tadi dan membawanya pergi menjauh.
Hingga sampai di lorong paling sepi.
"Mm..makasih kak" Ucap Naya ragu.
"Lain kali gausah ke kamar mandi itu" Peringat Sesa kepada Naya.
"Iya kak" Patuh Naya. Kemudian Sesa kembali meninggalkan Naya sendirian.
Thanks for reading🖤
VOCÊ ESTÁ LENDO
Focus On You
Ficção AdolescenteLife Is Simple~Arfusesa Ganendra Bamantara Kau hanya nektar kecil di dunia ini~Abrinaya Dhatu Ranupatma
