Sudah terbiasa bagi dinda setiap istirahat pergi menemuin kekasih yang sama sekali tidak peduli denganya, perhartian dan sayang saja kekasihnya tidak pernah ia berikan kepada -DINDA AMELIA- , dinda dia memang gadis pinter dan manja, hanya saja dinda tidak menyukai lelaki yang cuek tidak memperhartiin dirinya. Contohnya kekasihnya yang lagi duduk dengan para sahabatnya
"daniel!" teriak dinda dengan wajah yang menyebalinnya
-DANIEL ANDREAN-kekasih dinda yang tidak pernah peduli dengan dinda, pria itu memang sudah dikenal cold disekolah disini, tapi yang membingungkan. Ko bisa daniel pacaraan dengan dinda. Dan dinda yang sudah tahu daniel dingin disekolahan PERTAMA sini kenapa mau menerima jadi kekasihnya
"heh bro kayanya gue kekelas deh, cabut guys"vito sengaja membawa segrombolannya untuk masuk kekelas. Jika dinda sudah marah atau bete mereka harus paham bahwa mereka harus meninggalkan mereka berdua
"kamu itu kenapa harus bohong sama aku daniel" maki dinda yang sudah tidak kuat lagi harus menghadapin kekasihnya ini, daniel yang mengerti bahwa dinda sudah mengtahuinya hanya meliriknya sekilas dan melanjutin main gitarnya, "kamu kenapa bisa sih mukulin bima, kamu tahu? Bima koma. aku hanya takut kalo kamu dibawa kepengadilan sudah memukulin bima sampai koma!"lanjut dinda yang mulai mengrampas gitar milik daniel
Daniel menatap dinda dengan tatapaan biasa saja. Sama sekali tidak penting dinda bicara seperti itu, jika bima koma yang harus daniel lakuin apa, meminta maaf atas kekerasan yang dirinya lakukan pada bima. Daniel tidak bersalah. Daniel tidak suka saja jika miliknya disentuh
"noh-kan kamu diam, labil banget sih jadi orang. Kalo gini caranya aku ga kuat pacaraan sama kamu," dinda membanting gitar milik daniel kebahwa sampai gitar itu hancur, daniel dia mengerutkan keningnya dan terbangun dari duduknya
"ribet lo jadi cewek!" ucap daniep yang mulai emosi,
Daniel itu ga pernah yang namanya romantis kalo sama dinda. Ucap kata KAMU DAN AKU aja dia ga pernah. Daniel selalu berbahasa kata GUE AND LO, sebenarnya daniel itu cinta sama dinda apa enggak sih?
Dinda ngerasa kalo dirinya tidak memiliki cowok, buktinya daniel tidak pernah memberikan kasih sayangnya untuk dinda. Terus kenapa dia segala mengukapin rasa cinta dan sayangnya pada dinda waktu itu, dan kata manis itu hanya main-main saja
"kamu-nya aja ga pernah cinta sama aku!"teriak dinda
"sotau lo! Ga mungkin lo gue manjain terus"santai daniel
"aku ga butuh dimanjain sama kamu daniel, yang aku butuhin perhatian kamu ke aku" air mata dinda sudah mulai menintik, jangan kan air mata dada dinda mulai sakit jika daniel mulai tidak peduli denganya
Daniel menghembuskan nafasnya dan mendekatiin dinda. Tangan daniel mendarat kepipi dinda dan mulai menghapus air mata dinda, merasa air matanya dihapus langsung saja dinda melirik daniel
"kita udah 1tahun pacaran tapi kamu enggak pernah berubah. Aku merasa kalo aku itu hanya sendiri hiks"
"gue ga suka lo nangis!"dingin daniel
"kalo kamu enggak suka aku nangis kenapa kamu buat aku nangis hiks"
Daniel menarik nafasnya dalam dan dia hembuskan lembut,ini itu tidak pertama kalinya dinda nangis. Dinda selalu nangis menghadapin sikap daniel, dinda juga ga pernah marah, tapi hanya saja dia menangis
Kalo dikira-kira daniel itu cowok tidak pernah adil, dia selalu memperhatikan teman-temanya. Sedangkan dinda sama sekali tidak diperhatikan oleh daniel,
"gue ga suka aja kalo bima sentuh lo" dinda menaikan kepalanya dan menatap daniel dalam,. "gue emang ga pernah perhartiin lo. Romantisin lo, kasih sayang lo dan buat lo bahagia, tapi apa hati lo pernah berkata kalo gue itu pelindung lo?"ucap daniel
