3 Tahun Yang Lalu...
Cahaya matahari datang melalui jendela, seakan-akan mentari lah yang menyambutku hari ini. Sedangkan aku, yang tampak malas dan tetap terbaring dikasur, walaupun sinar pagi menyorot mataku. Inilah aku, tanpa ada rasa malu terhadap alam.
Setelah usai mandi dan mengenakan pakaian, aku menuruni tangga untuk sarapan. Sarapan hari ini seperti biasanya, roti dengan selai coklat, manis dan menyenangkan, bukan seperti harapan palsu darimu, pahit dan menyakitkan. Aku memakannya dengan lahap dan sangat tergesa-gesa, karena waktu sudah menandakan pukul setengah tujuh.
Setiap berangkat sekolah, aku diantar oleh ibu negara tercinta,tetapi tidak dengan pulangnya.
Oh iya, perkenalkan dulu, nama aku Risya, duduk dikelas dua smp negeri satu Gresik, dan hari ini aku mulai memasuki semester dua. Aku, sebut saja anak yang labil, karena sifat ku yang masih sepenuhnya ke kanak-kanak an. But, i try to love my self. Ini lah aku yang apa adanya, tidak di buat-buat.
Sesampai di sekolah, pagar depan sudah mau ditutup oleh satpam, aku mulai mempercepat jalanku.
"Ah sial, untung aja aku lari semampuku", kataku dengan nafas tersengal-sengal.
Aku yang sudah sampai didepan pintu kelas berhenti sejenak untuk menghembuskan nafas dan menghirup nya kembali dengan sangat cepat.
"Risya, kenapa setiap hari kamu telat datang ke sekolah?", tanya Bu Fatma mengagetkan ku.
Bu Fatma, guru ipa selama aku duduk di kelas dua sampai kelas tiga nanti. Bu Fatma termasuk guru favorit banyak anak, di karenakan dia suka sekali diajak berbincang tentang senang susahnya kehidupan, ya lebih tepatnya sebagai tempat curhat setia tanpa ada rasa bosan.
"Anu bu, saya bangunnya telat dan saya berangkatnya bareng mama, mama juga mau ke kantor, lagian mama kalau sedang make up lama banget, Bu Fatma ngerti kan gimana kalau cewek sudah nyaman melukis diwajah sendiri", jawabku sambil merayu Bu Fatma.
"Iya Risya, tapi kamu sering banget telat, itu bisa membuat teman-temanmu yang awalnya fokus bisa ambyar karena kamu.", tegas Bu Fatma.
"Yasudah kalau begitu, langsung masuk saja".
Aku langsung memasuki kelas sembari mengikuti Bu Fatma di belakangnya.
Setelah masuk kelas, aku berlari kecil untuk menuju tempat duduk.
"Eh, kenapa telat lagi cuy?", bisik Reyna sambil mendekatiku.
Reyna, teman sebangku sekaligus sahabatku, dia adalah cewek yang paling resek dan berisik, tetapi sering kali menenangkan ku ketika aku mempunyai banyak masalah.
"Biasa, molor", jawabku dengan singkat, karena sorot mata Bu Fatma tertuju padaku.
Bel istirahat pun berbunyi, diiringi dengan sorak mereka yang amat menanti. Suara hentakan kaki yang bergantian untuk keluar dari ruang kelas ini menemaniku sejenak yang sedang duduk sendirian, tetapi ada salah satu suara hentakan kaki yang mendekatiku, dan yang pasti itu adalah Reyna.
"Daripada ngelamun mikirin aku, mending kita ke kantin yuk", ucap Reyna sambil mengedipkan sebelah mata menunjukkan kecentilannya.
"Ih ngapain sih mikirin kamu elah, kaya ga ada kerjaan lain aja"
"Ih Risya, jadi cewek sinis banget, pantesan tuh cowok pada kabur kalau liat kamu"
"Bodo amat deh rey"
"Hehehe bercanda kali sya, yaudahlah yuk ke kantin"
Kantin Bu Endah, tempat dimana zona nyaman yang tak bisa lepas dari benakku. Bu Endah sendiri juga sudah sangat dekat denganku dan juga Reyna. Setiap kali istirahat tiba, salah satu tempat yang kita kunjungi yaitu kantinnya. Meskipun aku sudah membawa bekal, aku tetap membawanya ke kantin Bu Endah untuk ku makan disana.
YOU ARE READING
Mistake
Teen FictionSemua orang pasti memiliki kesalahan, entah itu kesalahan di masa lalu atau di masa saat ini yang sekarang kita jalani. dan bukan berarti ketika orang itu berbuat salah, maka orang itu tidak dapat merubahnya dan akan tetap selalu salah, bukan. setia...
